Lombok Post
Headline Selong

Sembalun dan Sambelia Rawan Banjir dan Longsor

RAWAN LONGSOR: Inilah jalur Pusuk Sembalun yang sedang dibangun talud. Belum lama ini di sekitar area ini terjadi bencana longsor yang menelan satu korban jiwa. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Hujan masih terus mengguyur wilayah Lombok Timur (Lotim) dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Kondisi curah hujan yang masih tinggi ini pun membuat peluang terjadinya bencana di sejumlah wilayah Lotim masih cukup besar. Khususnya di wilayah utara seperti Sembalun dan Sambelia.

“Yang masih rawan terjadi bencana longsor dan banjir. Minggu lalu banjir juga terjadi di Sambelia,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim Lalu Rusnan.

Banjir di Sambelia terjadi di lokasi yang dulu pernah dilanda banjir bandang. Air sungai meluap ke pemukiman warga. Hal ini akibat air yang turun dari pegunungan tak mampu dibendung oleh sungai yang ada di wilayah Sambelia.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ order=”desc”]

Sehingga, luapan air tersebut menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sekitar lintasan sungai. “Tapi Alhamdulillah dampak kerusakan yang disebabkan tidak begitu besar. Hanya menggenangi rumah dan pemukiman warga,” jelas Rusnan.

Selain banjir, bencana longsor dikatakan Rusnan juga sangat berpotensi terjadi. Khususnya di kawasan Pusuk Sembalun. Di area yang sebelumnya sempat longsor dan memakan satu korban jiwa. Kawasan area ini dikatakan Rusnan juga masih rawan untuk kembali bencana lagi. Terlebih saat ini lokasi Pusuk Sembalun masih dalam proses pengerjaan talud. Kondisi ini menyebabkan area di sekitar jalur ini pun masih berpotensi terjadinya longsor.

“Proyek di wilayah pusuk itu menjadi kewenanagan BPBD Provinsi. Jadi memang pengawasan untuk pengerjaannya dari mereka. Kami yang dari BPBD kabupaten tetap memberikan imbauan kepada warga agar hati-hati ketika melintas,” lanjut Rusnan.

Khususnya ketika intensitas hujan sedang tinggi. Warga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang bersebelahan dengan bukit dan pegunungan tersebut.

Selain itu, BPBD Lotim juga berkoordinasi dengan Camat, TNI-POLRI, pihak TNGR, serta KPH Rinjani Timur berencana melakukan penebangan terhadap pohon yang berpotensi tumbang di jalur Sembalun. Mengantisipasi bencana pohon tumbang agar tidak menimpa warga yang melintas dari jalur Pesugulan sampai dengan Sembalun.

“Kami masih menunggu konfirmasi izin dari Kehutanan. Kalau dari TNGR izinnya sudah keluar bahkan pemetaan itu sudah dilakukan. TNGR memberikan data ratusan pohon yang ada di sekitar pinggir jalur Sembalun berpotensi tumbang,” jelas Rusnan.

Hanya saja, dari pihak Dinas Kehutanan Provinsi NTB, belum ada rekomendasi yang dikeluarkan. Sehingga pihak BPBD Lotim maupun Muspika juga belum berani melakukan penebangan.

“Ada mekanisme kemana pohon yang sudah ditebang itu akan diarahkan. Karena kan tidak boleh pohon yang sudah ditebang itu digunakan,” jelas Rusnan.

“Begitu surat dari Kehutanan turun kami akan koordinasi untuk langsung segera eksekusi,” tambahnya.

Terpisah, Camat Sembalun Usman sebelumnya mengaku pihaknya memang sudah lama meminta agar penebangan pohon berpotensi tumbang dilakukan. Karena, ia sendiri menjadi salah satu korban pohon tumbang. Mobil yang ditumpanginya ditimpa pohon besar yang tumbang ke arah jalan. Menyebabkan istrinya kala itu meninggal dunia. Sementara ia sendiri mengalami cedera cukup parah di bagian leher. “Ya kita harapakan itu segera ditebang agar tidak memakan korban lain,” jelasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost