Lombok Post
Metropolis

Tak Ada Cokelat dan Bunga untuk Satpol PP

PERKETAT PENGAWASAN: Sejumlah anggota Satpol PP Kota Mataram berkunjung ke SMPN 15 Mataram, Rabu (14/2). Mereka melakukan pengawasan ke anak SMP yang merayakan valentine. BAYU FOR LOMBOK POST

MATARAM-Tepat tanggal 14 Februari kemarin sesuai janji, Satpol PP Kota Mataram melakukan pengawasan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka turun memastikan imbauan yang dikeluarkan kepala daerah soal Valentinea��s Day steril dari lingkungan sekolah.

Bayu mengatakan, sempat dapat laporan dari anggotanya seperti di SMPN 1 Mataram, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) turun merazia teman-temannya. a�?Ya tadi ada OSIS-nya sendiri yang turun semacam razia kecil-kecilan ke teman-temannnya,a�? kata Bayu.

Ia menjelaskan, pantuan yang dilakukan Satpol PP juga masih bersifat persuasif. Ia memerintahkan pada anggotanya tidak melakukan penindakan. Tapi penyadaran pada siswa-siswa agar budaya yang bukan lahir dari keluhuran daerah atau negeri sendiri, tidak dijalankan di lingkungan sekolah. “Jadi sebenarnya razia itu juga kita cegah, jangan sampai ada kesan membully temannya,a�? terangnya.

Ia menyarankan agar pengawasan dilakukan untuk ke depan cukup dilakukan oleh guru-guru saja. Tidak dengan melibatkan siswa. Karena siswa yang merazia dikhawatirkan over acting, persekusi, atau bullying. “Begitu juga yang dirazia karena merasa seumuran ada yang keberatan, itu yang kita hindari,a�? jelasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Dari hasil pengawasan, tidak ada satu siswa pun yang kedapatan membawa benda-benda yang dicurigai akan digunakan merayakan Valentinea��s Day. Bayu memaknai ini sebagai tingkat kesadaran siswa di Kota Mataram sudah cukup baik. “Siswa kita saya rasa punya intelektualitas yang tinggi untuk menghindari ini,a�? yakinnya.

Tidak hanya itu, malam harinya juga dilanjutkan dengan pengawasan hotel dan tempat hiburan. Pengawasan yang dilakukan bersifat pantauan. Bukan pada penindakan, karena Bayu menyadari beberapa tempat hiburan dan hotel juga telah memprogram sejumlah acara untuk meramaikan valentinea��s day.

a�?Kita tidak ingin saja disalahgunakan seperti pesta seks, minum keluar jalan, itu yang tidak kita ingin lakukan,a�? tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi via telepon, Kepala Sekolah SMPN 1 Mataram Saptadi Akbar membenarkan adanya pengecekan yang dilakukan pada siswa oleh sejumlah anggota OSIS. Tapi ia menegaskan pengecekan itu bukan untuk merazia bunga, boneka, coklat atau hal-hal lain yang dicurigai akan digunakan siswa merayakan Valentinea��s Day di sekolah.

a�?Kita memang setiap hari mengecek kelengkapan siswa yang masuk sekolah,a�? kata Saptadi.

Ini menurutnya bagian dari program kesiswaan untuk meningkatkan disiplin anak didik. Jadi bukan semata-mata dilakukan untuk mengawasi sesama teman sekolahnya. a�?Bagian Kesiswaan yang punya program,a�? jelasnya.

Sementara sikap mereka, tegas seperti imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Mataram. Melarang Valentinea��s Day di sekolah. Imbauan itu telah disampaiakan sebelum hari H. “Ini (Valentinea��s Day) tidak sesuai dengan budaya dan kultur masyarakat kita,a�? tegasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost