Lombok Post
Kriminal

Beraksi di Puskesmas, Duo Maling Diringkus Polisi

DITANGKAP: Dua terduga pelaku pencurian Doni (kanan) dan Marong (kedua dari kanan) saat berada diperiksa di Polsek Ampenan, Kamis (15/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Dua warga Kecamatan Sekarbela, Doni dan Marong, ditangkap opsnal Ampenan, Rabu malam (14/2). Mereka diciduk karena di hari yang sama,A� keduanya diduga kuat melakukan pencurian di Puskesmas Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Aksi mereka terbilang modus baru. Salah satu pelaku, yakni Doni, berpura-pura meminta suntikan kepada perawat jaga. Secara bersamaan, mereka juga memantau kondisi puskesmas. Melihat-lihat di mana ruangan yang berisi barang berharga.

Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja mengatakan, pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 01.00 Wita. Mereka berdua mendatangi Puskesmas Tanjung Karang, yang lokasinya tak jauh dari rumah masing-masing pelaku.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

“Mereka datang dengan pura-pura minta suntikan, padahal itu modus saja untuk mengintai kelengahan korban,” kata Suteja, kemarin (16/2).

Suteja menjelaskan, suntikan yang diminta pelaku tidak dihiraukan perawat jaga. Kebetulan, saat itu juga ada pasien yang membutuhkan tindakan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Karena itu, perawat memutuskan untuk meninggalkan pelaku.

Nah, beberapa perawat jaga yang sibuk di ruang UGD, dimanfaatkan pelaku. Doni melihat tas korban, yakni Sabur, yang diletakkan di ruang perawat. Saat itu juga, Doni menyuruh rekannya untuk mengambil tas.

Aksi mereka juga berjalan mulus tanpa ketahuan penjaga malam. “Penjaga malam mengira itu pasien biasa, jadi tidak ada kecurigaan. Dia juga ikut membantu pasien di UGD,” ujar Suteja.

Pencurian itu terungkap setelah korban menyadari tasnya hilang. Dia langsung melapor ke polisi dan ditindaklanjuti tim opsnal dengan melakukan penyelidikan. Beberapa saksi di TKP dimintai keterangan, termasuk penjaga malam yang sempat bertatap muka dengan pelaku.

Dari sana, pelaku pencurian mengarah kepada Doni. Suteja mengatakan, Doni menjadi pelaku pertama yang diringkus. Dia ditangkap di Jalan Sultan Kaharudin. Setelah tertangkap, Doni mengakui perbuatannya. Dia juga menyebut Marong, ikut membantu aksi pencurian tersebut.

Keterangan Doni ditindaklanjuti tim opsnal dengan menangkap Marong, di Lingkungan Batu Dawa, Kelurahan Tanjung Karang. Ketika ditangkap, pelaku sempat mengelak. Dia tidak mengaku telah mencuri bersama Doni.

Namun, hasil penggeledahan kamarnya menunjukkan hal sebaliknya. Polisi menemukan dua unit handphone merek Asus dan Samsung. Barang tersebut sesuai dengan handphone milik korban.

“Barang curiannya disimpan sama Marong,” ungkap Suteja.

Sementara itu, pelaku Doni mengatakan, setelah mengambil tas milik perawat, keduanya menuju rumah Marong. Di sana, mereka membongkar isi tas curian. Terdapat dua handphone, uang sebanyak Rp 543 ribu, dan jam tangan.

“Tasnya kita buang ke sungai,” aku Doni.

Uang tunai yang didapat, diakui Doni digunakan untuk foya-foya. Mereka membeli makanan dan minuman. Sebagian lagi dipakai untuk membayar utang di warung nasi, di belakang SMP 1 Mataram, sebesar Rp 360 ribu.

“Kita pakai bayar utang. Kalau handphonenya rencana mau dijual, tapi sudah ketangkap gini,” ujar Doni.

Atas perbuatan keduanya, polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP. Mereka diancam hukuman penjara paling lama lima tahun.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost