Headline Kriminal

Dirazia, Bule Australia Ngamuk

MATARAM-Tempat hiburan malam di Kota Mataram dan Senggigi, Lombok Barat (Lobar) dirazia Jumat dini hari (16/2). Hasilnya petugas memeriksa sejumlah oknum aparatur negeri sipil (ASN), oknum anggota Polri, terduga pengguna narkotika, warga asing, dan pelajar.

Razia ini merupakan inisiasi dari Lanal Mataram melalui POM TNI Angkatan Laut. Kegiatan tersebut dibantu BNN NTB, Propam Polda NTB, Satpol PP, Kantor Imigrasi Mataram, POM Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Tim gabungan merazia sejumlah karaoke dan tempat hiburan malam. Antara lain, Lombok Plaza, Stars Kafe, Metzo, Metropolis, Sahara, Planet, Marina dan Loligo.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Razia pertama dilakukan petugas di karaoke Lombok Plaza. Di sini, pengunjung diperiksa kartu identitas kependudukannya. Beberapa di antara mereka, juga dilakukan tes urine. Salah satunya perempuan dengan inisial D. Tetapi, dari hasil tesnya menunjukkan tidak terdapat zat nakotika.

Meski tidak mendapatkan pengguna narkoba, di Lombok Plaza petugas mengamankan tiga pelajar dengan inisial AP, DK, dan FR. Ketiganya kemudian diangkut menuju truk TNI AL.

Selanjutnya tim gabungan menuju kawasan Batulayar, Lobar, dengan sasaran sejumlah tempat hiburan malam. Lokasi pertama yang didatangi adalah Stars Kafe. Di tempat ini, petugas mendapati satu orang ASN dari Kota Mataram dengan inisial JU.

Bukan saja JU, terdapat empat ASN lain yang terjaring dalam kegiatan ini. Di Metzo, petugas mengamankan ASN berinisial A´┐ŻLA, kemudian inisial MU serta RA di Sahara serta inisial ID di Loligo.

Berbeda dengan tempat hiburan di Kota Mataram, di Lobar tim gabungan menjaring lebih banyak orang. Selain ASN, terdapat pula dua pelajar dengan inisial PR dan AA di Marina. Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan oknum anggota Polri yang bertugas di Sumbawa.

Selain itu, ketika menyisir di tempat hiburan malam Planet, tim gabungan menemukan satu pengunjung yang urinenya positif mengandung zat narkotika. Pria dengan inisial DS itu kemudian diangkut bersama ASN, pelajar, dan oknum Polri.

Dandenpom AL Kapten Laut Arga Yudhistira mengatakan, kegiatan kemarin merupakan upaya dari aparat untuk meminimalisasi peredaran narkoba serta senjata tajam. Juga menertibkan anggota TNI dan Polri dari tempat hiburan malam.

“Ada aturannya kalau TNI dan Polri dilarang memasuki tempat hiburan malam,” kata Arga.

NTB dengan sejumlah destinasi unggulannya menjadi sasaran peredaran gelap narkoba. Karena itu, kegiatan kemarin diharapkan bisa mempersempit ruang gerak pengedar barang haram tersebut.

Arga melanjutkan, dengan tujuan seperti itu, razia kemarin bukan menjadi yang terakhir. “Ini akan kita lanjutkan, untuk mengamankan wilayah Senggigi dan Kota Mataram,” ujar dia.

Mengenai orang-orang yang diamankan saat razia, nantinya akan diserahkan penanganannya sesuai institusi mereka. ASN akan diserahkan ke Satpol PP, pelajar akan dikembalikan ke orang tuanya, dan oknum Polri diurus tim dari Propam Polda.

“Kita serahkan ke yang berwenang,” katanya.

Sementara itu, ketika dilakukan razia di Marina Kafe, salah seorang pengunjung berkewarganegaraan Australia tidak bisa menunjukkan dokumennya. Bukan itu saja, dia bahkan mengamuk dengan melemparkan handphonenya ke arah pengunjung lain. Bukan itu saja, pria 79 tahun itu menolak untuk dibawa. Penolakannya itu diduga akibat pengaruh minuman beralkohol.

Sempat terjadi perdebatan antara petugas Imigrasi Mataram dengan pria berinisial OKA itu. Setelah berdebat hampir 30 menit, OKA dengan terpaksa mengikuti petugas menuju Lanal Mataram.

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Mataram Made Surya mengatakan, pengamanan terhadap yang bersangkutan karena saat diperiksa dia tidak bisa menunjukkan dokumen. “Memang di TKP tidak ada. Tapi, setelah kita bawa ke tempat dia menginap, dokumennya ada,” kata Made.

Setelah itu, pihak Imigrasi Mataram akan melakukan pendalaman lagi. Melihat apakah ada aktivitas atau catatan khusus terkait keberadaan OKA di Indonesia.

“Kita dalami lagi. Kalau ada yang mencurigakan, ya diselidiki. Kalau tidak, kita lepas,” jelas dia.

Sejauh ini, pemeriksaan singkat yang dilakukan Imigrasi menujukkan bahwa OKA memegang dokumen lengkap. Dia juga menggunakan visa terbatas untuk liburan.(dit/r2)

Related posts

Ali BD: Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan

Redaksi Lombok Post

BPKP Hitung Kerugian Negara

Redaksi Lombok post

Fauzan Khalid Resmi Mendaftar di Partai Hanura

Redaksi Lombok Post