Lombok Post
Kriminal

Dituduh Cabul, Dukun Sr Diamuk Warga

MATARAM-Tim Resmob Satreskrim Polres Mataram menangkap pria berinisial Sr, terduga pelaku pencabulan. Sebelum berada di tangan polisi, pria 40 tahun itu sempat menjadi bulan-bulanan warga Lingkungan Rembiga Timur, Kota Mataram, Rabu malam (14/2).

Kemarahan warga dipicu dugaan Sr melakukan tindak asusila terhadap remaja perempuan dengan inisial DR, 15 tahun. Konon aksi tersebut dilakukan dengan modus sebagai dukun yang bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Kasatreskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah mengatakan, penangkapan Sr berkat laporan dari ibu korban. Dari sana, petugas bisa mengungkap aksi pelaku.

“Ibu korban yang langsung melapor setelah mengetahui anaknya dicabuli,” kata Kiki, kemarin (16/2).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Untuk menangkap pelaku, tim melakukan operasi penjebakan. Ibu korban diminta untuk menghubungi pelaku. Dalam komunikasi itu, pelaku disuruh datang ke rumah korban untuk melakukan pengobatan.

Sesuai rencana, pelaku datang ke TKP sekitar Pukul 21.30 Wita, Rabu (14/2). Di tempat yang sama, telah menunggu tim Resmob dan Bhabinkamtibmas. Ternyata, tidak saja polisi yang menanti kedatangan pelaku, puluhan warga lainnya jug melakukan hal serupa.

Warga geram setelah mendengar kabar perbuatan bejat dari Sr. Karena itu, sesaat setelah pelaku datang, masyarakat beramai-ramai menghajar Sr. Peristiwa itu mengakibatkan luka di bagian wajah dan kelopak mata kanan yang mengeluarkan darah.

Beruntung, nyawa Sr masih tertolong. Tim resmob dan Bhabinkamtibmas dengan sigap mengevakuasi pelaku dari amukan warga. Membawa Sr ke Polres Mataram dengan sejumlah luka di wajahnya.

“Warga sudah berkumpul saat pelaku datang, sempat dihajar tapi dia berhasil kita evakuasi,” jelas Kiki.

Kiki menjelaskan, perbuatan pelaku terakhir kali dilakukan Jumat (9/2) lalu. Pelaku datang ke rumah korban di Jalan Jenderal Sudirman, Rembiga , Kota Mataram. Di TKP pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 01.00 Wita.

Pelaku yang bekerja sebagai buruh tani ini, mengaku sebagai dukun. Bisa mengobati sejumlah penyakit dengan cara tradisional. Modus dari warga Desa Pemenang Timur, Lombok Utara, berhasil memperdayai korban.

Dengan alasan prosesi pengobatan, korban diajak menuju ke kamarnya. Di saat itu, pelaku melancarkan aksi bejatnya. Perbuatan itu dilakukan dengan paksaan dan disertai ancaman kepada korban.

“Perbuatannya sudah dilakukan lima kali,” ungkap kiki.

Lebih lanjut, selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, tempat barang yang terbuat dari bambu, kain sorban, tas pinggang, dan pisau lipat. Selain itu, polisi juga mengantongi hasil visum dari RS Bhayangkara yang menunjukkan adanya perbuatan asusila.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost