Lombok Post
PELESIR

Nanang Samodra Melenggang ke DPR RI

DILANTIK: H Nanang Samodra (kiri) saat dilantik menjadi anggota DPR RI menggantikan HM Syamsul Luthfi, Rabu (14/2) lalu. NANANG FOR LOMBOK POST

MATARAM-Politisi Partai Demokrat H Nanang Samodra kembali ke pangkuan Senayan. Rabu (14/2) lalu, Nanang dilantik sebagai anggota DPR RI Perganti Antar Waktu. Dia menggantikan HM Syamsul Luthfi yang mengundurkan diri karena bertarung dalam Pilbup Lombok Timur.

“Alhamdulillah pelantikan sudah dilakukan Rabu lalu,” kata Nanang dihubungi melalui sambungan telepon pada Lombok Post kemarin (16/2).

Nanang menjelaskan, sesuai aturan, Luthfi memang harus mundur karena mencalonkan diri sebagai calon bupati Lotim. Sebagai peraih suara terbanyak kedua, Nanang yang pernah duduk di DPR RI dari Demokrat pada 2009-2014, otomatis naik menggantikan Luthfi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Dia menjelaskan, ketua DPR RI melantik tiga orang langsung pada 14 Februari dalam Sidang Paripurna ke-18 DPR. Adapun yang dilantik kesemuanya dari Partai Demokrat. Dua lainnya adalah Hinca Panjaitan dari Dapil Sumatera Utara III. Hinca sendiri saat ini adalah Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat.

Satu lagi yang dilantik adalah Joseph Badeoda dari Dapil NTT II. Menggantikan Benny K Harman yang juga mundur dari DPR RI karena bertarung di Pilgub NTT.

Saat ini kata Nanang, dirinya masih menunggu akan ditempatkan di komisi berapa di DPR. Pada periode sebelumnya, Nanang yang juga mantan Sekretaris Daerah NTB ini duduk di Komisi II yang membidangi Pemerintahan.

“Mudahan pada masa sidang mendatang sudah ada kepastian penempatannya,” harap Nanang. DPR RI sendiri saat ini sedang menjalani masa reses. Sehingga penentuan penempatan dirinya di komisi masih akan menunggu masa reses tersebut usai.

“Komisi mana saja, saya siap. Sukur-sukur kalau komisinya berhubungan langsung dengan aktivitas di NTB,” sambungnya.

Karena masih menyelesaikan urusan administrasi anggota DPR RI baru, ia merencanakan Maret mendatang baru akan kembali ke NTB. Agendanya adalah menemui langsung konstituen, serta langsung bekerja melanjutkan sisa masa jabatan.

Proses Super Kilat

Bisa dibilang, proses pelantikannya sebagai anggota DPR RI terbilang sangat kilat. Sebenarnya, dari NTB, selain Syamsul Luthfi, ada juga H Muhammad Lutfi, politisi Golkar yang juga mengundurkan diri karena maju dalam pemilikan wali kota Bima. Namun beda dengan Luthfi Demokrat, proses PAW Lutfi Golkar belum ada kepastian hingga kini.

Terkait proses terbilang cepat terhadap Nanang, Ketua KPU NTB L Aksar Ansori mengatakan masing-masing parpol punya mekanisme sendiri. Ada yang menunggu penyelesaian SK pemberhentian baru PAW, ada yang bersamaan. Kedua mekanisme itu bisa dilakukan dan dibenarkan oleh UU.

“Tapi sudah pasti yang sudah ditetapkan jadi calon wajib berhenti,” katanya.

Khusus DPR RI, proses dilakukan melalui DPP masing-masing, lalu DPR RI dan KPU RI. “Bukan di KPU NTB,” jelasnya.

Yang akan diurus KPU NTB adalah lima anggota DPRD NTB yang mundur karena maju mengikuti pilkada. Mereka adalah politisi Gerindra Mori Hanafi, Calon Wakil Gubernur NTB. Mori adalah anggota DPRD NTB dari dapil Bima-Dompu-Kota Bima. Nama lainnya adalah TGH Khudari Ibrahim yang merupakan politisi PKB dan TGH Muammar Arafat dari Partai Golkar. Keduanya dari dapil Lombok Barat-Lombok Utara. Mereka mundur karena sama-sama maju sebagai calon wakil bupati Lobar.

Dua lainnya adalah H Machsun Ridwainy dari PBB dan H Rumaksi dari Hanura yang sama-sama maju sebagai calon wakil bupati Lombok Timur. Terkait lima anggota DPRD NTB ini, KPU kata Aksar saat ini masih menunggu partai.

“Prinsipnya begitu kalau kita di KPU,” jelas Aksar.

Sementara itu, lima politisi Udayana ini sendiri pada Kamis (15/2) lalu, mereka secara resmi dilepas oleh anggota dewan lainnya. “Banyak kenangan kita selama ini,” kata Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda dalam pelepasan tersebut.

Mori dalam pidatonya meminta maaf atas kesalahan yang ada. Dia juga berharap kendati tak lagi menjadi wakil rakyat, komunikasi yang sudah terjalin tak putus.

“Jangan juga karena beda pilihan kita bermusuhan,” katanya.

Sementara itu, di level kabupaten, ada dua ketua DPRD yang juga mengundurkan diri. Pertama Hj Sumiatun, Ketua DPRD Lobar yang mundur karena mencalonkan diri sebagai wakil bupati Lobar. Ada juga H Fery Sofyan, Ketua DPRD Kota Bima yang mundur karena maju sebagai calon wakil wali kota Bima.

Cepat atau lambatnya pergantian mereka, sangat bergantung partai dan proses internal yang terjadi. Jika Nanang Samodra menjadi contoh yang sangat cepat, jangan lupakan TGH L Gede M Ali Wirasakti Amir Murni, mantan Anggota DPRD NTB yang mundur lebih dari dua tahun silam karena maju dalam pilbup Lombok Tengah 2015 lalu. Hingga kini, tak kunjung ada yang menggantikannya dari PKB. (yuk/r8)

Berita Lainnya

Juara Lagi, NTB Raih Destinasi Wisata Halal Terfavorit 2018

Redaksi Lombok Post

Pascagempa, Malaysia Bantu Pemulihan Pariwisata NTB

Redaksi Lombok Post

Bandini Riverside Cottage, Sensasi Ketenangan Jadi Suguhan Utamanya

Redaksi Lombok Post

Diboyong Kemenpar, JFC Sukses Pikat Hati Travel Bloger Asal Dubai

Redaksi Lombok Post

Fitri Carlina Ceritakan Pariwisata Banyuwangi Lewat Video Clip Terbarunya

Redaksi Lombok Post

Ini Dia Dukungan BRI untuk ViWI 2018 di Rakornas IV Pariwisata

Redaksi Lombok Post

Halaltraveling, Halalkan Gaya Hidupmu

Redaksi Lombok Post

NTT Expo 2017, Happy Ending Crossborder Atambua 2017

Redaksi Lombok Post

Wings Air Buka Rute ke Putussibau, Wisata Crossborder Kian Kuat

Redaksi Lombok Post