Politika

Air Mata Ahyar Abduh Tumpah di Maringkik

SELONG– Kedua mata TGH Ahyar Abduh tampak memerah. Dia tertegun, tak lama air mata mulai menetes. A´┐ŻBeberapa kali ia tampak memalingkan wajah, seketika itu Ahyar langsung mengusapnya. Namun semua juga mengerti, sang tuan guru tengah menangis. Kendati berusaha ditutupi, hal itu tampak jelas. Momen itu terjadi kala ia mengunjungi Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur (Lotim), akhir pekan lalu.

“Saya terharu mendengar cerita mereka,” kata Ahyar.

Masalah kesulitan air bersih adalah penyebab tangis pilu sang tuan guru. Dia tak habis pikir, bagaimana mungkin masih ada daerah yang kesulitan hanya untuk mendapatkan air. Di sana, air bahkan lebih mahal dari bensin. Untuk mendapatkan air, masyarakat harus berjuang ekstra. Bersusah payah menggunakan perahu, membawa jeriken kosong menuju Lombok, mengantre, membayar, dan kembali lagi ke pulau kediaman mereka. Banyak waktu terbuang hanya untuk aktivitas itu. Akibatnya, produktivitas masyarakat berkurang. Ujung-ujungnya mereka selalu berada dalam lingkaran kemiskinan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Air yang merupakan hajat hidup utama sudah selayaknya emas batangan di sana.

“Lombok Timur ini daerah kaya, harusnya tidak ada masyarakat yang seperti ini,” katanya.

Jika terpilih kelak sebagai gubernur, pasangan H Mori Hanafi itu berjanji menjadikan masalah Maringkik sebagai prioritas. Segala cara siap dilakukan pasangan nomor urut dua ini.

“Demi rakyat, saya akan lakukan apapun,” ucapnya.

Tak sekadar janji belaka, di Mataram, wali kota dua periode ini sudah membuktikannya. Dia membuat pipa-pipa PDAM mengalir hingga segala penjuru kota. Tak hanya untuk orang kaya, masyarakat miskin juga kebagian dengan pola pemasangan subsidi. Hasilnya, kini nyaris tak terdengar masalah air di Mataram. Sehingga kendati air tanah tidak baik, masyarakat tak pernah menjerit. Ada pipa air bersih yang mengalir ke dapur-dapur mereka. Tangan dingin Ahyar berhasil membuat masyarakat mendapatkan haknya.

“Untuk masyarakat Maringkik saya berjanji,” tegasnya.

Soal cara Ahyar ternyata sudah memikirkannya. Prinsipnya adalah melakukan langkah apapun yang diperlukan. Bisa dengan mengebor tanah, atau memasang pipa bawah laut seperti yang dilakukan di Gili Trawangan di Lombok Utara.

Dia juga menyiapkan rencana cadangan dengan menyuling air laut. Kembali Ahyar menekankan, intinya rakyat tak boleh menderita. Apapun akan dilakukan. Kekayaan daerah ini harus dirasakan merata seluruh rakyat. Artinya tak hanya Maringkik, soal air ada sejumlah pulau-pulau kecil lain yang juga sama nasibnya. Di daerah selatan Lombok, masalah ini juga terjadi.

“Jika ada kemauan, pasti ada jalan,” ucapnya.(yuk/r4)

Related posts

Draft KUA-PPAS Segera Dibahas

Redaksi Lombok post

AMAN Janji Tingkatkan Bandara Sumbawa dan Bima

Redaksi Lombok Post

Semoga Gak Jadi “Macan Kertas”

Redaksi Lombok post