Lombok Post
Headline Metropolis

Berburu Telur Palsu, Hasilnya?

VIDEO VIRAL: Seorang warga menunjukan video yang menyebut indikasi adanya telur palsu yang beredar di Ampenan, Kota Mataram. LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST

Melalui rekaman video, seseorang menyebut telur palsu sudah beredar di Ampenan. Tak ayal, rekaman video ini jadi viral. Banyak pihak yang was-was. Dinas terkait pun langsung turun tangan. Hasilnya?

—————————–

DENGAN menggunakan Keyword a�?telur palsu Ampenana�? sedikitnya Lombok Post mendapati tiga akun yang menyebarkan video viral ini di media sosial facebook. Tiga akun itu antara lain Oniey Tmpn Pmtg, Lathifa Asa, dan Mariemar Muaniez.

Tiga akun ini menyebarkan video dengan durasi 2:05 menit. Dalam video itu, ada sebuah uji coba sederhana dari seseorang yang membuat video tersebut. Pertama telur palsu itu dipecahkan, ternyata kuning telurnya ada dua. Kulit arinya juga disebut lentur mirip karet. Telur itupun tidak berbau amis.

a�?Ini adalah telur palsu,a�? klaim pembuat video tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Dalam video tersebut pembuatnya mengaku baru saja menyuruh seseorang membeli telur pada pagi hari itu. Tempat membelinya pun disebutkan secara spesifik, meski pemilik warung atau toko tidak disebutkan secara spesifik.

a�?Di Ampenan di gang ACC, sebelah timur,a�? terang beberapa orang di dalam video itu.

Dari tiga akun itu yang lebih dahulu meng-upload pertama kali adalah akun Oniey Tmpn Pmtg. Video disebar pada hari Jumat, 16 Februari, sekitar pukul 17.14 Wita. Lalu disusul akun Latifha Asa pada hari Sabtu, 17 Februari, sekitar pukul 8.44 Wita. Terakhir, akun Mariemar Muaniez pada Sabtu 17 Februari pukul 19.50 Wita.

Video yang diupload akun Oniey Tmpn Pmtg sampai dibagikan 2.450 kali dan disaksikan sebanyak 65.337 kali tayang. Video yang diupload Mariemar Muaniz dibagikan 3 kali, dan ditonton sebanyak 107 kali. Sedangkan video yang diupload Latifha Asa di bagikan sebanyak 2 kali, dan tayang sebanyak 95 kali.

Ragam komentar warganet pun bermunculan. a�?Hoax itu say jangan disebar, itu di tempatku, polisi sekarang lagi lacak yang buat video ini dn yg menyebarkanx,a�? tulis akun Misna Juliadhy, di kolom komentar akun Mariemar Muaniez.

Di akun Latifha Asa, tanpa komentar. Paling ramai adalah di akun Oniey Tmpn Pmtg. 93 komentar. a�?Msh saja ada orng begok kyk ini tlur baru d blang palsu,a�? tulis akun Eza Manies, menyangkal klaim di dalam video.

a�?Bhahahaha telur palsu plastik ngak bisa pecah, mainan keponakan saya ada tapi klw isi dalamnya bgamna caranya buat om om,a�? tulis akun lainA� Doni Pernando.

a�?Secara bahan baku karet untuk mmbuat telur palsu 300% lbh mahal dr telur asli …a�? tulis akun Ajiq Dewa.

Selain ada yang mengklaim video itu hoax, ada pula yang menanggapi santai. Lalu berkelakar di kolom komentar pengupload. a�?Astagaaa..isinya dinosaurus,a�? tulis Kebaya Roemah Saraswati Tika.

a�?Telor macan tie jage,a�? tulis akun Danil.

Tapi ada juga yang sedikit bernada percaya dengan isi video. Seperti yang ditulis akun Dpta Clothess. a�?Lek mbe hep (di mana teman),a�? tanya akun itu.

Menyikapi kabar yang sudah terlanjur viral itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB berkoordinasi dengan Polres Mataram langsung turun mengecek kebenaran isu itu. Mereka langsung turun pada hari Jumat. Tak lama setelah video beredar.

Gabungan piketA� fungsi Polsek Ampenan dipimpin langsung Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja melakukan pengecekan kebenaran soal video tersebut. Terutama terkait penyuplai telur ayam ras di wilayah hukum Polsek Ampenan.

Namun dari hasil peneluruan dan pengecekan di Jalan Aster depan Pasar ACC Ampenan telur-telur itu memiliki ciri-ciri asli. Bukan palsu seperti yang dikabarkan video itu.

a�?Telur yang kami beli dipecahkan satu persatu, kami tidak menemukan adanya telur palsu seperti di dalam video,a�? terang Suteja.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli mengatakan jika timnya ikut turun memantau kebenaran kabar soal telur plastik itu. Timnya turun pada hari Jumat dan Sabtu secara berturut-turut, di sekitar lokasi yang diklaim sebagai tempat ditemukannya telur palsu.

Beberapa percobaan dilakukan mulai dari membakar, mengocok, dan pengujian lain. Kesimpulannya, telur itu normal seperti telur asli pada umumnya.

a�?Belum ada kami temukan,a�? kata Mutawalli.

Pengambilan sampel juga dilakukan di distributor, sub distributor, mini market, toko/kios pengecer, pengecer hingga di pasar. Tapi telur plastik seperti klaim dalam video tidak ditemukan satupun.

a�?Tapi kami juga memang masih terus telusuri bersama Dinas Pertanian Provinsi,a�? jelasnya.

Bahkan di tempat yang secara jelas disebutkan dalam video, lokasi membeli telur tidak ditemui adanya telur plastik. Secara kasat mata, Mutawalli mengatakan telur itu normal dan sama seperti telur asli.

a�?Tidak ada seperti itu, telur biasa itu,a�? jelasnya.

Mutawalli juga sempat mencermati video yang beredar tersebut. Mulai dari membran telur, albumen (putih telur), ia perhatikan semua juga normal.

a�?Ya memang seperti itu telur, cuma masih mau dibawa ke lab oleh Dinas Pertanian Provinsi,a�? jelasnya.

Pengecekan fisik sebenarnya sudah sangat meyakinkan tak ada tanda-tanda telur itu plastik atau palsu. Tapi untuk melengkapi kebenaran dari hasil pengamatan fisik, perlu untuk dilakukan uji lab.

a�?Selama ini sebenarnya tidak pernah ditemukan adanya telur palsu,a�? jelasnya.

Tidak hanya di Kota Mataram, tetapi di daerah lain juga belum ada. Kecuali beredar kabar-kabar yang masih sulit diuji kebenarannya. Termasuk info yang beredar melalui rekaman video yang menyebut telur itu ada di Ampenan.

Hanya saja, Mutawalli masih enggan menyebut kabar ini hoax atau benar. Karena harus menunggu hasil uji lab untuk memantapkan kesimpulan. a�?Mungkin senin (hari ini, Red) kita baru bisa tunggu kabarnya dari Dinas Pertanian Provinsi,a�? jelasnya.

Namun ia sendiri ragu telur plastik itu benar-benar diedarkan untuk kepentingan komersil atau ingin cari keuntungan. Logikanya, harga telur asli sangat murah dan terjangkau. Sedangkan telur yang terbuat dari bahan plastik tentu membutuhkan biaya produksi yang tak murah.

a�?Ya bisa saja telur itu dibuat dari plastik, tapi mungkin bukan untuk kepentingan komersil, bisa saja untuk tujuan lain,a�? cetusnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri juga mengatakan timnya ikut turun mengawasi soal kabar telur plastik itu. Timnya ikut bergabung dengan tim dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Dari hasil pengawasan dan pengecekan di lapangan tidak ditemui telur seperti yang dimaksud. a�?Di pasar-pasar tradisional kita tidak ada,a�? yakin Alwan.

Ia pun mengimbau pada warga agar tidak was-was. Warga dapat membeli telur di tempat yang terpecaya. Seperti di minimarket atau supermarket resmi. Menurutnya di sana sudah ada keterangan soal telur. Mulai kapan produksinya hingga sampai hari apa kedaluarsanya.

a�?Jangan sampai mengkonsumsi telur yang sudah diproduksi lama, karena walau asli kalau kedaluarsa tentu tidak baik juga,a�? sarannya.

Dijelaskan Alwan, telur punya waktu bertahan rata-rata sampai satu minggu. Namun tempat produksi di Mataram dan Lombok Barat, punya daya tahan lebih baik.

a�?Bisa di atas satu minggu, karena cangkangnya lebih tebal,a�? ujarnya.

Sejumlah pedagang telur di pasar tradisional di Kota Mataram banyak yang mengambil telur dari daerah sendiri. Sehingga dijaminan telur itu, asli dan tahan lama.

a�?Tapi yang jelas, kita terus melakukan pengawasan soal ini,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost