Lombok Post
Metropolis

Kata Bijak Mohan Bikin Pejabat a�?Bekua�?

H Mohan Roliskana

MATARAM-Ada momen unik yang terjadi. Pada saat pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Kota Mataram, Senin (19/2) kemarin. Mohan yang telah diangkat sebagai Plt, sepertinya mulai membuat para pejabat ketar-ketir.

Uniknya, kali ini cara Mohan bukan dalam bentuk wajah masam, gebrak meja, atau mengancam para pejabat. Tetapi kalimat yang menurutnya sebuah petuah bijak. a�?Terhadap saudara-saudara yang baru saja dilantik,a�? tekan Mohan dengan senyum tipis.

Pernyataan Mohan, seperti menggambarkan sikap yang akan ia tunjukan selama menjadi Plt. Walau secara spesifik ia mengatakan kata bijak itu diperuntukan bagi para pejabat yang baru dilantik. Tapi pesan itu juga relevan bagi pejabat lainnya. a�?Tidak ada yang paling cepat menghancurkan kepercayaan!a�? ujarnya.

Perkataan itu cukup membuat suasana menjadi hening dan beku. Mohan masih sekali dua melemparkan senyum tipis. Lalu menebar pandangan ke banyak pejabat yang tengah duduk rapi di hadapannya. a�?Selain Anda tidak menepati apa yang anda ucapkan!a�? tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Mohan seolah-olah ingin mencitrakan dirinya tidak suka pada orang yang suka mengumbar janji. Padahal realitanya tidak mampu bekerja sesuai harapan. Pada akhirnya kepercayaannya dengan mudah akan luntur. Seiring dengan gagalnya pejabat menunjukan kinerja positif.

Namun ia tetap memberi harapan, sikapnya akan sangat berbangga dan mengapresiasi setiap terobosan, inovasi, dan kerativitas yang mampu diwujudkan setiap pejabat. Tidak hanya pandai berkata-kata tapi hasil nihil. a�?Dan tidak ada yang paling cepat membangun sebuah kepercayaan, kecuali Anda memenuhi apa yang Anda katakan!a�? tegasnya.

Mohan pun yakin perkataanya akan mudah dicerna oleh para pejabat. Selain itu, ia sempat menyindir para bawahan yang kerap ingin menunjukan kepandaiannya di depan pimpinannya. Bagi Mohan, sebenarnya tidak ada soal jika itu dalam rangka untuk meyampaikan ide.

Tetapi jika ujungnya membawa perdebatan hingga akhirnya membuat suasana menjadi tak nyaman antara bawahan dengan atasan, maka hal ini dinilainya tidak produktif bagi roda birokrasi.

a�?Tidak boleh Anda kelihatan pintar dari pada pimpinan Anda, ingat itu. Itu prinsip itu pak,a�? cetusnya.

Kata-kata ini mendapat sambutan tepuk tangan dari para hadirin. Ia mengibaratkan tugas para bahwan seperti angin. Sedangkan pimpinan adalah matahari. a�?Jadi Anda bersihkan awan-awan itu agar cahaya pimpinan Anda itu terang ke bawah,a�? ujarnya.

Namun yang tak kalah menarik pernyataan Mohan soal, sinyal dirinya yang ingin melakukan penggantian pejabat. Ia mengibaratkan jika organisasi pemerintahan di Mataram ini ibarat tim sepak bola.

a�?Kita ini ingin menang, tapi kalau nanti ada satu dia pemain yang sudah tidak memungkinkan lagi kita pasang, ya terpaksa kita tarik!a�? tegasnya.

Sementara itu Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, mengatakan peluang untuk melakukan mutasi masih memungkinkan bisa dilakukan Plt Wali Kota. Dengan catatan ada izin dari Menteri Dalam Negeri. a�?Termasuk kita kaitkan dengan jabatan eselon II, kan ada yang pensiun dalam waktu dekat,a�? kata Eko.

Secara rinci, Eko menjelasan ada beberapa pejabat yang akan pensiun di bulan April dan Juni. Ia masih perlu mengkonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri, peluang melakukan mutasi. a�?Atau kita harus tunggu wali kota definitif,a�? terangnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post