Lombok Post
Metropolis

Belum Berani Tutup Spa Plus-plus, Ini Dalih Pak Bayu!

Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati

MATARAM-Spa plus-plus yang menjamur di Kota Mataram membuat banyak kalangan gerah. Apalagi setelah Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati membenarkan adanya praktek esek-esek bertameng usaha Spa. Bahkan dia sempat menyebut salah satu lokasi. Yakni di Pagesangan Timur.

Bahkan Bayu menilai Lurah Pagesangan Timur belum melakukan pengontrolan pada sejumlah usaha yang berada di wilayahnya. Sehingga sejumlah usaha salon berubah menjadi lokalisasi prostitusi.

a�?Untuk menindaklanjuti masalah ini, saya akan berkoordinasi dengan tiga dinas terkait. Apakah langkah dan tindakan yang akan kita lakukan pada masalah itu,a�? tutur mantan Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram itu.

Nantinya, hari ini (22/2), Bayu bersama Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Dinas Tenaga Kerja, dan sejumlah camat akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah Spa Plus-Plus tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”wppas_adzones” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Besok (hari ini), saya bersama tiga dinas dan camat akan melakukan sinkronisasi untuk mengambil sikap atas usaha Spa Plus-Plus itu. Jika klop, kita akan turun saat itu juga,a�? tegasnya.

Selain menunggu hasil akhir dari tiga dinas terkait usaha tersebut, Bayu mengaku tidak bisa asal melakukan penertiban. Hal itu dikarenakan dirinya belum memiliki data pasti terkait izin usaha, izin kesehatan, hingga izin tenaga kerja.

a�?Yang pasti saya akan turun, tapi tidak dengan grasa-grusu. Sama seperti kita menuangkan air ke dalam botol, tidak boleh cepat-cepat, harus pelan-pelan,a�? jawabnya.

Dengan pola kerja seperti itulah, nantinya Bayu bersama sejumlah anggota melakukan penertiban pada salon kecantikan yang cukup meresahkan masyarakat di wilayah Pagesangan Timur. a�?Tenang, pelan-pelan pasti kita tindaklanjuti kok,a�? ungkapnya.

Selain itu, Bayu juga meminta agar para pengusaha Spa Plus-Plus yang ada di Kota Mataram bekerja sama dengan pihaknya. Agar usaha yang dimiliki para pengusaha tersebut tidak merugikan pengusaha lainnya. a�?Jangan sampai ibu-ibu takut masuk ke salon, gara-gara citra salon atau Spa itu negatif. Maka dari itu, saya minta agar para pengusaha proaktif dan jangan cuek,a�? tegasnya.

Terkait ada sejumlah oknum yang merasa tersindir, ketika ia menjelaskan ada beberapa lokasi yang terindikasi menjadi Spa Plus-Plus. Bayu mengaku tidak memusingkan sindiran tersebut.

a�?Kalau mau datang, datang saja ke kantor. Jangan tersindir lah, selama tidak ada apa-apa, ndak usah tersinggung lah,a�? tutupnya.

Terpisah, Lurah Pagesangan Timur, Lala Fatribana mengaku akan langsung turun ke lapangan untuk melihat sejumlah usaha Spa dan salon yang dianggap menyimpang. a�?Ini menjadi masukan saya, hari ini saya akan langsung turun ke lokasi,a�? kata Lala. (tea/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost