Headline Politika

Efisiensi Anggaran Jadi Kunci, Pembangunan Adil Harga Mati

Sumbawa besar menjadi salah satu basis massa pendukung, simpatisan, hingga relawan calon Gubernur NTB dari jalur perseorangan Ali BD. Menyambangi Tana Samawa, Ali BD disambut gemuruh puluhan ribu warga yang ingin melihatnya menjadi Gubernur NTB mendatang.

—————————————-

SEPERTI biasa, kedatangan Ali BD ke tengah-tengah masyarakat selalu mendapat sambutan hangat. Tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Bertandang ke dua kecamatan yakni Pelampang dan Kecamatan Sumbawa, kehadiran Ali BD membawa secercah harapan bagi masyarakat Sabalong Samalewa. Mengingat ia menjadi satu-satunya calon gubernur yang maju melalui jalur independen di Pilkada Gubernur NTB.

a�?Terima kasih kepada puluhan ribu masyarakat Sumbawa yang telah mendukung saya maju melalui jalur independen. Dukungan KTP masyarakat Sumbawa membuat saya yakin kalian adalah orang yang ingin maju dengan kebebasan sehingga memilih independen,a�? ucap Bupati Lotim Ali BD kepada masyarakat Sumbawa yang berkumpul di Gedung Wanita, Sumbawa Besar kemarin (21/2).

Semenjak pagi, kehadiran sosok yang identik dengan kacamata hitam ini memang sudah mulai diketahui warga Sumbawa. Di sejumlah sudut jalan kota dan pedesaan, para relawan berkumpul di pinggir jalan depan posko pemenangan menanti kehadiran dirinya. Mulai di Pelampang, Gedung Serbaguna Kecamatan Pelampang menjadi saksi bisu ribuan warga datang menyambung silaturahmi dengan calon gubernur nomor urut 4 tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”wppas_adzones” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Sama seperti di sejumlah tempat yang dikunjunginya di Bima dan Dompu, kedatangan Ali BD untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Sehingga, ini bisa menjadi catatannya untuk diselesaikan saat duduk menjadi gubernur nanti.

Di Pelampang, persoalan yang hampir sama dihadapi warga kecamatan ini dengan warga Bima dan Dompu. Masyarakat yang sebagian besar sebagai petani ini mengaku menghadapi sejumlah kendala terkait persoalan pertanian. Mulai dari masalah pupuk hingga irigasi.

a�?Pupuk ini menjadi persoalan yang selalu dikeluhkan masyarakat NTB. Mulai dari Sape, Bolo, Dompu, hingga Pekat. Sekarang di Sumbawa seperti ini, jadi ini memang perlu perhatian serius dari pemerintah daerah maupun Provinsi,a�? jelas Ali BD.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan secara terus menerus, Ali BD mengaku bukan tidak mungkin harga pupuk kian melambung akibat permainan oknum tertentu. Sementara di satu sisi, biaya produksi petani otomatis akan bertambah. a�?Di Lombok Timur (Lotim) untuk mengatasi kelangkaan pupuk ini kami membentuk Perusahaan Daerah PD Agro Selaparang. Perusahaan inilah yang menjamin ketersediaan pupuk bagi masyarakat petani,a�? terang Ali BD.

Sehingga, ketika musim tanam tiba, para petani tidak perlu lagi berteriak dan mengalami kesulitan terkait persoalan pupuk. Selain persoalan pupuk, masalah irigasi juga menjadi persoalan yang dihadapi para petani. Sehingga, Ali BD menegaskan keberadaan bendungan wajib hukumnya dibangun di Sumbawa untuk meningkatkan hasil pertanian para petani.

Selain itu, ketimpangan antara pembangunan di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok menjadi pertanyaan utama warga Sumbawa kepadanya. Hal itu pun dikatakan pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini bukan kali pertama di dengarnya. a�?Persoalan ini adalah yang paling sering saya dengar dari masyarakat Sumbawa. Dalam perasaan orang Sumbawa pembangunan NTB sekarang tidak adil,a�? kata Ali BD.

Ini disebabkan ada beberapa hal yang membuat warga merasa kondisi ketidakadilan seperti ini. Sebagai contoh adalah infrastruktur jalan. Dimana, jalan di Pototano hingga Sape mencapai sekitar 240 kilometer. Sementara Mataram-Kayangan sepanjang 75 kilometer. Banyak ruas jalan di Pulau Sumbawa yang masih sangat tidak layak dan rusak parah. Hal ini dikatakan karena luas Pulau Sumbawa mencapai 16.000 kilometer persegi sementara Pulau Lombok dikatakan Ali BD sekitar 4.000 kilometer persegi.

a�?Pulau Sumbawa empat kali Lombok. Hanya saja ada ketimpangan jumlah Penduduk, di Sumbawa sekitar 1,5 juta sementara di Pulau Lombok jumlah penduduknya 3,3 juta jiwa. Untuk itu pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa menjadi solusinya,a�? jelas Ali BD.

Namun, sebelum PPS terbentuk, pemerintah Provinsi NTB dikatakannya harus memikirkan cara untuk memberikan keadilan bagi masyarakat NTB di Sumbawa. Caranya yakni dengan mengefisiensikan anggaran yang selama ini menurut Ali BD banyak digunakan hura-hura oleh pegawai daerah.

a�?Berhenti menggunakan APBD pemerintah provinsi untuk kegiatan ini-itu yang hanya menghabiskan uang negara. Efisiensikan anggaran yang ada untuk pembangunan maka Insya Allah banyak hal yang bisa kita bangun dan lakukan,a�? jelasnya.

Sebagai contoh, di Lotim Ali BD memaparkan anggaran untuk belanja pegawai hanya mencapai 45 persen. Berbeda dengan daerah lain yang ada di NTB maupun di Indonesia mencapai 60 persen lebih. Dengan menerapkan efisiensi anggaran ini, Pemda Lotim bisa membangun banyak hal tanpa berhutang. Mulai dari pasar, bangunan Kantor Bupati dan DPRD Lotim hingga jalan-jalan. a�?Makanya saya ini tidak popular di kalangan ASN. Saya tidak hiraukan itu, yang penting uang negara bisa maksimal digunakan untuk kesejahteraan rakyat,a�? ungkapnya.

Biaya pertemuan, biaya perjalanan keluar daerah hingga biaya pesta karaoke dan hura-hura tak jelas menurut Ali BD harus dipangkas. Pemimpin harus tegas untu menghemat uang daerah dan membelanjakannya dengan tepat dan efisien. Ini akan berdampak besar pada pembangunan dengan anggaran yang dinilai sangat minim dibandingkan daerah lain. Dimana APBD NTB saat ini dijelaskannya sekitar 5,5 triliun. Jika tidak diefisiensikan dengan baik, maka pembangunan yang adil dan merata mustahil terwujud.

a�?Makanya saya senang lewat independen, ini artinya pembebasan dan kebebasan. Kebebasan ibarat sisi lain mata uang dengan kemajuan. Tidak ada kemajuan tanpa kebebasan,a�? ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Dengan maju bersama rakyat melalui jalur independen, Ali BD mengaku tidak akan pernah bisa dikekang oleh kepentingan politik partai. Karena ia merupakan pemimpin yang berasal dari rakyat yang bebas tanpa dikendalikan oleh partai politik pengusung.

a�?Kepala daerah tidak menjadi perwakilan daerah yang hanya menjalankan tugas sesuai arahan dari pemerintah pusat. Pemimpin daerah itu harus punya visi jauh ke depan membangun daerah bersama rakyatnya,a�? tegasnya dengan semangat tinggi.

Terakhir, ia mengapresiasi masyarakat Pulau Sumbawa yang menurutnya demokratis dan egaliter. Karena teralih memberikan dukungan padanya untuk mewakili mereka maju menjadi calon gubernur NTB.

a�?Sangat tepat kita memilih jalur independen,a�? tandas Ali BD. (*/r8)

Related posts

Besok, Seluruh JCH Bergeser ke Arafah

Redaksi Lombok Post

Dewan Buru Jawaban Kemal, Terkait Raibnya Taman Jalan Bung Hatta

Redaksi Lombok Post

Calo Unram Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Redaksi Lombok Post