Lombok Post
Headline Kriminal

Sindikat Curanmor Ditembak Polisi

KENA TEMBAK: WA saat digiring petugas menuju sel tahanan Polres Mataram, kemarin (21/2). WA merupakan terduga pelaku curanmor di wilayah Kota Mataram. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Buronan terduga pelaku pencurian motor di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Pagesangan Timur, dengan inisial WA ditangkap polisi. Dia menyusul rekannya yang kini tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.

Penangkapan WA dilakukan tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram, Selasa malam (20/2). Pelaku ditangkap di pinggir Jalan Raya Batujai, Lombok Tengah (Loteng).

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, pelaku merupakan anggota sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Mataram. Dari interogasi sementara, yang bersangkutan diketahui lebih dari tiga kali melakukan pencurian.

“Masuk sindikat curanmor. Rekannya yang di TKP Pagesangan itu sudah tertangkap lebih dulu,” kata Muhammad, kemarin (21/2).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Untuk setiap TKP, kata Muhammad, pelaku selalu berganti-ganti rekan kejahatan. Termasuk kejahatan yang dia lakukan di Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, awal Agustus 2017 lalu.

Dalam aksinya tersebut, pelaku bersama rekannya yang sudah divonis, mengintai korbannya. Sesaat setelah korbannya naik ke masjid untuk menunaikan Salat Subuh, keduanya beraksi dengan membobol kontak motor dengan menggunakan kunci letter T.

Muhammad mengatakan, dari penyelidikan, tim berhasil menangkap Dedi sekitar September tahun lalu. Setelah itu, karena pencarian terhadap WA belum menemui titik terang, polisi menerbitlan daftar pencarian orang (DPO) atas nama WA.

“Sudah dicari beberapa bulan, tidak ketemu, akhirnya kita terbitkan DPO,” ujar dia.

Polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan pelaku. Muhammad mengatakan, WA terdeteksi berada di wilayah Loteng. Karena itu, petugas langsung melakukan pengejaran.

Sekitar pukul 20.00 Wita, di Jalan Raya Batujai, tim opsnal melihat pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario. Saat itu juga langsung dilakukan pengejaran. Ketika berhasil memepet pelaku, WA justru berusaha kabur dengan meninggalkan motornya.

Melihat itu, petugas berusaha memperingati pelaku dengan tembakan peringatan. “Tapi, pelaku malah terus lari. Akhirnya diberi tindakan diskresi. Melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kirinya,” kata Muhammad.

Sementara itu, WA mengaku hanya tiga kali saja melakukan pencurian. Aksinya dilakukan di wilayah Gomong, Pagutan, dan Kekalik. Dia menyasar korbannya yang kebanyakan mahasiswa dan tinggal di kos.

“Biasanya di kosan aja ambilnya,” kata dia.

Motor hasil curian itu, kata dia, kemudian digadai atau dijual kepada seseorang. Satu motornya dilepas seharga Rp 1,4 juta hingga Rp 1,6 juta. Hasil penjualan tersebut dibagi dua dengan rekan kejahatannya.

“Dipakai untuk beli kebutuhan aja,” tutup WA.(dit/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost