Lombok Post
Politika

Nyoblos Masih Lama, Banyak Hal Bisa Berubah

BACA NASKAH: Empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur NTB saat deklarasi pilkada damai, beberapa waktu lalu. Wahyu/Lombok Post

MATARAM– Penentuan masyarakat memilih pemimpinnya untuk empat pilkada serentak baru akan dilangsungkan 27 Juni mendatang. Artinya masih ada waktu lebih dari empat bulan sebelum hari H penentuan nasib empat daerah yang menggelar pemilihan.

Dengan waktu yang sangat lama itu, banyak hal bisa terjadi. Di Lombok Timur (Lotim) misalnya, pasangan Ali Masadi dan Putrawan Habibi disebut banyak kalangan sebagai yang paling rendah peluangnya.

“Saya hanya yakin dengan keyakinan saya sendiri,saya tidak percaya survei,” kata Ali A�Masadi terkait banyak pihak yang neremehkannya.

Jikapun benar posisinya saat ini paking buncit, dengan empat bulan tersisa, sangat mungkin keadaan bisa dibalikkan. Dalam kasus Lombok Barat (Lobar), pasangan H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun kerap disebut-sebut sebagai yang tertinggi popularitasnya. Namun seiring kini cuti yang diambil Fauzan dan pengunduran diri Sumiatun, perlahan pasangan lain mulai menunjukkan eksistensi. Pasangan HM Izzul Islam dan TGH Khudari, serta pasangan Nauvar Farinduan dan TGH Muammar Arafat dipercaya sudah dekat. Bisa saja keduanya mengejar bahkan menyalip, karena posisi semuanya kini sama-sama tak menjabat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Kami yakin dengan peluang kami,” kata Khudari.

A�Pilgub NTB menjadi gambaran lain banyaknya para jawara yang bertanding. Ada tiga kepala daerah tingkat dua, dan satu wakil kepala daerah tingkat satu. Serta dua mantan anggota DPR RI dan DPRD NTB. Kini kesemuanya bertanding dengan posisi sama-sama tak menjabat.

“Di Lotim kami yakin sudah sangat menempel Ali BD,” klaim Ketua Demokrat NTB TGH Mahally Fikri.

Dia yang menjadi tim pemenangan Zul-Rohmi percaya peluang jagoannya. Pasangan nomor urut dua tak kalah yakin. Ahyar-Mori percaya mereka yang akan memenangkan pertarungan.

“Posisi sekarang Lobar dan Mataram sudah jadi milik kita, Bima dan Dompu juga,” klaim Ahyar.

Namun para pesaing tentu tak tinggal diam. PasanganAli-Sakti misalnya, baru saja merampungkan roadshow Pulau Sumbawa. Mereka percaya, hal itu memberi dampak signifikan. “Nomor empat menang,” ujar Sakti. (yuk/r4/*)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost