Lombok Post
Headline Politika

Terlibat Kampanye, Empat ASN Kota Bima Disidang

KLARIFIKASI : Klarifikasi dugaan pelanggaran kampanye dengan menghadirkan Camat Raba SF di Kantor Panwaslu Kota Bima, Sabtu sore (24/2). YETY/ RADAR TAMBORA

KOTA BIMA a�� Empat A�aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bima memenuhi undangan klarifikasi yang dilayangkan Panwaslu Kota Bima, Sabtu (24/2). Dari lima orang yang dilaporkan, ternyata hanya empat orang yang ASN. Tiga diantaranya adalah Camat Raba SF, Lurah Ntobo SR dan staf Diskominfo Kota Bima RL. Sementara AN, statusnya bukan ASN. Yang berstatus ASN adalah suaminya.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), Camat Raba SF hadir di kantor Panwaslu Kota Bima pukul 16.15 Wita. Kemudian disusul Lurah Ntobo SR pukul 17.15 Wita dan RL pukul 17.25 Wita. Tiga ASN tersebut dimintai klarifikasi secara terpisah dan berlangsung lebih dari satu jam.

A�A�Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman menjelaskan, undangan klarifikasi untuk lima ASN yang dilaporkan oleh tim Lutfi a�� Feri (LUTFER) tersebut sudah dilayangkan. Klarifikasi dilakukan Sabtu sore. Namun bagi yang belum sempat hadir klarifikasi dilaksanakan Minggu (25/2).

Dikatakan Sukarman, AN dan MT sudah dilakukan klarifikasi pada Minggu (25/2). Saat dilakukan klarifikasi terungkap bahwa, AN yang sebelumnya disebut sebagai kepala sekolah di Kendo ternyata bukan ASN. Yang ASN adalah suaminya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

a�?AN ini bukan ASN, yang ASN itu suaminya,a�? jelas Sukarman, kemarin (25/2).

Ditambahkannya, hasil klarifikasi dengan ASN tersebut belum bisa dibeberkan. Karena akan dibahas terlebih dahulu antara Panwaslu dengan Tim Sentra Gakumdu.

a�?Hasil klarifikasi itu bersifat rahasia dan akan kami bahas dengan Gakumdu,a�? tegasnya.

Sementara untuk pelapor dan saksi, diakui Sukarman, sudah dimintai keterangan juga. Dari lima orang saksi yang diajukan, hanya tiga orang dimintai keterangan.

a�?Pelapor dan saksi sudah kami mintai keterangan Juma��at, red. Saksi hanya tiga orang dan itu sudah memenuhi syarat secara hukum,a�?katanya.

Kasus ini bermula ketika Tim Pemenangan Pasangan LUTFER, Anu Sirwan menandatangani laporan Kamis siang (22/2) di Kantor Pasnwaslu Kota Bima. Namun sebelumnya ia melaporkan dugaan keterlibatan ASN tersebut pada Selasa sore (20/2). Sementara kejadian dugaan kampanye yang dilakukan Camat Raba SF pada Minggu (18/2). (yet/r4)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost