Politika

Kampanye Suhaili-Amin di Mataram, Mohan Tak Datang, Petinggi PKB Tak Kelihatan

MATARAM– Pasangan HM Suhaili FT dan HM Amin melanjutkan safari kampanye di Lombok. Setelah mengunjungi Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara, kemarin (27/2) giliran Mataram yang disambangi.

Sayangnya di ibu kota NTB ini, sambutan terhadap paket nomor satu tampak tak begitu meriah. Sempat ramai di awal, saat Suhaili berpidato justru banyak kursi sudah kosong ditinggalkan massa. Kampanye yang dimulai pukul 14.00 Wita itu lebih banyak diisi lantunan lagu, terutama dangdut. Lebih satu jam lamanya silih berganti musik dimainkan. Hingga tiba giliran Amin berpidato, ia mulai mengumbar aneka capaian bersama Gubernur TGB HM Zainul Majdi yang menjadi pasangannya saat ini.

“Kami adalah pasangan yang paling mengerti kondisi di NTB,” kata Amin.

Hal itu tak lain karena ia sudah lima tahun mendampingi TGB, dan Suhaili sudah memasuki periode kedua kepemimpinan di Lombok Tengah. Mereka berdua, lanjut Amin, maju dengan semangat membangun NTB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Kami hafal potensi daerah ini,” katanya menutup pidato singkat yang hanya 15 menit lamanya, dimulai 15.34 Wita, berakhir 15.49 Wita.

Sementara Suhaili yang tampil kedua juga nyaris tak menjabarkan visi dan misi sama sekali. Dia memulai naik mimbar dengan berdendang lagu dangdut. Selanjutnya, seperti biasa yang sudah menjadi ciri khas kampanyenya, ia menebar pesan damai pada para pendukung. Saat Suhaili berpidato itulah, satu demi satu massa mulai balik kanan. Ruangan yang sempat penuh kini lebih banyak yang kosong. Namun Suhaili tak surut, ia terus memberikan pesan pada para pendukungnya.

Dalam kesempatan itu, ia memuji tiga pasang kandidat lainnya. Menurut Suhaili mereka juga orang-orang pilihan.

“Kami berikhtiar, Allah menentukan,” ujarnya.

Secara khusus ia memberi porsi lebih membahas TGH Ahyar Abduh. Dikatakannya, Ahyar yang juga kader Golkar dan wali Kota Mataram adalah saingannya dalam pilkada semata. “Jangan sampai beda pilihan lantas putus silaturahmi,” ucapnya.

Dia mengatakan maklum atas kondisi di Mataram. Ketika sejumlah kader Golkar memiliki kedekatan emosional lebih dengan Ahyar. Termasuk Ketua Golkar Mataram saat ini H Mohan Roliskana yang bahu membahu bersama Ahyar memimpin Kota Mataram.

“Kalau pun di Mataram kami tak ada suara, di kabupaten lain Insya Allah banyak. Kalau mau memilih yang lain silakan, jangan sampai putus saudara,” ujarnya tetap optimis.

Selain dihiasi bangku kosong, kampanye terbatas di Mataram itu juga menghadirkan sejumlah hal tak biasa lainnya. Di atas panggung Gedung Al-Ihsan, hanya ada petinggi Golkar dan Nasdem saja. Nihil PKB yang sebenarnya juga merupakan partai pengusung. Dalam ruangan itu, bendera PKB juga hanya satu biji saja di pojok belakang atas. Makin mengindikasikan dukungan yang tak penuh sebagaimana prediksi sejumlah kalangan selama ini. Selain itu, Mohan Ketua Golkar Mataram juga tak hadir.

“Beliau (Mohan, Red) berhalangan, tapi di kesempatan berikutnya sudah janji,” kata Suhaili.

Kampanye itu juga dihadiri banyak anak di bawah umur. Padahal dalam pembukaan acara, salah satu kader Golkar membacakan izin yang diperoleh, yang salah satu poin syaratnya adalah tidak menyertakan anak-anak usia tujuh tahun kebawah. Menutup pidato 22 menitnya, Suhaili kembali bernyanyi. “Dalam kesempatan ini saya tak akan banyak janji program,” katanya sesaat sebelum mulai melantunkan lagu. (yuk/r4)

Related posts

Bang Zul Maunya Sama Siti Rohmi Aja

Redaksi Lombok post

Ali Sindir Gaya Ahyar Selesaikan Konflik

Redaksi Lombok Post

Sebenarnya Mau, tapi Masih Malu-malu

Redaksi Lombok post