Lombok Post
Politika

Terlibat Kampanye, Empat Aparatur Desa Disidang

ilustrasi pengadilan

LOMBOK BARAT a�� Empat aparatur desaA� yang diduga ikut dalam kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Lombok Barat (Lobar) memeunuhi undangan klarifikasi Panwaslu Kecamatan Kuripan, kemarin (27/2). Keempat orang ini adalah Kepala Desa (kades) Jagaraga, Sekretaris Desa (sekdes) Jagaraga, Kepala Dusun (kadus) Jagaraga dan Kadus Buntage Desa Giri Sasak. Mereka dimintai klarifikasi secara terpisah dan berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Ketua Panwaslu Kecamatan Kuripan Saipullah mengatakan dugaan yang disangkakan pada kades, sekdes dan kadus Jagaraga bermula dari kegiatan kampanye yang dilakukan oleh paslon nomor urut tiga H Fauzan Khalid-Sumiatun (ZAITUN). Kegiatan tersebut berupa lomba memancing. Sebelum dimulai, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagai acara. Salah satunya pemberian sambutan dan saat itu kades diberi kesempatan untuk memberikan sambutan.

a�?Ada kalimat-kalimat yang dilontarkan dalam sambutan beliau, berupa jargon dari paslon nomor urut tiga, ayo kita sopoq angen,a�? kata Saipullah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Hal itu dianggap mengkampanyekan paslon tersebut. Sementara sekdes yang saat itu turut hadir, ia berlakon sebagai pembawa acara untuk lomba memancing tersebut. Untuk kadus Jagaraga sendiri, Panwaslu menemukan postingan foto-foto saat berada di kegiatan tersebut.

a�?Itu semua patut dicurigai bahwa mereka ini secara langsung terlibat, maka kami berhak untuk mengklarikasi mereka,a�?ucapnya.

Sedangkan kadus Buntage, dirinya terciduk menghadiri kampanye paslon nomor urut dua Naufal Farinduan-TGH Muamar Arafat (F-One). Bukti yang diberikan adalah foto dan juga video.

a�?Ini kan sudah termasuk tindakan pidana, karena sudah jelas di aturan tentang larangan kampanye,a�?tegasnya.

Dalam ketentuan jika nantinya mereka terbukti melakukan tindak pidana pemilu, keempatnya akan diberi sanksi berupa kurungan minimal satu tahun penjara dan denda paling banyak 12 juta rupiah. Berikutnya untuk hasil klarifikasi dari keempat terduga ini akan diberikan ke Gakkumdu untuk proses lebih lanjut.

Sementara di hari yang sama, kemarin, Panwascam Kecamatan Kuripan melakukan pencegahan kegiatan kampanye paslon nomor urut tiga, ZAITUN di Kuripan Timur.

a�?Kami dapat info bahwa kegiatan kampanye ZAITUN ini akan dilakukan di madrasah, dengan itu kami meminta para tim ZAITUN untuk tidak melakukannya di sana,a�?katanya.

Diketahui bahwa kegiatan tersebut telah mengantongi izin dari kepolisian, namun Panwaslu tetap tidak mengizinkan karena melakukan kampanye di sekolah. Sekolah merupakan tempat terlarang untuk melakukan kegiatan kampanye.

a�?Sekalipun ada izin, tetap tidak boleh. Tapi tadi informasi terakhir, kegiatannya dipindah ke rumah tuan gurunya.A� Ya itu boleh dan lebih baik daripada di sekolah,a�?pungkasnya. (cr-eya/r4)

Berita Lainnya

Demokrat Kawal Gubernur Zul

Redaksi LombokPost

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post