Lombok Post
Metropolis

Spa Plus-Plus Itu Serem

Luh Sri Kristanti L

MATARAM-Keberadaan Spa yang terindikasi melayani a�?hal laina�? membuat warga Kota Mataram mulai berkomentar. Tak semua warga bersedia dikorankan komentarnya, akan tetapi, ada juga yang merasa perlu untuk memberikan satu dua kata.

Dewi Sayu Veronika, seorang warga Kota Mataram mengaku mengetahui keberadaan tempat Spa yang tidak hanya melayani pijit saja. Ia dengan terbuka mengatakan sebuah tempat yang ia tahu letaknya.

“Ini harus diperjelas aturannya. Dari dulu tempat itu tetap buka,a�? kata perempuan yang akrab disapa Ayu.

Sependapat dengan Ayu, Komala Purnayanti, warga Kota Mataram lainnya mengatakan, Spa itu seharusnya terdaftar di organisasi usaha Spa yang ada di NTB. Menurutnya, perkumpulan pengusaha, atau pun terapis Spa itu sudah ada. Bagi Komala, kalau ingin meyakinkan, sebaiknya di tempat spa tersebut ada terpampang sertifikat keanggotaan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Begitu juga dengan sertifikat para terapisnya,a�? tegas Komala dengan suara yang sedikit dikecilkan.

Berbicara tentang Spa entah mengapa menjadi sangat sensitif. Apalagi bila dibumbui dengan Spa esek-esek. Beberapa yang coba dimintai keterangan oleh Lombok Post tidak bersedia memberikan komentar. Terlebih pada laki-laki. Menurutnya, malu saja untuk menampangkan dirinya untuk berkomentar tentang Spa di Koran.

Selain malu, alasan lainnya juga karena sama sekali tidak tahu. Luh Sri Kristanti L misalnya, ia mengatakan tidak terlalu mengetahui kepastian tentang Spa yang dikatakan ada plus-plusnya itu. Namun dimintai keterangan tentang tempat itu, ia menganggap tempat seperti itu tentu menakutkan baginya. a�?Serem,a�? kata Luh Sri Kristanti L yang akrab disapa Mita.

Mita sendiri mengaku rutin mengunjungi tempat Spa. Sekali sebulan, atau ketika badannya tiba-tiba minta dipijat. Namun selama ini ia selalu ke tempat Spa langganannya yang menurutnya memiliki terapis yang terpercaya, dan tempat tersebut merupakan salah satu salon terkenal dan besar di Mataram.

Karena adanya kabar mengenai Spa plus-plus, Mita mengaku selalu menemani suami ketika pergi ke salon. a�?Di luar kata menjaga, saya juga melakukan itu untuk memperbanyak waktu bersama dengan suami,a�?A� kata Mita tersenyum.

Menurutnya, Spa plus-plus cukup mengkhawatirkan. a�?Apalagi saat ini banyak pelakor ya,a�? katanya sambil mengangkat kedua tangan, memberi kutipan pada kata pelakor.

Mita pun berharap, agar pemerintah bisa menjalankan peraturan yang ada.

Berbicara mengenai hal yang sama, Ibnu Jauzi, seorang guru seni dari Kota Mataram melihat keberadaan Spa dari dua sisi. Pertama positif jika digunakan sesuai dengan manfaatnya, yakni menyehatkan. Kedua, negatif jika berbicara tentang plus-plusnya.

Ia menegaskan kalau hal tersebut memberikan citra yang negatif untuk Kota Mataram yang selama ini terkenal dengan jargon, Maju, Religius, dan Berbudaya. a�?Jangan sampai tempat seperti ini lambat laut menjadi tren baru bagi anak-anak muda,a�? tandasnya. (tih/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post