Lombok Post
Headline Metropolis

Hari Jadi NW ke-65, Rekatkan Persatuan untuk NKRI

FESTIVAL HADROH: Ketua PBNW Hj Siti Raehanun Zainuddin Abdul Madjid didampingi Ketua Dewan Mustasyar PBNW TGH Lalu Gde Ali Wire Sakti Amir Murni, RTGB Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, serta Sekjend PBNW Lalu Abdul Muhyi Abidin saat membuka Festival Hadroh dalam rangka rangkaian peringatan hari jadi NW ke-65, kemarin (1/3).

MATARAM-SebanyakA�60 grup memeriahkan Festival HadrohA�yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), kemarin (1/3).A�Festival yang menjadi rangkaian peringatan hari jadi ke-65 NW itu dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Darul Mujahidin NW di Kota Mataram.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (DPWNW)A�RTGB Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, menyampaikan kepada seluruh Jamaah NW untuk merekatkan persatuan. Juga bersinergi dengan semua kalangan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

a�?Mari kita jadikan momentum hari jadi NW yang ke-65 untuk menyegarkan semangat kita bersama untuk terus berkomitmen dalam membangun marwah Indonesia agar lebih dikenal dunia,” ajak RTGB kepada segenap Jamaah NW yang hadir.

Ia menambahkan,A�hari jadi NW adalah ajang refleksi ke depan agar jauh lebih bijak dan jujur dalam menghadapi perkembangan global yang tidak bisa dihindari.A�Sehingga NW terus menyiapkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) jamaah agar mampu bertahan dari serangan globalisme yang cenderung meruntuhkan sendi-sendi keimanan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

“NW ke depan harus lebih kompak dan terus bergerak dalam dakwah Islamiyah yang damai, santun, jujur, dan bermartabat,” ajaknya.

RTGB Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menambahkan,A�Festival Hadroh tersebut digelar untuk terus mendorong kreativitas pelajar terutama sektor keagamaan agar tumbuh kreatif.

Bagi Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani, festival ituA� juga bisa sebagai sarana konsolidasi dan silaturahmi antar pelajar. Potensi bermusik Hadroh di lingkungan pelajar saat ini mulai cukup besar. Kesenian Hadroh merupakan salah satu kesenian khas Islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam.

“Hadroh ini kan musik religi, jadi kami ingin kreativitas remaja dan santri khususnya dalam bermusik mendapatkan tempat di hati Nahdiyyin Nahdiyyat kaum muslimin muslimat. Makanya kami adakan Festival Hadroh ini,” ujarnya.

Sementara itu,A�Sekretaris Pengurus DPW NW DR H Fahrurrozi Dahlan mengungkapkan, festival tersebut diikuti 60 group Hadroh. Setelah dibuka kemarin, puncak festival nanti pada Sabtu (3/3) mendatang.

Dijelaskannya, Festival Hadroh tersebut diharapkan bisa masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori peserta terbanyak. Panitia sudah mempersiapkan sarana prasarana, termasuk juri yang memberikan penilaian.

a�?Mudah-mudahan bisa masuk dalam rekor MURI Hadroh terbanyak,a�? harap dia.

Sebelum Festival Hadroh dimulai, sejak pagi dilaksanakan pembacaan hizib yang diikuti seluruh jamaah NW yang datang dari seluruh Indonesia. Sementara pada siangnya, panitia menggelar konser amal yang dimeriahkan penyanyi religi Opick.

Ia menambahkan untuk hari ini, PW NW bakal menggelar kegiatan simposium penulis muda nusantara. Sedangkan untuk acara puncak hari Sabtu (3/3) mendatang, diisi dengan pengajian akbar yang akan dihadiri para kyai yang terhimpun dalam Asparagus ( Asosiasi Para GUS) serta ulama dari negara Yaman.

a�?Acara intinya pada Sabtu. Banyak tamu kita para kyai yang terhimpun dalam Asosiasi Para GUS dan Insya Allah dari Yaman juga hadir,a�? terangnya. (dit/r8/adv)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost