Lombok Post
Headline Metropolis

NTB Dapat Durian Runtuh, Jadi Destinasi Wisata Delegasi IMF-Bank Dunia

TINJAU LOKASI: Meko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) meninjau KEK Mandalika, yang akan menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi peserta IMF-WBG Annual Meeting 2018, kemarin (1/3). ITDC For Lombok Post

MATARAM-NTB benar-benar ketiban durian runtuh, menyusul dipilihnya daerah ini sebagai destinasi utama delegasi pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia atau World Bank Group (WBG), Oktober 2018. Pertemuan tahunan tersebut akan dihadiri sedikitnya 18 ribu delegasi dari 189 negara. Sebanyak 6.000 di antaranya dipastikan akan melancong ke NTB.

Pertemuan tahunan sendiri akan dipusatkan di Bali. Dan selepas pertemuan usai, para delegasi akan melanjutkannya dengan agenda berwisata. Salah satunya ke Lombok. Selain ke Banyuwangi, Jogjakarta, Pulau Komodo, Danau Toba, Toraja dan Jakarta.

Dalam pertemuan tahunan ini, sebanyak 20 kepala negara telah memastikan hadir. Selain tentu juga menteri keuangan dan kepala bank sentral dari 189 negara dimaksud.

Kemarin (1/3), untuk mengecek kesiapan NTB menyambut ribuan delegasi annual meeting IMF-WBG yang berwisata ke NTB, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo melihat dari dekat destinasi-destinasi utama milik NTB yang akan dikunjungi tamu-tamu negara yang istimewa tetsebut nantinya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Menko Luhut yang merupakan Ketua Panitia Nasional Annual Meeting IMF-WBG begitu tiba dengan pesawat khusus di Lombok International Airport (LIA) bersama Sri Mulyani dan Agus Marto melihat langsung kesiapan bandara kebanggaan NTB ini. Mengingat LIA sendiri memang disiapkan sebagai salah satu bandara home base bagi para delegasi IMF-WBG. Sebab, tidak semua pesawat delegasi akan mampu tertampung di Bali, terutama pesawat yang menginap selama annual meeting berlangsung.

Saat Menko Luhut tiba, LIA memang sedang dibenahi. Ada pekerjaan area di terminal untuk kepentingan perluasan terminal penumpang dan juga untuk pemasangan dua unit garbarata baru. Melengkapi dua garbarata yang sudah ada saat ini.

Sementara di sisi luar terminal, ada pembenahan besar-besaran di areal drop zone di bagian depan terminal bandara. Dibuat pula selasar panjangA� yang akan menjadikan para pengguna bandara semakin nyaman baik saat datang maupun berangkat.

Luhut, Sri Mulyani, dan Agus Marto yang didampingi Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti mendapat penjelasan otoritas bandara soal pembenahan-pembenahan yang sedang dilakukan di LIA. Luhut pun menginstruksikan seluruh pembenahan itu, termasuk perluasan terminal sudah harus tuntas September 2018. Itu berarti sebulan sebelum Annual Meeting IMF-WBG dimulai.

Dari bandara, rombongan Menko Luhut kemudian bertolak ke KEK Mandalika Resort. Kawasan wisata ini menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi delegasi IMF-WBG untuk berwisata. Selain mendapat pemaparan dari Direktur Utama PT Indonesia Tourisam Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer, Luhut juga mengunjungi sejumlah titik utama di Mandalika, tarutama yang ada di pinggir pantai dengan pasir putih nan memikat.

Di sela kunjungan tersebut, dibandingkan setahun lalu kata Luhut, kini progres KEK Mandalika sudah sangat bagus. September mendatang semua infrastruktur sudah akan rampung, dan sudah harus lebih bersih.

Luhut A�melanjutkan, ajang IMF-WBG di Bali akan kian mendongkrak nama Indonesia di kancah internasional. Mengingat sedikitnya 18 ribu delegasi yang akan hadir. Tidak hanya berlibur di Bali, mereka juga akan berkunjung ke sejumlah daerah lain, termasuk Lombok. Dan kesempatan tersebut juga kata dia, akan menjadikan Lombok kian mendunia.

Luhut mengungkapan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde yang awal pekan ini bertemu Presiden Joko Widodo mengaku gembira dengan kemajuan ekonomi Indonesia. Lagarde, mengakui pencapaian Menteri Keuangan dan Gubernur BI yang mampu memonitor fiskal dibuat berimbang sehingga Indonesia punya inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Karena itu Lagarde memprediksi Indonesia punya masa depan baik. a�?Walaupun di sana-sini masih banyak yang harus diperbaiki,a�? katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap, penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 di Bali bisa memberikan dampak bagi wilayah lain. Terutama Lombok yang berada di sebelah Bali, dan memiliki aneka destinasi tidak kalah indahnya.

a�?Annual Meeting harus memberikan manfaat bagi daerah-daerah lain. Terutama Lombok yang dekat sekali,a�? ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, Mandalika merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Penyelengaraan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 bisa meningkatkan promosi wisata KEK Mandalika yang memang saat ini juga sedang getol dilakukan pemerintah pusat.

Ia meminta pengelola KEK Mandalika, dalam hal ini PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mempersiapkan sebaik mungkin. Terutama menyangkut infrakstruktur jalan, sehingga bisa memberi kemudahan akses bagi pengunjung.

a�?Kita berharap bisa membuat banyak peserta Annual Meeting merencanakan tinggal lebih lama, ” kata Bu Ani.

Paket Wisata Disiapkan

Sementara itu, kemarin di Mataram, Kemenko Maritim juga menggelar pertemuan klinis untuk membahas persiapan destinasi-destinasi wisata di NTB yang akan dinikmati sedikitnya 6.000 delegasi IMF-WBG.

Dari 60 paket wisata yang ditawarkan pemerintah Indonesia, tiga paket paling diminati, yakni paket romantis di Bali, paket romantis di Lombok, dan adventure Komodo. Kemungkinan delegasi yang akan ke Lombok adalah delegasi dari negara-negara anggota Konferensi Islam. Total ada delegasi dari 57 negara OKI yang akan hadir. Mereka tentu tertarik dengan Lombok yang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia.

Asisten Deputi Bidang Budaya, Seni dan Olahraga Kementerian Koordinator Kemaritiman Cosmas Harefa dalam pertemuan di Mataram mengatakan, IMF-WBG Annual Meeting merupakan event langka dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab tamu yang akan datang adalah kalangan atas yang menjadi figur dunia. Selain menghadiri acara, mereka juga akan datang berlibur ke Indonesia.

a�?Apapun yang dilakukan figur-figur itu akan ditiru banyak orang,a�? katanya di hadapan para pelaku wisata dan UKM saat sosialisasi IMF-WBG Annual Meeting 2018, di Hotel Golden Palace, kemarin (1/3).

Karena itu, destinasi-destinasi di Lombok benar-benar mempersiapkan diri. Sebab standar panitia IMF sangat ketat. Bahkan hal-hal terkecil pun sangat diperhatikan.

Kepala Bidang Komunikasi Kementerian Pariwisata Fernandi di tempat yang sama menyebutkan, ada 60 paket wisata yang disiapkan dalam IMF-WBG Annual Meeting 2018. Lima paket di antaranya ada di Lombok. Disiapkan tiga operator yakni DPD Asita NTB, Fanorama Destination, dan Kencana Tour.

Tugas Kementerian Pariwisata sendiri yakni melakukan promosi secara offline dan online. Promosi offline mulai dilakukan 20 April di Washington DC. Semua paket yang disusun sudah disetujui panitia dari IMF. Saat Annual Meeting IMF tahun lalu, Kemepar sudah melakukan promosi. Paket-paket inilah yang akan dibeli para delegasi.

a�?Saat ini transaksi belum. Sebab, mereka masih menunggu siapa yang akan ditugaskan. Kalau sudah jelas mereka akan mulai memesan,a�? kata Fernandi.

Menurutnya, IMF- WBG Annual Meeting 2018 merupakan kesempatan yang luar biasa bagi Indonesia untuk melakukan promosi. Sebab, yang akan datang adalah kalangan atas yang menguasai perekonomian global. Karena itu, merugilah daerah yang sudah dipilih seperti Lombok, namun tidak mempersiapkan diri.

Panitia Nasional dari Kementerian Keuangan Adelina Sirait menambahkan, dengan banyaknya peserta ia memperkirakan Indonesia akan kebanjiran wisatawan. Meski pertemuan itu merupakan agenda IMF-WBG, tapi Indonesia sebagai tuan rumah harus mampu memanfaatkannya.

Dijelaskannya, IMF-WBG Annual Meeting sendiri merupakan pertemuan tahunan yang rutin digelar di Washington DC, Amerika Serikat. Tapi setiap dua tahun sekali pertemuan tahunan digelar di luar Amerika. Sebelum Indonesia, Turki, Jepang dan Peru pernah menjadi tuan rumah.

Sementara General Affair KEK Mandalika Resort I Gusti Lanang Bratasuta memastikan bahwa KEK Mandalika sepenuhnya siap menerima para delegasi Imf-WBG. Dia pun memastikan akan bersama-sama masyarakat di lingkar kawasan KEK Mandalika untuk mempersiapkan diri menyambut para tamu negara tersebut. (ili/dss/kus/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost