Lombok Post
Metropolis

Disdag Redam a�?Pedasnyaa�� Harga Cabai

KEBUTUHAN POKOK : Warga Gegutu, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram menyerbu sejumlah lapak yang menyediakan sembako dalam pasar murah yang diadakan Disdag Kota Mataram, Sabtu (3/4) lalu. LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST

MATARAM-Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok belakangan meningkat. Tak hanya beras, tetapi juga bumbu dapur ikut melonjak. Salah satunya cabai yang kemarin menembus Rp 85 ribu/kilogram (kg).

a�?Iya mahal, saya Cuma bisa beli sedikit,a�? kata Endah, salah satu warga Gegutu.

Paling banyak ia hanya membeli cabai seperempat kilogram. Endah sendiri mengaku bingung dengan harga terkesan tak terkendali belakangan ini.

Tidak hanya cabai,A� bumbu dapur lainnya seperti cabai keriting, bawang, dan sejumlah bahan pokok lainnya juga sudah mulai mahal.

a�?Mau tidak mau tetap harus dibeli, walau cuma sedikit,a�? cetusnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Ia bersyukur Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menggelar pasar murah. Kegiatan ini sangat membantu ibu rumah tangga seperti dirinya.

a�?Lebih murah di sini, kalau cabai di pasar sekilo Rp 85 ribu di sini Rp 70 ribu,a�? ujarnya.

Namun dia mengaku, harga cabai ini masih tetap sulit dijangkau. Walau ada penurunan harga sekitar RP 15 ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, upaya mendekatkan distributor dengan konsumen melalui pasar murah, merupakan cara efektif mengendalikan harga. a�?Meski tidak signifikan, tapi upaya mengurangi rantai penjualan ini akan mengurangi efek kenaikan harga di masyarakat,a�? jelasnya.

Soal harga cabai yang melonjak, Alwan menduga hal ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang tak stabil. Hujan yang kerap turun membuat pertumbuhan cabai tidak maksimal. Akibatnya para petani tidak bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah.

a�?Tim Satgas Pangan saat ini terus memantau perkembangan harga ini, jangan sampai saat harga cabai sedang tak stabil, ada spekulan yang bermain memanfaatkan situasi,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost