Headline Politika

Pemimpin Harus Punya Ide Besar dan Mewujudkannya

SELONG-Seorang pemimpin harus punya visi. Kalimat ini selalu dilontarkan Calon Gubernur jalur Independen Ali BD. Begitu juga ketika ia menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat Pringgabaya dalam kampanye dialogis yang digelar kemarin (4/3). Ali BD mengungkapkan sejumlah gagasannya untuk membangun NTB ke depan.

a�?Saya akan bangun jalan tol dari Gunungsari sampai Kayangan. Bukan bejorak (bercanda),a�? tegasnya dihadapan warga wilayah Kecamatan Pringgabaya.

Keinginan Ali BD untuk membangun jalan tol dikarenakan arus lalu lintas yang kian padat mulai meresahkan warga. Mengingat jalur utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Lombok saat ini masih sangat kecil dan terbatas. Sehingga, ia merasa masyarakat di Pulau Lombok akan kesulitan untuk terus tumbuh perekonomian dan pembangunannya dengan kondisi jalan yang ada saat ini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Lompatan pembangunan harus diimbangi dengan ide besar dan ketersidaan sarana mobilitas dan lalu lintas yang mendukung. a�?Susah orang Lombok kalau hanya satu jalan. Kita akan buat jalan besar untuk meretas ketertinggalan,a�? ujar Ali BD.

Ide besarnya tersebut dikatakannya bukan hanya sekadar mimpi di siang bolong. Ia memikirkannya jauh hari bahkan sebelum hiruk pikuk masa Pilkada dimulai. Ali BD telah memproyeksikan jalan yang ingin ia bangun lewat udara. Kemudian, ia juga meneliti kondisi ketersediaan APBD Provinsi serta segala sesuatu yang dibutuhkan. a�?Anggaran yang dibutuhkan memang sangat besar. Butuh waktu sekitar lima tahun dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun,a�? jelas pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini.

Tak peduli orang berpikir apa tentangnya, Ali BD siap mewujudkan apa yang menjadi visinya. Kondisi ini hampir serupa ketika dirinya memiliki keinginan untuk membangun DAM Pandanduri ketika periode pertama menjabat Bupati Lotim.

Sejumlah bupati sebelumnya, tidak ada yang berhasil merealisasikan pembangunan DAM Pandanduri. Akibat saat itu biaya yang dibutuhkan sangat besar dan dinilai mustahil. Namun Ali BD dengan tegas menyatakan ia siap mewujudkannya. Ia pun membuktikan saat ini bahwa DAM Pandanduri bisa dibangun dan memberi dampak kesejahteraan bagi petani maupun ketersediaan air bersih bagi masyarakat selatan.

Termasuk dengan keberadaan Pelabuhan Labuhan Haji. Sejumlah pihak mencibir, mengkritisi hingga menentang niatnya untuk terus membangun Pelabuhan Labuhan Haji. Namun Ali BD tetap yakin dengan ide besarnya bahwa Labuhan Haji akan menjadi gerbang pusat aktivitas ekonomi di NTB pada masa mendatang.A� a�?Karena Pelabuhan adalah pusat perekonomian sebuah Negara atau daerah maju. Tidak ada daerah yang maju tanpa Pelabuhan yang mendukung,a�? tegasnya.

Kini, sedikit demi sedikit visinya mengenai Labuhan Haji mulai terlihat. Sejumlah perusahaan telah menjalin kontrak dengan Pemkab Lotim untuk menggunakan Labuhan Haji sebagai tempat mendroping sejumlah barang. Salah satunya yakni PT Manggala Surya Energi (MSE) yang menggunakan Labuhan Haji untuk mendistribusikan solar industri.

a�?Padahal ini belum jadi. Kolam labuh masih belum dikeruk, tapi sejumlah perusahaan mengantre mau menggunakan Labuhan Haji,a�? jelasnya.

Sehingga, ia pun berkomitmen untuk terus mengembangkan Labuhan Haji. Bahkan sia untuk menganggarkan Rp 100 miliar untuk Labuhan Haji. Karena, dampak yang ditimbulkan dengan kehadiran Pelabuhan ini bukan hanya untuk masyarakat Labuhan Haji dan sekitarnya. Tetapi juga untuk masyarakat Lotim, Pulau Lombok dan NTB.

a�?Kalau Pulau Sumbawa, kita akan dorong pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Ini sebagai salah satu untuk percepatan membangun kesejahteraan masyarakat yang ada di sana,a�? tegasnya.

Ali BD juga mengingatkan masyarakat Pringgabaya dan Sambelia kala menyambangi mereka agar tidak mudah menjual tanah miliknya. Warga justru diminta mempersiapkan diri untuk pembangunan yang akan pesat di NTB. Baik sektor pariwisata, pertanian, perdagangan atau yang lainnya. a�?Jangan pernah menjual tanah. Beberapa tahun ke depan itu akan berlipat harganya, jangan sampai kemudian kita menjadi pembantu di tanah sendiri,a�? pesannya pada warga.

Untuk terus menggeliatkan perekonomian masyarakat kecil, Ali BD telah menyediakan lembaga keuangan daerah sebagai tempat warga untuk meminja modal. Ini murni lebaga keuangan yang dibentuk pemerintah untuk pengusaha dan masyarakat kecil. Keberadaan pasar-pasar tradisional juga dibangun Ali BD di semua Kecamatan untuk meningkatkan perekomian warga. Ini hanya menjadi bagian dari keping ide besarnya untuk membangu NTB ke depan bersama rakyat. (ton/r5)

Related posts

Nurdin Klaim Banyak Didukung Berpasangan dengan Ahyar

Redaksi Lombok Post

Dua Remaja Gizi Buruk Butuh Bantuan

Redaksi Lombok Post

Apo, Sido, Jajo, pun Loyo

Redaksi Lombok Post