Lombok Post
Headline Politika

Ratusan Warga Sambelia Berjanji Menangkan Ahyar-Mori

PENUH SENYUM: Calon gubernur NTB nomor dua TGH Ahyar Abduh saat menandatangani pengukuhan relawan Sambelia, Lombok Timur, kemarin. AMAN FOR LOMBOK POST

MATARAM– Dukungan pada paket nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi A�(AMAN) terus berdatangan. Kemarin (4/3), Ahyar secara khusus menyambangi Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

“Ini daerah paling ujung Lombok, ternyata banyak yang memberi dukungan,” kata Ahyar.

Di kecamatan yang berjarak 100 kilometer lebih dari Mataram itu, sedikitnya 800 orang mengikrarkan diri sebagai relawan Ahyar-Mori. Mereka adalah warga setempat, serta para simpatisan yang tergabung dalam Relawan Merang Sasak yang sudah berkeliling ke berbagai penjuru Lombok.

“Saya kukuhkan, sekaligus saya berterima kasih,”ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Warga Sambelia yang mendukung Ahyar-Mori menegaskan mereka mendukung bukan tanpa alasan. Kendati berada pada titik terjauh Lombok, namun rekam jejak paket AMAN sudah terpantau lama. Warga berharap, jika Ahyar-Mori tepilih, desa-desa di Sambelia, bahkan seluruh Lombok Timur termasuk seluruh NTB bisa semaju Mataram.

Ya, Mataram yang sangat maju dikelola Ahyar jadi patokan para warga Sambelia. Mereka berharap tangan dingin sang tuan guru mampu ditularkan pada seluruh desa di NTB, khususnya Lombok Timur, terutama Sambelia. Capaian Ahyar di Mataram itu membuat warga tak lagi ragu. Bahkan ketika ada sejumlah calon yang berasal dari Lotim, warga secara rasional memilih Ahyar.

“Saya berjanji akan membuat NTB layak, baik, dan bersahabat untuk semua,” kata Ahyar.

Banyaknya para kepala daerah yang bertarung dalam pilgub kali ini sebenarnya sangat memudahkan warga untuk memilih. Mereka cukup melihat hasil masing-masing di daerah yang dipimpinnya. Warga Sambelia meyakini Ahyar adalah yang terbaik. Kendati merupakan warga kampung yang tinggal di pelosok, mereka sepakat untuk mengesampingkan ego kedaerahan. Bagi warga Sambelia, memilih yang terbaik wajib dilakukan. Dan Ahyar-Mori adalah jawabannya, bukan calon yang lain.

“Ternyata mereka mendukung karena melihat hasil kerja saya di Mataram,” kata Ahyar penuh syukur.

800 warga Sambelia dan Relawan Merang Sasak itu tak hanya mengikrarkan diri sebagai pendukung. Mereka mengangkat janji untuk terus mengenalkan Ahyar-Mori, berjuang hingga pasangan nomor dua ini terpilih. Semua relawan meyakini tak sukar mengenalkan Ahyar dan Mori. Cukup menyebut Mataram, maka masyarakat akan langsung menerima. Sesuai semangat pemilihan gubernur untuk mencari pemimpin terbaik, maka Ahyar-Mori adalah jawabannya. Paket dengan jargon NTB untuk semua itu adalah yang tebaik ketimbang calon lain.

“Saya tak bisa berjanji apa-apa, selain berjuang, bekerja keras untuk bapak dan ibu,” kata Ahyar merendah.

Sementara Ahyar mendapat dukungan warga ujung Lombok, Mori juga menerima dukungan tak kalah besar. Kali ini dari warga ujung timur Pulau Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Di sana, dalam safarinya selama beberapa hari saja, Mori mendapat dukungan dari ribuan warga. Menariknya, mereka yang justru mendatanginya.

“Luar biasa dukungan Bima, mereka yang datangi saya,” kata Mori.

Politisi Gerindra itu mengatakan tak hanya dari warga kabupaten, warga Kota Bima juga menunjukkan antusias serupa. Bahkan dukungan dari Dompu juga berdatangan. Tanpa dikoordinir, mereka membentuk simpul relawan dan berjanji memenangkan pasangan terbaik, Ahyar-Mori.

A�”Saya melihat raut kesungguhan dari mereka,” ujarnya.

Hal itulah yang membuat Mori sangat percaya diri. Kendati Bima terus digempur calon lain,namun soliditas untuk nomor dua tak tergoyahkan.

“Warga Mbojo sudah bersatu untuk Ahyar-Mori,” ucapnya.

Dengan perkembangan-perkembangan dukungan yang terus berdatangan itu, ia percaya kemenangan tinggal diraih saja.

“Sekarang fokusnya bukan lagi cari dukungan, tapi bersiap kerja keras untuk kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

A� A�Jika kelak terpilih, baik Ahyar maupun Mori berjanji menghibahkan hidupnya selama lima tahun untuk memperjuangkan masyarakat NTB, dari ujung Ampenan hingga Sape. “Tujuan kami jelas, menghadirkan NTB untuk semua,” pungkasnya. (yuk/r4/adv)

Berita Lainnya

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost