Lombok Post
Headline Politika

Ahyar-Mori Janji Bangun Rumah Sakit dan IC di Sumbawa

NTB UNTUK SEMUA: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi AMAN FOR LOMBOK POST

MATARAM- Tak sekadar beretorika tanpa makna, pasangan nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN) terus menunjukkan program nyata yang akan direalisasikan kala terpilih kelak. Selain menyiapkan Rp 10 miliar untuk guru ngaji, kini satu lagi program diluncurkan.

“Program ini untuk masyarakat Pulau Sumbawa,” kata Mori, kemarin.

Program yang dimaksud adalah mendirikan RSUD NTB dan Islamic Center (IC) NTB cabang Pulau Sumbawa. Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen paket AMAN untuk masyarakat Samawa dan Mbojo yang mendiami pulau tersebut.

“Rumah sakit ini nantinya kami harapkan mampu mengatasi masalah kesehatan di Sumbawa,” tegas Mori.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Selama ini, masyarakat lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa harus menempuh perjalanan panjang jika hendak memperoleh pengobatan yang lebih baik. Tak jarang banyak pasien makin menurun kesehatannya kala menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer itu. Dengan adanya rumah sakit provinsi di sana, harapannya masalah itu bisa teratasi. Karena berstatus rumah sakit provinsi, tentunya standar dan kualitas akan dibuat terbaik.

“Ini untuk masyarakat Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima,” tegas politisi Gerindra itu.

Dengan rumah sakit itu, diskriminasi pelayanan kesehatan akan dipangkas, bahkan dihilangkan. Karena bagi pasangan Ahyar-Mori, hak masyarakat Lombok dan Sumbawa sama.

“Semua berhak sehat, dan pemerintahan kami akan menghadirkan itu, kesehatan untuk semua,” tegasnya.

Sementara Islamic Center NTB cabang Sumbawa akan melengkapi nuansa religius provinsi ini. Komitmen menjaga moral dan akhlak masyarakat memang menjadi poin penting Ahyar-Mori.

“NTB harus maju, di saat bersamaan nilai agama dan budaya harus dipertahankan,” tegasnya.

Nantinya di IC Sumbawa itu, akan diadakan berbagai kajian keagamaan, pendidikan Alquran, membahas masalah Islam kekinian, termasuk mencari solusi atas persoalan kebangsaan.

A�”Prinsip agama tak boleh ditinggalkan, itu pesan Pak Tuan Guru Ahyar,” kata Mori.

Kemarin, Mori melanjutkan kampanyenya di Bima. Dia melakukan pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Ambalawi dan Kecamatan Wera. Tak disangka, dukungan masyarakat begitu besar. Sehingga kegiatan harus dipindah ke lapangan terbuka. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda bersepakat mendukung paket nomor dua itu. Mereka bahkan berani mematok 90 persen suara di dua kecamatan itu.

“Saya berterimakasih atas dukungan bapak ibu semua, amanah ini akan kami jaga,” tegasnya.

Sementara Mori tengah berada di daerah ujung timur NTB, Ahyar di hari yang sama berada di sejumlah lokasi di Lombok. Ia juga memanen sejumlah dukungan masyarakat. Salah satu tokoh yang kini menegaskan dukungan itu adalah HM Izzul Islam. Mantan Bupati Lombok Barat yang kini kembali mencalonkan diri itu menegaskan Ahyar-Mori adalah pilihan terbaik NTB. Karena itu, ia tak ragu mendukung.

“Benar, saya mendukung Ahyar-Mori,” kata Izzul.

Tak sebatas mendukung, melalui partai yang dipimpinnya, Partai Perindo, Izzul menginstruksikan seluruh kader bergerak. Sehingga pemenangan untuk Ahyar-Mori tak hanya di Lombok Barat, namun seluruh NTB.

“Kami akan maksimal, karena kami mau yang terbaik untuk NTB,” tegas mantan Anggota DPR RI termuda seluruh Indonesia itu.

Ahyar yang kebanjiran dukungan hanya bisa mengucap syukur. Wali Kota Mataram yang berhasil membuat daerah yang dipimpinnya maju pesat itu berjanji tak akan menghianati setiap amanat rakyat yang diterimanya.

“Tujuan kami maju adalah menghadirkan pembangunan merata bagi seluruh warga NTB,” kata Ahyar.

Prinsip “NTB Untuk Semua” yang selama ini dikedepankan menjadi dasar mereka membangun kelak. Bagi Ahyar-Mori, setiap warga NTB berhak mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, berhak berusaha seluas-luasnya, sekua berhak sejahtera.

“Jangan ada diskriminasi, NTB bukan milik satu orang atau satu kelompok saja,” tegasnya. (yuk/r4/adv)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost