Lombok Post
Metropolis

Pol PP Janji Turun Pekan Ini! Tertibkan PKL Udayana yang Melanggar Aturan

LIVE MUSIK: Seorang wanita (kiri) tengah membawakan lagu dengan iringan gitar (kanan) di salah satu lapak pedagang kaki lima di Taman Udayana, Mataram beberapa waktu lalu. THEA/LOMBOK POST

MATARAM-Ketika permasalahan Spa esek-esek mereda, masalah baru muncul. Masyarakat kembali menyoroti langkah Satpol PP Kota Mataram yang dinilai sangat lelet dalam menertibkan sejumlah PKL di Taman Udayana yang menyediakan tempat karaoke dan live musik.

Satpol PP Kota Mataram sebenarnya sudah bertindak. Beberapa waktu lalu, mereka bersama beberapa lurah yang berada wilayah Taman Udayana mendatangi dan memberi peringatan kepada pemilik usaha karaoke di lokasi itu. a�?Bukan lelet, semua ada prosedurnya,a�? kata Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, kemarin (7/3).

Menurut Bayu, pengusaha karaoke dan live music yang ada di taman tersebut tidak akan diberikan toleransi lagi. Karena para pengusaha dianggap tak mengindahkan teguran Satpol PP.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Untuk sekarang ini kami akan tindak mereka dengan tegas. Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan turun. Tunggu saja,a�? janji Bayu.

Ia menjelaskan, Taman Udayana hanya boleh digunakan para pedagang kecil dan tempat rekreasi masyarakat. Bukannya dijadikan sebagai lokasi karaoke atau live musik.

a�?Kalau mereka masih nakal, gitar maupun alat-alat penunjang karaokenya akan kami ambil. Untuk actionnya, kami tidak mau bocorkan dulu, tunggu saja,a�? kata Bayu memberi kode.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) RTH Dinas Pertamanan Nanang Edward mengaku tidak mempermasalahkan usaha tersebut. Live musik yang disediakan PKL untuk menarik para pelanggan.

a�?Itu kan bukan karaoke, kalau sepanjang masih sopan, tidak apa-apa,a�? kata Nanang pada Lombok Post.

Nanang mengungkapkan, dulu banyak pengamen yang berkeliaran di Taman Udayana. Sehingga, untuk mengatasi hal tersebut, salah satu penggiat PKL lantas merangkulnya untuk menyanyi di dalam lapak.

a�?Sepanjang dia tertib, pakai penerang (lampu), dan tidak menggangu warga, saya nilai tidak apa-apa,a�? tuturnya.

Namun bagi PKL yang menyulap lapaknya menjadi tempat usaha karaoke, tentu tidak dibenarkan. Apalagi, usaha tersebut sampai mengganggu warga.

Terpisah, Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengaku paham dengan skenario yang dilakukan Satpol PP untuk menertibkan para PKL nakal yang ada di Taman Udayana. a�?Bukan lelet (sepertinya), untuk menertibkan semua itu pasti ada skenario yang dilakukan Satpol PP,a�? kata Mohan, kemarin.

Sejumlah prosedur yang dilakukan Satpol PP telah dipahami Mohan, ia pun menilai hal itu sangat lumrah dilakukan. a�?Kalau langsung ditertibkan nanti jadi masalah, persuasif dulu lah. Seperti halnya ada surat teguran pertama, kedua, dan ketiga,a�? ujarnya.

Jika nanti Satpol PP melakukan penertiban pada empat PKL yang terindikasi masih aktif menyediakan kegiatan karaoke kepada para pelanggannya, Mohan mendukung langkah para penegak perda tersebut.

a�?Kalau mereka sudah melampaui batas, Satpol PP memang harus ambil sikap untuk melakukan penertiban,a�? pungkasnya. (tea/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost