Lombok Post
Metropolis

Pedihnya Nasib Honorer K2

CARI NASIB: Sejumlah Honorer K2 mendatangi BKPSDM Kota Mataram, untuk mempetanyakan nasib mereka yang makin tidak jelas selama bekerja di Kota Mataram, Kamis (8/3). LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST

MATARAM-Sejumlah fungsionaris forum Honorer K2 Kota Mataram mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram. Mereka hendak mengadu nasib, setelah lama luntang-lantung tak jelas nasibnya.

Ketua Forum Honorer K2 Kota Mataram Muzakallah, mengaku kecewa atas sikap cuek pemerintah. a�?Di sini pun (BKPSDM) tidak ada kejelasan,a�? sesal Muzakallah.

Kehadirin ia bersama beberapa rekan-rekannya yang lain, ke Kantor BKPSDM sebenarnya untuk memperjelas nasib. Mereka rata-rata sudah mengabdi sekitar 10 tahun. Tapi kerja dan karya mereka selama ini, seperti dipandang sebelah mata. Menyusul tidak ada kejelasan untuk mengcover nasib mereka secara pasti.

a�?Kalau bisa kami memang ingin ada SK, seperti yang di Lombok Timur itu,a�? harapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Posisi mereka yang tanpa didasari hukum yang kuat, membuat mereka serasa telur diujung tanduk. Kapan saja bisa jatuh dan pecah jika sudah tidak dikehendaki. Ia mencontohkan pada kasus teman-teman honornya yang bekerja di sekolah-sekolah.

Tidak hanya mendapat gaji di kisaran Rp 270 ribu, nasib kerja mereka juga tergantung kelihaiannya dalam berdiplomasi dan beradaptasi. Setiap kali ada kepala sekolah yang baru. a�?Sebab teman-teman bisa dipecat begitu saja, jika tidak dikehendaki,a�? terangnya.

Karena itulah saat mendatangi kantor BKPSDM kemarin, mereka sebenarnya berharap OPD ini bisa membantu mengusulkan agar honorer K2 bisa diperkuat lagi nasibnya dengan SK. Dengan terlebih dahulu diusulkan pada kepala daerah.

a�?Karena tidak ada titik terang, hari ini kami mau ke Asisten 3, mungkin akan ada jawaban lebih baik di sana,a�? ujarnya.

Tapi jika akhirnya mentok juga, pria yang karib di sapa Mung ini tetap tidak akan menyerah. Ia akan berupaya mendatangi Plt Wali Kota hingga dewan. Sampai nasib mereka bisa akhirnya ada yang memperhatian. a�?Jika perlu kami ke dewan, ya kita ke dewan ramai-ramai,a�? cetusnya.

Sekretaris BKPSDM Taufik Priyono, menegaskan pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengakomodir keluhan para Honorer K2. Alasannya pengangkatan K2 dulu, banyak yang tanpa sepengetahuan BKPSDM, sehingga dalam pengangkatannya pun menjadi tanggungan masing-masing OPD yang memerlukan.

a�?Sekarang kami minta datanya saja dulu, berapa jumlah K2 ini, untuk kami pikirkan langkah terbaik selanjutnya,a�? ujar pria yang karib di sapa Yoyok.

Permintaan data ini lanjut Yoyok bukan untuk menjamin mereka pasti dapat SK. Pada kasus honorer K2 di lingkup sekolah saja, seharunya mereka memperjuangkan nasibnya ke Dinas Pendidikan. Bukan malah datang ke BKPSDM.

a�?Karena mereka yang lebih berwenang mengusulkan agar ada SK ke Kepala Daerah, bukan kami,a�? tegasnya.

Yoyok menyebut jumlah honorer K2 secara keseluruhan yang pernah bekerja di Kota Mataram sektiar 805 orang. Itu termasuk K2 yang bekerja di lingkup SMA/SMK, sebelum akhirnya berpindah kewenangan ke provinsi NTB.

a�?Jika tanpa SMA/SMK sekitar 114 orang, tapi jika itu semua diberikan SK tentu akan membebani keuangan daerah. Cara lainnya untuk siasati agar mereka tetap bisa kerja ya dengan masukan ke dalam belanja kegiatan,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost