Lombok Post
Headline Politika

Inginkan Perubahan, Umat Hindu Abian Tubuh Dukung Ali BD

INGINKAN PERUBAHAN: Umat Hindu di wilayah Abian Tubuh, Kota Mataram saat foto bersama dengan calon gubernur NTB independen Ali BD tadi malam (9/3). TONI/LOMBOK POST

MATARAM-Calon gubernur NTB independen Ali BD tadi malam bertandang ke wilayah Mataram. Tempatnya di perkampungan Umat Hindu di Kelurahan Abian Tubuh. Datang dengan tampilan sederhana, Ali BD mendapat sambutan hangat dari umat Hindu setempat. Majunya Ali BD melalui jalur independen membuat mereka kompak mendukung Ali BD.

“Inilah yang sangat kami harapkan. Karena beliau maju jalur independen, jadi kebijaksanaan yang diambil nanti tidak ditunggangi kepentingan partai politik,” kata Made Sumantra, Kepala Lingkungan Abian Tubuh Selatan.

Diungkapkan Sumantra, entah kenapa sejak awal ia bersama warganya mengharapkan Ali BD menjadi pemimpin NTB. Karena, warga melihat Ali BD sebagai sosok pemimpin sederhana yang memiliki pemikiran bebas dan terbuka. Untuk itulah mereka ingin bertatap muka langsung dengan sosok pria yang akrab disapa Amaq Asrul tersebut. Warga yakin bersama Ali BD, akan terjadi perubahan yang lebih baik. Khusunya perhatian terhadap umat Hindu yang selama ini kata dia merasa dianaktirikan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Masyarakat kami di sini berpenghasilan rendah, lapangan pekerjaan sulit. Tapi Kami tidak mengharapkan kami dikasih uang atau pekerjaan, kami hanya berharap tidak dianaktirikan,” ujar Sumantra.

a�?Kami tidak muluk-muluk minta umat Hindu harus diperhatikan lebih. Tapi sejahterakanlah masyarakat NTB secara keseluruhan, karena kami umat Hindu ini juga orang NTB,a�? sambungnya.

Warga meminta, ketika Ali BD terpilih menjadi Gubernur NTB nanti, ia tidak hanya menyejahterakan dirinya sendiri atau golongannya. Warga meminta Ali BD hadir untuk mendamaikan warga NTB, tidak membiarkan terjadi pertengkaran dan perpecahan akibat perbedaan.A� Agar kesejahteraan yang diharapkan bisa terwujud sesuai harapan bersama.

Menjawab dan menanggapi aspirasi warga Abian Tubuh tersebut, Ali BD menjelaskan dirinya sudah banyak belajar di Singaraja tentang lontar-lontar Bali. Bahkan, ia mengaku mendukung sebuah pernyataan dosen di Sekolah Tinggi Agama Hindu Kota Mataram dalam dialog yang dihadirinya belum lama ini.

a�?Ketika dia sudah enam sampai tujuh keturunan hidup di Pulau Lombok dan Gumi Sasak, jangan sebut mereka orang Bali, orang Budha atau Kristen. Kita semua adalah masyarakat Pulau Lombok, orang NTB,a�? tegas Ali BD.

Sehingga, masyarakat NTB menurutnya tidak perlu membeda-bedakan suku yang satu dengan suku yang lain. Yang terpenting adalah bagaimana menjalin persaudaraan.

a�?Menantu saya orang Cina, saya juga punya banyak sahabat dan keluarga orang Bali. Jadi tidak boleh kita membeda-bedakan suku, itu peradaban yang sangat tertinggal. Saya ke sini juga bukan meminta untuk dipilih, tetapi untuk menjalin persaudaraan,a�? jelas pria yang juga karib dipanggil Amaq Kake tersebut.

Tugas pemerintah atau kepala darah ditegaskan Ali BD adalah memimpin semua umat. Tidak boleh membeda-bedakan umat satu dengan yang lain. Terlebih, sangat ditekankan Ali BD tidak boleh mencari manfaat dari jabatannya. Kepala daerah justru harus lebih banyak memberikan suri tauladan.

a�?Bagi saya, presiden, menteri, gubernur semuanya sama saja. Kedudukan kita sama sebagai manusia. Jabatan hanyalah amanah rakyat,a�? tegas Ali BD.

Ia mengaku sering punya pengalaman sudah berjanji dengan rakyat kemudian para pemimpin tersebut datang ke Lombok Timur. Sehingga, Ali BD pun tidak bisa mendampingi atau menyambut mereka.

a�?Itu karena saya menghargai rakyat lebih utama dari menghargai pimpinan. Saya mengatakan ini karena ini bukan saya akan lakukan, tetapi itu pengalaman yang sudah saya lakukan. Makanya orang yang tidak paham sering menganggap saya sengaja mencari kontroversi, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran saya,a�? ungkap Ali BD.

Untuk itulah, kenapa ia memilih maju bersama rakyat melalui jalu independen. Ia ingin pikirannya yang bebas tidak terbelenggu kepentingan apa pun. Terlebih dengan kehadiran partai politik hingga anggota DPRD.

a�?Saya independen tapi saya buktikan saya bisa bekerja sama dengan anggota DPRD di Lotim. Tetapi kalau DPRD mempersulit saya, saya tinggalkan. Kalau ada bupati dan gubernur takut DPRD, dia bodoh,a�? tegas Ali BD.

Baginya DPRD adalah mitra kepala daerah untuk membangun daerahnya. Sehingga, tidak semestinya antara keduanya saling menghalangi niat membangun daerah. Sebaliknya antara eksekutif dan legislatif harus saling mendukung dan menguatkan.

Pada saat yang sama, Putu, warga lainnya juga kembali mengungkapkan harapannya kepada Ali BD. Ia meminta ketika Amaq Asrul terpilih nanti, jangan sampai ia alergiA� menghirup bau dupa alias tidak mau menyambangi masyarakat Hindu di NTB khususnya di Kota Mataram. a�?Kami hanya minta diberi perhatian yang sama sebagai warga NTB,a�? ucapnya.

Kembali menegaskan, Ali BD mengaku tidak boleh seorang pemimpin berpandangan masyarakatnya berbeda-beda. Hal tersebut dibuktikannya sejak masih bergelut di dunia LSM. Ia keluar masuk kampung umat Hindu untuk berbaur dengan mereka.

a�?Bahkan saya bilang sama orang di Pulau Sumbawa. Tidak boleh Anda mengganggu orang Hindu. Lihatlah mereka rajin bekerja, ketika mereka berhasil masyarakat lain tidak boleh iri kemudian mengganggunya,a�? tegas Ali BD.

Justru ia menekankan, masyarakat di NTB harus saling belajar dari masyarakat Hindu. Bahu membahu bersama dalam persatuan membangun daerah.

a�?Tugas saya adalah menyadarkan masyarakat. Anda juga jangan pernah menyalahkan pemimpin saat ini. Karena bagaimanapun juga Andalah yang dulu memilihnya,a�? ucap Ali BD.

Sehingga, agar masyarakat tidak kembali mengeluhkan pemimpin, Ali BD meminta mereka cerdas untuk memilih pemimpin NTB ke depan. Tidak mudah terpengaruh dengan politik uang yang mengorbankan nasib mereka lima tahun ke depan.

a�?Saya tidak masalah tidak dipilih warga, tugas saya adalah memberikan pencerahan dan menjalin persaudaraan dengan semua masyarakat karena saya dipilih rakyat. Tidak harus Anda memilih saya, saya tidak akan pernah membenci rakyat,a�? pungkasnya. (ton/r8/*)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost