Lombok Post
Metropolis

Mohan Optimis Pertahankan Adipura

BUANG SAMPAH: Seorang warga membuang sampah di pinggir Jalan TGH Faisal, Kota Mataram, Rabu (7/3) lalu. Meskipun sudah dipasang tanda larangan, namun sampah tetap menumpuk di tempat ini. IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Setelah absen selama enam tahun, akhirnya Pemkot Mataram kembali mendapatkan Piala Adipura pada 2 Agustus 2017 lalu. Namun sayang, isu yang tengah santer di kalangan pejabat Pemkot Mataram, piala itu bakal kembali lepas.

Pada sesi Pantau 1 (P1) yang dilakukan pada bulan November-Desember 2017 lalu, Mataram dikabarkan gagal total. Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengaku belum mengetahui hasil P1.

a�?Saya hanya meminta DLH untuk terus maksimal, karena secara tertulis maupun langsung kita belum tahu apakah Pantau 1 hasilnya seperti itu,a�? tuturnya.

Meskipun belum mengetahui hasilnya, Mohan mengaku optimis Mataram mampu mempertahankan Piala Adipura. a�?Jika masih ada waktu penilaian, kami pasti akan membenahi sejumlah komponen atau variabel kebersihan yang ada. Sehingga, kembali mendapatkan piala tersebut,a�? jawabnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Namun, jika Mataram tidak memenuhi kualitas yang diinginkan Kementerian Lingkungan Hidup, Mohan mengaku akan kembali melakukan evaluasi. a�?Kalau dibilang kecewa, pasti kecewa apalagi sebelumnya kami baru saja mendapatkan Piala Adipura. Ke depan, masalah ini akan tetap menjadi evaluasi dan catatan bagi kami,a�? tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq mengaku belum mengetahui terkait isu lepasnya Piala Adipura. a�?Ini kan masih isu, belum tentu benar,a�? kata Fuad pada Lombok Post.

Namun, jika nantinya Piala Adipura benar-benar lepas dari Mataram, sebagai anggota DPRD ia mengaku cukup kecewa. a�?Kalau memang itu benar, DLH harus semakin memperbaiki sistem pengangkutan maupun armada yang ada,a�? ungkapnya.

Untuk jumlah armada yang ada, Kota Mataram memang memiliki alat pengangkut sampah meski jumlahnya masih sangat jauh dari kata ideal. Seperti yang dikatakan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat sebelumnya. Bahwa jumlah alat berat yang ideal dibutuhkan oleh enam depo besar di enam kecamatan di Kota Mataram sebanyak tiga buah.

a�?Menurut saya, harusnya ada tiga buah armada alat berat di masing-masing depo. Jadi satu alat berat mengurusi dua depo,a�? kata Ismul pada Lombok Post beberapa waktu lalu. (tea/r3)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost