Lombok Post
Headline Politika

Program Ahyar-Mori, Satu Desa Satu Dokter

NTB UNTUK SEMUA: Calon gubernur NTB nomor dua TGH Ahyar Abduh didampingi calon wakil gubernur H Mori Hanafi mengalungkan sorban hitam putih pada perwakilan relawan di Kota Bima, kemarin (12/3). AMAN FOR LOMBOK POST

KOTA BIMA– Pasangan nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi siap menjalankan program satu desa satu dokter. Melalui program tersebut, kesehatan masyarakat NTB, di berbagai pelosok, bahkan penjuru terjauh sekalipun akan terjamin.

“Tidak itu saja, setiap satu desa akan kami lengkapi dengan satu ambulans,” tegas Mori.

Sebagai ahli sekaligus praktisi masalah penganggaran keuangan daerah, Mori mengatakan sudah menghitung matang hal tersebut. Dengan kondisi keuangan NTB saat ini, hal itu sangat dimungkinkan, tinggal kemauan dan kecakapan dari pemimpinnya. Keberadaan dokter di desa lanjutnya akan menjadi garda terdepan penanganan masalah kesehatan warga.

“Kami tak mau lagi dengar cerita warga yang kesulitan berobat, tak bisa temui dokter, dan tak punya biaya,” tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan murah juga tengah disiapkan pasangan nomor dua. Memastikan dokter-dokter di NTB berkualiatas, mereka siap memberikan bantuan pendidikan bagi dokter umum putra daerah yang ingin menjadi dokter spesialis.

“Sesuai janji NTB untuk semua, kami akan wujudkan layanan kesehatan prima untuk seluruh warga NTB,” tegasnya.

Janji itu disampaikan di hadapan 2.000 warga menghadiri kunjungan Ahyar-Mori di sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Bima. Acara yang diinisiasi sembilan partai politik pengusung dan pendukung itu, kembali dibanjiri massa.

“Rencana awal hanya 200 relawan, nyatanya di luar ada 2.000 masyarakat umum lainnya yang datang dengan sukarela,a��a�� katanya.

Program itu sengaja dijabarkan sebagai pengikat bagi mereka jika terpilih. Ahyar-Mori berkomitmen ingin menang karena masyarakat memilih berdasar program kerja yang mereka tawarkan. Bukan sebatas kedekatan emosional apalagi hanya soal kesukuan.

“Itulah mengapa kami selalu jabarkan program kerja nyata, kami ingin mengedukasi warga,” tegasnya.

Ditambahkan Ahyar, gagasan yang ditawarkan kepada masyarakat NTB dibungkus dengan konsep “Janji Kerja Ahyar-Mori”. Total ada 25 janji kerja terhadap masyarakat NTB sebagai komitmen pasangan ini dalam melayani rakyat serta memajukan NTB ini.

A�”Setelah terpilih, tagih kami, ingatkan, dan awasi terus,” pinta sang tuan guru.

Hal tersebut langsung membuat warga bergemuruh. Pekik takbir bersahut-sahutan menyambut janji sang tuan guru yang siap dipertanggungjawabkan.

Mengenai janji kerja tersebut, ditegaskan pria yang sukses membangun Mataram itu akan menyentuh seluruh bidang pembangunan. Diantaranya bidang pendidikan, ekonomi, budaya, pariwisata, pertanian, perdagangan, bahkan hingga kelautan dan bidang strategis lainya.

“Tentu hal ini semata-mata untuk perjuangan mensejahterakan masyarakat NTB, ” ujarnya.

Dilanjutkan ulama sekaligus umara itu, seperti dalam bidang pendidikan, pasangan ini menawarkan program salah satunya beasiswa emas untuk tingkat SD hingga SMA. Fasilitas internet bagi sekolah seperti 1.000 Pesantren Go digital, penjaminan kesejahteraan bagi guru, dana talangan pendidikan dan beberapa program lain dalam dunia pendidikan.

“Tim profesional kami sudah menghitung, sangat bisa, guru honorer sekalipun bisa diangkat derajatnya,” janji Ahyar.

Setelah dikukuhkan, relawan teritorial Bima, beserta gabungan partai politik langsung menyatakan komitmen bergandengan tangan bersama dalam memenangkan pasangan nomor dua. 2.000 orang yang hadir, termasuk dari unsur masyarakat meneguhkan hati terus mengkampanyekan Ahyar-Mori. Tak lain karena program mereka yang pro rakyat dan nyata. Tidak bertele-tele, namun tegas. Dibarengi sejumlah penjelasan rinci, keduanya bahkan siap ditagih jika tak menunaikan janji.

“Untuk merealisasikan itu semua, kami butuh dukungan anda saat hari H pencoblosan, ingat nomor dua,” pungkas Ahyar. (yuk/r4/ADV)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost