Lombok Post
Headline Kriminal

Komplotan Remaja Pencuri Motor Ditangkap

TERTANGKAP: Kelompok terduga pelaku curanmor yang beraksi di wilayah hukum Polres Mataram berhasil ditangkap tim Resmob 701 Satreskrim, Polres Mataram kemarin (13/3). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Tiga remaja terduga spesialis pencuri motor dibekuk tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram. Ketiga pelaku berinisial Rah, 18 tahun; Irf, 17 tahun, dan Arm, 17 tahun. Menurut polisi mereka telah mencuri di tiga lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Mataram.

Aksi mereka dilakukan berturut-turut, dari Agustus dan Oktober 2017, serta Februari 2018. Tiga TKP itu berada di wilayah Kecamatan Ampenan.

Pencurian ini dilakukan secara berkelompok. Selain mereka, polisi mengindikasi pelaku lain berinisial Ro, 24 tahun dan DA juga tergabung dalam sindikat pencuri motor ini. Nama pertama, juga telah ditangkap Tim Buser Polres Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, polisi lebih dulu meringkus Irf, Robi, dan Rah di Jalan Raya Lingsar, Lombok Barat (Lobar). Penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat, melihat lubang kunci motor yang dibawa Irfan dalam keadaan rusak.

Setelah menangkap ketiganya, pelaku mengakui melakukan pencurian di tiga lokasi yang masuk dalam laporan polisi. Aksi mereka dilakukan bersama DA dan Arm. Berdasarkan keterangan tersebut, petugas melakukan pengejaran terhadap Arm.

a�?Yang Arm kita tangkap di Gili Trawangan. Kalau Irf, Ro, dan Rah di Lingsar,a�? kata Muhammad, kemarin (13/3).

Muhammad mengatakan, keempat pelaku ini merupakan sindikat pencuri motor. Mereka bekerjaA� berkelompok. Sasarannya juga tidak sembarangan. Pelaku mengincar motor-motor keluaran terbaru. Seperti dalam tiga pencurian terakhir.

a�?Mereka ambilnya motor (Yamaha) Nmax. Itu kan motor tipe terbaru,a�? ujarnya.

Setelah berhasil mengambil motor, pelaku menjualnya. Satu motor dihargai Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Masing-masing dari mereka juga mendapatkan hasil penjualan motor curian.

Rahman mendapat uang sebesar Rp 1 juta; Irf, Robi, dan Arm sama-sama mendapat Rp 500 ribu. Hasil penjualan itu kemudian digunakan masing-masing pelaku untuk foya-foya dan membeli sejumlah pakaian.

a�?Tempat gadainya dan rekannya yang lain sekarang masih dalam pengejaran,a�? terang Muhammad.

Lebih jauh lagi, dari keterangan pelaku, sebelum pencurian di tiga TKP, masing-masing dari mereka ternyata telah beraksi di lokasi lainnya. Irf misalnya, meski masih remaja, yang bersangkutan telah 10 kali melakukan pencurian. Dia juga merupakan residivis di kasus yang sama. Sementara Arm, sudah empat kali mengambil motor tanpa izin pemiliknya.

Aksi keduanya, di luar tiga TKP yang dilakukan bersama Rahman, Robi, dan DA (masih dalam pengejaran polisi). a�?Pecah kelompok. Yang tiga TKP itu dilakukan berempat. TKP yang lain masih kita dalami,a�? pungkas Kapolres.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Polres Loteng “Ganyang” Pedagang Miras

Redaksi LombokPost

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

Redaksi LombokPost

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost