Lombok Post
Politika

TGH Syamsul Rijal: Ali BD Pemimpin Visioner

Ali BD

SEORANG pemimpin dituntut memiliki visi ke depan untuk memimpin daerahnya. Menentukan nasib kemajuan daerah dan masyarakat yang ada di dalamnya. Sosok jiwa pemimpin yang visioner diungkapkan oleh TGH Syamsul Rijal, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah (Loteng) terdapat pada diri Ali BD.

“Saya kenal Ali BD waktu lewat di kampus Universitas Gunung Rinjani (UGR). Saya kira bukan dia yang punya,” ujar TGH Syamsul Rijal.

Ia sempat mengira jika Ali BD adalah orang Arab. Karena namanya yang berakhiran bin Dachlan. Orang yang memakai istilah istilah ‘bin’ identik dengan orang keturunan Arab. Namun setelah lama mengenal Ali BD, barulah ia menyadari kalau sosok pria yang akrab disapa Amaq Asrul tersebut merupakan orang Kelayu, asli Lombok Timur Indonesia.

Hubungan TGH Syamsul Rijal dengan Ali BD berjalan baik. Keduanya fokus untuk membangun dunia pendidikan dan sumber daya manusia. Lama mengenal Ali BD, ia menilai pria yang identik dengan kaca mata hitam tersebut sebagai sosok yang unik namun mengagumkan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Ali BD itu sosok pemimpin yang visioner. Kadang kontroversial. Namun ibarat orang main bola, kalau lurus-lurus tidak akan bisa memasukkan bola ke gawang. Makanya harus ada liku-likunya, atau belok beloknya namun tujuannya terarah ke gawang,” ungkapnya mengibaratkan.

Dikenal kontroversial, Ali BD membuktikan visinya sebagai pemimpin sejak pertama kali menjabat bupati. Ia membuat Perda masalah Zakat untuk kepentingan umat. Ini sebagai bentuk jihad dan ijtihad dalam mengamalkan syariat Islam. Dengan powernya Ali BD mampu menegakkan zakat.

Di periode pertama ia memimpin, banyak tantangan yang ia hadapi. Namun ia berhasil membuktikan visinya telah berhasil di periode kedua. Bahkan pemerintah pusat juga mencontoh apa yang dilakukan Ali BD di Lombok Timur.

“Keberhasilan zakat di Lombok Timur karena kesungguhan dan keseriusan pemimpinnya. Zakat ini merupakan aset umat jika dikelola dengan baik dan benar, insya Allah tidak akan ada warga negara kelas dua di negeri ini,” ucapnya.

Visi Ali BD membangun sumber daya manusia juga ditunjukkan dengan dirinya mendirikan perguruan tinggi Universitas Gunung Rinjani di Lombok Timur. Belum lagi pembangunan yang ia lakukan saat menjadi bupati. Bendungan Pandanduri, Pelabuhan Labuhan Haji, pasar tradisional, gedung kantor DPRD dan bupati Lotim, infrastruktur jalan hingga puskesmas berhasil ia wujudkan.

Namun demikian, TGH Syamsul Rijal mengingatkan jika ditakdirkan menjadi gubernur, banyak PR yang harus diselesaikan Ali BD. Misalnya banyak dokter-dokter spesialis bukan dari masyarakat Suku Sasak atau Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Kebanyakan mereka berasal dari luar daerah. Klinik farmasi dan apotek banyak diisi orang luar.

“Ke depan kalau mau jadi gubernur nanti, harus bisa mendorong orang Sasak menjadi dokter-dokter spesialis. Bila mau mengoperasi dia membaca Bismillah,” harap TGH Syamsul Rijal.

Tidak hanya mengandalkan ilmu-ilmu yang mereka dapat. “Karena hakikatnya hanya Allah yang bisa menyembuhkan manusia dari penyakitnya,” tutupnya. (ton/r8/*)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost