Lombok Post
Politika

Di Lotim, APK Calon Sudah Bertebaran

EMPAT CALON: Foto empat baliho pasangan calon bupati dan wakil bupati Lotim di Simpang Empat Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, kemarin (19/3). Dibandingkan Pilgub NTB, APK Pilbup Lotim lebih merata dan lebih cepat terpasang. Toni/Lombok Post

SELONG-A� Berbeda dengan Pilgub NTB, Pilbub Lombok Timur (Lotim) tampak semarak sejak pekan pertama masa kampanye. Tak lama setelah pengambilan nomor urut, empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Lotim langsung mendapat sejumlah Alat Peraga Kampanye ( APK).

“Benar, kalau Lotim sudah lama terpasang, sekitar satu bulan,” kata Komisioner KPU Lotim Taharudin, kemarin (19/3).

Kepada Lombok Post ia menjelaskan proses pengadaan bisa berlangsung cepat karena tidak melalui lelang. Itu dimungkinkan lantaran total anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan tak lebih dari Rp 200 juta.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Makanya langsung penunjukan, bukan lelang,” ucapnya.

Anggaran bisa ditekan karena KPU Lotim juga memang melakukan proses memilih dan memilah. Untuk salah satu APK jenis baliho misalnya, hanya dicetak dengan ukuran 3×4 meter. Itu dirasa cukup, tak harus mengikuti aturan maksimal 4×7 meter.

“Aturan membolehkan,”katanya.

Dijelaskan, sesaat penetapan nomor urut, para calon langsung dikumpulkan. Mereka lalu diajak bernegosiasi perihal APK, tak lama kesepakatan dibuat, lalu dimulailah proses pencetakan.

“Setelahnya langsung kami bagi dan mereka yang pasang,” jelasnya.

Yang ditekankan KPU adalah memasang sesuai aturan, sesuai tempat yang dibolehkan. Tempat boleh dan tidak semuanya sudah dijabarkan pada empat pasangan calon.

Pantauan koran ini akhir pekan lalu, sejak memasuki kawasan Lotim di Kecamatan Terara, tampak deretan baliho para calon sudah terpasang. Sepanjang jalan nasional hingga Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, wajah calon tampak pada titik-titik tertentu.

Namun pemasangan yang menyalahi aturan tampak masih terjadi. Misalnya menempel pada tiang listrik atau pohon pelindung jalan. Baliho yang berukuran kecil juga tak maksimal ditangkap mata pengendara.

“Hanya sepintas lalu saja lihatnya,” kata Jumadi, warga Sambelia.

Karena ukuran APK yang minimalis, pengendara hanya melihat wajah sepintas saja. Jika tak kenal dengan calon, untuk sekadar membaca nama pasangan saja pengendara mengalami kesulitan.

A�”Iya, terlalu kecil, harusnya ada yang lebih besar,” harapnya. (yuk/r4)

Berita Lainnya

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost

Sama-sama Rasakan ”Efek Ekor Jas

Redaksi LombokPost

Hari Pertama, Fokus Tes Kesehatan Fisik

Redaksi LombokPost

KPU Akan Tambah Personel PPK

Redaksi LombokPost

Hasil Tes Psikologi Diserahkan ke Timsel

Redaksi LombokPost

Hari Ini Tes Psikologi Terakhir

Redaksi LombokPost