Lombok Post
Headline Kriminal

Kabur, Residivis Narkoba Jatuh Dari Atap

DITANGKAP: Drajad (tengah) ditangkap tim Satresnarkoba Polres Sumbawa karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, Rabu sore (21/3). POLRES SUMBAWA UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-18 poket berisi kristal putih diduga sabu diamankan tim Satreskrim ada Polres Sumbawa, Rabu sore (21/3). Belasan poketanA� tersebut milik terduga pengedar narkoba, yakni Drajad, yang disimpan dalam koperA� di kediamannya, Desa Brangbara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Kasatresnarkoba Polres Sumbawa Iptu Mulyadi mengatakan, pelaku merupakan residivis tindak pidana narkoba. 10 tahun lalu,A� Drajad sempat masuk bui selama 1,5 tahun karena kepemilikan ganja.

“Residivis dia. Kasusnya dulu soal ganja,” kata Mulyadi, kemarin (22/3).

Menjalani hukuman di dalam penjara, tidak membuat pria 39 tahun ini jera. Drajad rupanya kembali berkecimpung dalam bisnis haram narkotika. Informasi itu diperoleh polisi dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Sekitar dua minggu penyelidikan, indikasi Drajad mengedarkan sabu semakin kuat. Karena itu, Rabu sore (21/3), tim Satresnarkoba memutuskan untuk melakukan penggerebekan di kediaman pelaku.

Upaya penggerebekan ini ternyata diketahui pelaku. Beberapa detik setelah petugas masuk secara paksa, Drajad langsung melarikan diri. Pelaku lari ke lantai dua rumahnya dan memilih jalan kabur melalui atap.

Drajad berpikir usahanya lari melalui atap rumah bisa membuat dia terhindar dari proses hukum. Tetapi, nasib berkata lain. Dia terjatuh dari lantai dua rumahnya, karena menginjak atap seng yang rapuh. Polisi pun, tak perlu susah payah menangkap pelaku.

“Sempat lari lewat atap rumah. Tapi, pelaku jatuh di belakang rumah dan langsung kita amankan,” ungkap dia.

Selanjutnya, petugas menggeledah rumah milik pelaku. Dugaan polisi terkait Drajad yang memilik, menyimpan, menguasai, membeli, dan menjual narkotika jenis sabu terbukti. 18 poket sabu ditemukan petugas di dalam koper milik pelaku. Koper berwarna hitam itu disimpan Drajad di dalam lemari kamarnya.

Poketan sabu dengan berat total 10,10 gram langsung diamankan petugas. Selain sabu, polisi mendapatkan barang bukti lain terkait narkoba. Yakni, timbangan elektronik berukuran kecil, satu bungkus klip plastik bening, dan sedotan.

“Kita temukan kristal putih diduga sabu dengan berat 10,10 gram. Indikasi pelaku sebagai pengedar karena ada juga barang bukti berupa timbangan elektrik,” jelas Mulyadi.

Setelah mengamankan seluruh barang bukti, pelaku digiring polisi menuju RSUD Sumbawa. Di sana, urine Drajad di tes. Untuk melihat apakah yang bersangkutan memakai barang haram itu.

“Hasilnya positif. Selanjutnya kita bawa ke polres untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas dia.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal pengedar. Yakni, di Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Drajad diancam dengan hukuman paling lama 20 tahun di dalam penjara.(dit/r2)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post