Lombok Post
Headline Kriminal

Oknum Satpam Unram Curi HP Mahasiswa

CURI HANDPHONE: Kapolsek Mataram Kompol Tauhid (duduk, tengah) mengungkap sejumlah kasus pencurian yang tengah ditangani. Salah satunya oknum satpam Unram dengan inisial AM (berdiri, tengah) yang diduga melakukan pencurian handphone, Kamis (29/3). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Oknum petugas keamanan Universitas Mataram (Unram) diringkus Tim A�Opsnal Polsek Mataram. Pelaku dengan inisial AM, 24 tahun, diduga melakukan tindak pidana pencurian handphone di lingkungan kampus.

Kapolsek Mataram Kompol Tauhid mengatakan, aksi pelaku dilakukan satu bulan lalu. Korbannya saat itu adalah mahasiswa jurusan Farmasi Unram. a�?Korbannya mahasiswa sana juga,a�? kata Tauhid, Kamis (29/3).

Ketika itu, korban tengah melaksanakan salat di musala kampus. Handphonenya kemudian ditaruh tepat di belakang korban. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan pelaku untuk mencuri.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Tauhid mengatakan, aksi pelaku terungkap karena ketika kejadian, terdapat saksi yang melihat AM masuk ke musala.

A�a�?Ketahuan karena ada yang lihat. Pelaku juga sempat diperiksa di kampus, tapi tidak mau mengaku,a�? ujarnya.

Pengakuan pelaku tentu tidak membuat yakin petugas kepolisian. Mereka lantas melakukan penyelidikan guna mengungkap perbuatan pemuda 24 tahun ini. Upaya itu membuahkan hasil, petugas mendapat informasi jika handphone tersebut disimpan di rumah temannya, di Dasan Agung. Tak ingin membuang waktu, tim opsnal langsung membawa AM ke rumah temannya.

A�a�?Benar ada handphone itu di sana. Jadi pelaku dan barang bukti langsung kita amankan juga saat itu,a�? terang Tauhid.

Pelaku yang diringkus Senin (26/3) langsung digelandang menuju sel tahanan Polsek Mataram. Tauhid mengatakan, aksi pelaku bukan kali yang pertama. Tahun lalu, yang bersangkutan pernah melakukan pencurian serupa. Tetapi, kasus itu berhenti karena diselesaikan secara kekeluargaan di kampus.

Sementara itu, AM yang telah dua tahun bekerja sebagai petugas keamanan mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Gajinya sebagai satpam tidak mencukupi untuk biaya hidupnya sehari-hari. Meski demikian, perbuatannya ini membuat AM diancam dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

a�?Sudah dua tahun kerja, tapi (gaji)A�gakA�cukup untuk kebutuhan sehari-hari,a�? kata AM. (dit/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost