Lombok Post
Headline Politika

AMAN Targetkan Menang di Enam Kabupaten/Kota

PEMIMPIN MENYAPA: TGH Ahyar Abduh bersama pedagang pasar tradisional di Pasar Gunung Sari, Lobar, salah satu basis utama pendukungnya, akhir pekan lalu. AMAN FOR LOMBOK POST

MATARAM– Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi berpeluang unggul di enam kabupaten/kota. Banyaknya dukungan partai, plus sikap rakyat yang mulai condong pada pemimpin yang punya rekam jejak bagus adalah modal Ahyar-Mori.

“Partai sejak awal memang kami dekati semua,” kata Ahyar.

Sang tuan guru mengatakan hal itu dalam rangka memudahkannya bekerja untuk rakyat setelah terpilih kelak. Dukungan koalisi sembilan partai adalah jaminan bagi Ahyar-Mori untuk mendulang suara. Dalam koalisi besar itu, tersaji lengkap partai berbasis Islam juga partai nasionalis. Ada pula partai pemerintahan dan partai oposisi, tak ketinggalan partai baru melengkapi partai lama. Tercatat kini Gerindra, PPP, PAN, PDIP, Hanura, PBB, PKPI, Idaman, dan Perindo masuk gerbong pasangan AMAN.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Mereka tentu datang dengan membawa kader, simpatisan, massa, dan pemilihnya,” tegas Ahyar.

Pergerakan partai itu, oleh pasangan AMAN dibarengi dengan penjabaran visi dan misi yang nyata. Setiap bertemu konstituen, aneka program dijelaskan. Misalnya, untuk para guru ngaji yang selama ini terlupakan, akan disiapkan anggaran Rp 10 miliar. Dwi tunggal Ahyar-Mori juga siap melahirkan wirausahawan desa dengan sokongan koperasi syariah berbasis masjid. Program satu desa satu branding jadi pelengkap pengembangan desa. Pengembangan wisata halal juga jadi prioritas.

Lalu untuk urusan lingkungan, AMAN bersiap mengajak masyarakat menanam satu juta pohon. Untuk urusan pemerintahan, menciptakan smart government agar pelayanan maksimal untuk semua dijalankan. Dalam bidang pendidikan, selain aneka beasiswa, pasangan nomor dua berjanji turut serta aktif menggenjot kualitas perguruan tinggi. Tak ketinggalan program pemerataan pembangunam di Pulau Sumbawa. Beberapa di antaranya, meningkatkan kapasitas dua bandara di sana, membangun rumah sakit provinsi cabang, dan membangun islamic center, termasuk gelanggang olah raga untuk anak-anak muda.

“Intinya kami akan membangun untuk semua,” tegas Ahyar.

Rekam jejak yang menteteng juga membuat Ahyar-Mori sangat berpotensi menang. Data BPS menunjukkan, IPM Kota Mataram adalah yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di NTB. Bandingkan dengan IPM Lombok Timur yang dipimpin HM Ali BD yang ada pada urutan delapan. Atau juga IPM Lombok Tengah yang dipimpin HM Suhaili FT yang ada pada urutan sembilan.

“Jelas IPM akan kami genjot, jika Lotim dan Loteng bisa kita tingkatkan, setengah masalah NTB akan teratasi,” tegasnya.

Dan itu akan dilakukannya jika terpilih. Menggenjot IPM, yang artinya memperbaiki kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Tiga hal yang menjadi masalah di Lotim dan Loteng.

“Alhamdulillah di Mataram tiga hal itu kami telah lakukan, sehingga data dan fakta menunjukkan IPM sudah nomor satu,” tegasnya.

Bukti kemampuan Ahyar dalam memimpin akan dilengkapi sosok muda bernama Mori Hanafi. Dia adalah politisi Gerindra yang dikenal vokal di DPRD NTB. Menjabat unsur pimpinan dewan, artinya Mori diakui kawan maupun lawan memiliki kapasitas kepemimpinan. Soal urusan penganggaran, ia juga ahlinya. Sebagai praktisi, Mori adalah ujung tombak ahli kalkulasi anggaran untuk rakyat di dewan. Hasilnya, NTB kini menorehkan sejumlah lompatan pembangunan. Tentu hal itu tak kepas dari peran dewan, termasuk Mori Hanafi.

“Kami berdua siap bahu membahu,” tegas Mori.

Dengan ragam kelebihan itu, AMAN berpotensi menang di enam kabupaten/kota. Pertama adalah di Mataram. Selain karena daerah tempat Ahyar 23 tahun mengabdi, masyarakat Mataram yang cenderung rasional melihat hasil nyata wali kota dua periode tersebut. Mataram yang heterogen, dengan banyak pendatang juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Ahyar-Mori.

“Saat balik kampung halaman, mereka bisa membandingkan dengan daerahnya,” katanya mempersilakan.

Lobar dan KLU menjadi dua basis lainnya tempat AMAN berpeluang menang. Kedekatan emosional adalah alasan utama. Ahyar dianggap representasi daerah itu. Dibanding calon lain, Ahyar adalah yang paling dekat. Bersama Mataram, Lobar dan KLU memang satu asal. Beberapa tahun silam, ketiga daerah itu sama-sama masuk teritori Lobar sebelum akhirnya dimekarkan.

“Darah kita memang satu, bahkan sampai saat ini,” tegas Ahyar.

Sedangkan tiga daerah lain ada di Pulau Sumbawa, tepatnya di daerah Mbojo. Dua kali menjabat dewan, Mori maju melalui dapil Dompu, Bima, dan Kota Bima. Dialah satu-satunya representasi masyatakat Mbojo dalam pilgub kali ini.

“Insya Allah di Bima Dompu kita telak,” tegas Mori.

Yang menarik, pemilih rasional di enam daerah itu juga sangat condong pada pasangan dengan ciri khas serban hitam putih itu. Jelas hal tersebut menjadi angin segar yang bisa menarik pemilih rasional daerah lainnya. Bagaimana dengan empat daerah lain? Di Sumbawa dan Sumbawa Barat, duet Ahyar-Mori juga memiliki peluang yang tak kecil.

“Bupati dua daerah itu mendukung kami,” ucap Mori.

Sementara di Lotim dan Loteng, kini selisihnya juga tipis. Sehingga jika tidak unggul, mereka tetap akan menang secara keseluruhan.

“Alhamdulillah enam daerah sudah dalam genggaman, dua berprogres baik, dua lainnya tipis,” imbuh Mori.

Kini, memastikan kemenangan rakyat yang sudah di pelupuk mata, keduanya makin intens menyapa masyarakat. Hasilnya, aneka dukungan terus mengalir. Yang menarik, banyak dari relawan yang kini terang-terangan mendukung Ahyar-Mori adalah kelompok masyarakat independen. Mereka yang sejak dulu tak masuk partai tertentu, bahkan tidak aktif dalam kelompok manapun, kini masuk barisan pasangan nomor dua.

“Alhamdulillah, makin banyak masyarakat independen yang non partai dan non blok mendukung kami,” tambah Ahyar seraya bersyukur.

Hal menarik lainnya adalah, makin banyak kaum hawa yang mau peduli. Mereka, baik yang berjilbab maupun tidak juga banyak masuk dalam barisan.

“Warnanya warna-warni, tidak hanya jilbab hijau, ada merah kuning, biru, putih, hitan, pokoknya semua warna,” ucapnya.

Sebagai kader Golkar, Ahyar juga yakin, banyak pemilih setia beringin berpihak padanya. “Silakan dibandingkan, mana yang terbaik untuk dipilih,” ujarnya. (yuk/r4/ADV)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost