Lombok Post
Headline Politika

Amin Bahagia NTB Mulai Ekspor Jagung

LANJUTKAN: Pasangan nomor satu HM Suhaili FT dan HM Amin siap melanjutkan ikhtiar.

MATARAM– NTB memastikan mengekspor 30 ribu ton jagung ke Filipina tahun ini. Pengiriman tahap pertama sudah dilakukan pada pekan ketiga bulan lalu. Total 11.500 ton jagung dikapalkan ke negeri tetangga tersebut. Pegapalan dilakukan dari Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, itu buah kerja keras kita selama ini,” kata Wakil Gubernur NTB non aktif HM Amin.

Begitu mengetahui kabar itu, Amin langsung berucap syukur. Kendati tak bisa hadir karena kini tengah cuti, dia bahagia, ikhtiarnya selama ini membuahkan hasil. Ekspor perdana jagung ke Filipina kala itu dilepas langsung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi.

Terkait ekspor perdana tahun ini, Amin menegaskan, hal tersebut merupakan wujud ikhtiar NTB mendukung ketahanan pangan nasional. Terlebih, NTB telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Ya kita kerja keras, jagung mulai menunjukkan hasil posiif hingga bisa ekspor tahun ini,” ujar Amin

Tak cuma diekspor ke Filipina. Jagung NTB juga dikirim ke beberapa daerah di dalam negeri. Untuk pengiriman antardaerah ini sudah dilakukan semenjak tahun lalu.

“Ini menunjukan NTB terus berkontribusi positif untuk pembangunan nasional,a�?A� kata pria yang kini kembali mencalonkam diri dalam pilkada NTB.

Amin yang kini berpasangan dengan HM Suhaili FT mengucap terima kasih kepada semua pihak yang turut serta aktif membantu swasembada pangan di NTB. Terutama kepada petani jagung NTB. Ia mengapresiasi kesungguhan para petani meningkatkan produksi jagung secara terus-menerus. Sehingga produksi jagung NTB terus meningkat. Data menunjukkan, tahun 2016 produksi jagung NTB 1,1 juta ton. Dan tahun 2017 melonjak menjadi 2,127 juta ton.
“Alhamdulillah, ikhtiar TGB-Amin lima tahun ini membuahkan hasil,” katanya.

Dia berjanji, paket Suhaili-Amin jika diberikan kesempatan memimpin NTB akan melanjutkan capaian tersebut. Bahkan melakukan perbaikan pada sejumlah kekurangan yang masih ada. Misalnya memperjuangkan bibit, pupuk, termasuk harga jual yang lebih baik bagi petani.

“Itu komitmen kami pasangan nomor satu,” tegas Amin.

Setelah petani yang menanam, tugas pemerintah adalah memastikan manfaat ekonomi semakin besar untuk petani. Salah saty caranya dengan memangkas biaya produksi. Ia berharap distribusi pupuk benar-benar lancar. Sementara di sisi lain, pembelian hasil petani harus di atas Harga Pokok Penjualan (HPP).

Melonjaknya produksi jagung di NTB juga menjadikan perputaran uang pada komoditas ini sangat besar. Ketua Nasdem NTB itu mengatakan, dengan produksi 2,1 juta ton, perputaran uang kini menembus angka Rp 6,5 triliun pertahun.

“Tugas kita selanjutnya memastikan uang itu benar-benar berputar untuk rakyat,” tegasnya.

Karena itu, pria murah senyum itu berharap, keuntungan para petani dari menanam jagung tidak hanya dipakai untuk kegiatan konsumtif. Tapi juga ditabung, bahkan diinvestasikan untuk kegiatan produktif. Dikatakannya, sejauh ini, aksi menabung memang masih minim dilakukan para petani di NTB. Karena itu, ada pemikiran dana dari hasil jagung dijadikan modal desa membuat BUMDes.

“Nanti itu kita bahas di kantor gubernur NTB perwakilan Pulau Sumbawa,” imbuhnya.

Ya, sebagai pasangan satu-satunya yang akan membuat kantor gubernur perwakilan Pulau Sumbawa, masalah tersebut bisa dibahas intens. Mulai dari hasil jagung, masalah yang ada, potensi kedepan, hingga cara memutarnya.
“Ini adalah komitmen kami untuk Pulau Sumbawa,” tegasnya.

Oleh pemerintah pusat, NTB diapresiasi berkontribusi besar dalam membebaskan Indonesia dari Impor jagung. Pada tahun 2015 Indonesia impor 3,2 juta ton namun angka ini terus turun hingga menjadi nol tahun 2017 lalu.

NTB menempati urutan kelima, provinsi dengan produksi jagung terbesar, dengan peningkatan 18,5 persen per tahun. Capain itu luar biasa, megingat luasan lahannya jauh dibandingkan provinsi besar lain.

Dalam pelepasan ekspor jagung itu, juga dicanangkan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (GAMAJIPI). Gerakan itu diinisiasi Pemda Sumbawa, karena limbah jagung meningkat seiring dengan meningkatnya produksi jagung.

“Jadi pas, sapi dan jagung saling mengisi,” sambung Amin.

Dua hal itu memang menjadi unggulan NTB selama pemerintahan TGB-Amin. Sapi, jagung, dan rumput laut dalam program PIJAR. Program GAMAJIPI dikatakannya pas dalam rangka mengkolaborasikan sektor pertanian melalui tanaman jagung dengan sapi pada sektor peternakan. Melalui program tersebut, dia berharap, limbah jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain juga bisa menghasilkan biomasa.

“Kalau terpilih, Suhaili-Amin akan dukung program pemerintah Sumbawa itu,” tegasnya.

Agar program tersebut bisa berjalan dengan baik, maka dukungan dari Pemprov dan Kementan sangat diharapkan. Terutama dalam hal bantuan penyediaan benih, pupuk, sapi, alsintan dan sarana pertanian lainnya. Jaminan dukungan dari Amin tentunya menjadi angin segar keberlanjutan ikhtiar itu.

Sama seperti harapan bupati, Amin juga berharap 112 BUMDes yang ada di Sumbawa dapat berperan memanfaatkan potensi limbah jagung melalui penyediaan jasa pembuatan. Sekaligus penjualan pakan ternak sapi.

Dalam enamA� tahun terakhir, sejak tahun 2012, produksi jagung di Sumbawa terus meningkat. Luas tanam pun begitu. Jumlahnya terus bertambah. Luas tanam dari semula 35.462 hektare kini menjadi 97.204 hektare. Sementara jumlah produksi dari 192.390 tahun 2012 menjadi 621.405 ton tahun 2017.

Tahun ini, ditargetkan produksi jagung Sumbawa bisa menembus satu juta ton. Dengan produksi satu juta ton, diperkirakan limbah yang bisa diolah menjadi pakan mampu menghidupi 133.333 ekor sapi selama 75 hari.

“Sekali lagi, pasangan nomor satu akan memastikan capaian positif ini berlanjut, bahkan dengan lebih baik lagi, ini bukti kami juga berjuang untuk Pulau Sumbawa,” tegasnya. (yuk/r4/ADV)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost