Lombok Post
Headline Politika

Mori: Anak Muda Adalah Masa Depan NTB

PEREMPUAN BERKALUNG SERBAN: Calon sakil gubernur NTB pendamping TGH Ahyar Abduh, H Mori Hanafi didamping relawan perempuan berjilbab kala kampanye di Dompu, kemarin. AMAN FOR LOMBOK POST

MATARAM– Anak muda adalah masa depan. Di tangan merekalah nasib NTB kedepannya. Karena itu anak muda tak boleh apatis, harus terus melek perkembangan dan menjadi bagian dari perubahan.

“Terkait kondisi NTB, tugas para pemuda untuk memastikannya terus bergerak maju,” kata H Mori Hanafi.

Pendamping TGH Ahyar Abduh dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB itu percaya setiap anak muda NTB memainkan peran dalam menentukan derap langkah pembangunan daerah ini.

“Paling sederhana, kalian harus berkontribusi dalam pesta demokrasi,” ujarnya.

Tidak apatis adalah sebuah bentuk kepedulian. Dikatakan politisi Gerindra itu, seluruh anak muda NTB harus mau ambil bagian dan tidak golput.

“Golput bukanlah solusi, ayo mencoblos,” tegasnya.

Dia lantas mengingatkan bahaya golput. Jika anak-anak muda tak mau menggunakan hak demokrasi yang sudah diberikan negara, boleh jadi pemimpin yang terpilih kedepan justru orang-orang yang tak cakap memimpin. Termasuk kemungkinan terpilihnya orang yang tak peduli pada para pemuda.

“Karena itu, gunakanlah hak pilihmu dengan cerdas,” pesannya.

Dia meminta para anak-anak muda mau meneliti rekam jejak para calon pemimpin. Kemudian memperhatikan visi dan misi yang ditawarkan, bahkan turut mengkritisi dan mencermati.

“Misalnya, ada pemimpin yang doyan kontroversi, terkenal suka buat gaduh, tidak mau mendengar masukan, maunya menang sendiri, ya itu harus dijadikan bahan penilaian juga,” katanya.

Atau misalnya ada calon pemimpin yang selama ini tak pernah terdengar sumbangsihnya untuk daerah. Namun tiba-tiba saat pemilihan datang dan menawarkan janji-janji surga. Termasuk tiba-tiba rajin blusukan sana-sini.

“Itu harus dibaca dengan cerdas oleh anak-anak muda,” kata Mori mengingatkan.

Atau ada juga, misalnya pemimpin yang doyannya nyanyi-nyanyi. Lantas ia kerap mengundang artis untuk memuaskan hasrat dan hobinya itu. Padahal masih banyak prioritas pembangunan dan masyarakat yang perlu diperhatikan.

“Pemuda harus mengkritisi hal-hal seperti itu,” ungkapnya.

Khusus pasangan Ahyar-Mori, mereka menawarkan keberimbangan pembangunan di Lombok dan Sumbawa. Pasangan nomor dua juga menawarkan keberimbangan perhatian untuk anak muda dan generasi tua.

“Itulah mengapa kami mengangkat jargon NTB untuk semua,” katanya.

Ahyar menambahkan konsep NTB untuk semua adalah membangun untuk seluruh lapisan masyarakat. Misalnya terkait pemuda, paket AMAN akan membangunkan sarana olahraga hingga ke desa-desa. Dengan cara ini, anak-anak muda NTB bisa menyalurkan bakat dan minat secara positif.

“Ini satu bentuk perhatian untuk anak-anak muda,” ujar sang tuan guru.

Pria yang akrab disapa TGA itu juga menegaskan komitmen pemerataan pendidikan. Bagi anak-anak sekolah, beasiswa disiapkan. Bagi generasi muda yang sudah kuliah, AMAN berjanji membantu menaikkan level perguruan tinggi yang ada. Khususnya perguruan tinggi di Sumbawa yang rata-rata masih tertinggal dibanding Lombok.

“Kita akan berjuang agar kualitas pendidikan meningkat, sehingga anak-anak muda makin memiliki masa depan cerah,” tegasnya.

Untuk para pemuda yang ada di pesantren, konsep pesantren go digital ditawarkan. Dengan memberi akses internet yang memadai, para pemuda bisa memperluas sumber pencarian ilmu. Pemuda-pemuda pesantren juga bisa mulai belajar berkreasi, termasuk berdakwah menggunakan teknologi.

“Komitmen Ahyar-Mori untuk anak-anak muda jelas,” katanya.

Membangun islamic center di Pulau Sumbawa adalah bentuk perhatian lainnya pada upaya menjaga akhlak generasi muda. Rumah sakit provinsi cabang Pulau Sumbawa adalah bentuk perhatian lain dalam bidang kesehatan. Termasuk upaya meningkatkan kapasitas dua bandara di Sumbawa dan Bima dalam rangka memudahkan arus transportasi.

Bukti nyata lain keberpihakan pada generasi muda adalah kala TGA memilih Mori sebagai pendamping. Dia adalah sosok muda yang cerdas dan sudah menunjukkan kapasitas. Ia bahkan menjadi salah satu yang paling muda dalam pilkada kali ini.

“Masih muda sudah jadi wakil ketua DPRD NTB,” pujinya.

Mori nantinya akan memastikan apa-apa saja harapan anak muda untuk direalisasikan. Sebagai duet tua dan muda, Ahyar dan Mori berjanji memberi perhatian pada semua, termasuk generasi penerus.

“Jangan golput, pilihlah pemimpin yang akan menentukan nasib kalian,” pesannya. (yuk/r4/ADV)

Berita Lainnya

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost