Lombok Post
Metropolis

BRT Bakal Didukung Fider

BRT SEPI: Sejumlah penumpang berada di dalam bus rapit transit (BRT). Bus ini banyak dimanfaatkan untuk antar jemput para pelajar di Kota Mataram. THEA/LOMBOK POST

MATARAM-Upaya Pemerintah Kota Mataram dan Pemprov NTB kembali mengoperasikan bus rapit transit (BRT) untuk para pelajar, belum membuahkan hasil maksimal. Sejak dioperasikan tanggal 2 April lalu, penumpang BRT kebanyakan hanya kalangan pelajar.

BRT dengan jalur Jalan Brawijaya, Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan, Jalan Langko, Jalan Pejanggik, Jalan Selaparang, hingga kembali lagi menuju kantor Damri terbilang sepi penumpang. Apalagi saat jam operasionalnya di pukul 06.00-08.30 Wita dan kembali beroperasi pada pukul 13.00-15.30 Wita, jumlah pelajar yang menggunakan BRT hanya hitungan jari.

a�?BRT ini masih sosialiasi, jadi wajar saja kalau masih sepi penumpang (pelajar),a�? kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram H Khalid pada Lombok Post.

Walaupun masih dalam tahap sosialiasi, Khalid optimis para pelajar akan menggunakan BRT dikemudian hari. Apalagi, dalam waktu dekat ini, akan ada fider atau angkutan kota yang akan diturunkan Dishub Kota Mataram untuk menjemput para pelajar, untuk diantarkan ke halte BRT.

a�?Fider memang belum berjalan sampai saat ini, karena tengah diseleksi oleh Organda. Kalau sudah beroperasi, proses antar jemput akan kembali ramai,a�? tutur Khalid.

Setelah nantinya diseleksi Organda, Khalid menerangkan sejumlah fider akan tergabung ke dalam tiga koperasi jasa trasportasi. Yang nantinya masing-masing jasa angkutan (koperasi) akan mendapatkan sejumlah bantuan subsidi dari pemerintah.

a�?Kalau sudah terseleksi, nanti kami akan membuat MOU pada mereka sekaligus menyerahkan bantuan Rp 500 juta kepada masing-masing koperasi,a�? tuturnya.

Sementara itu, Asisten Setda I Kota Mataram Lalu Martawang menilai sepinya pemanfaatan BRT hingga saat ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Salah satunya, karena ketidak tahuan masyarakat terhadap informasi BRT, hingga minimnya rute yang disediakan oleh pemerintah.

a�? Saya rasa permasalahan teknis seperti ini bisa menjadi evaluasi yang harus dilakukan oleh OPD terkait,a�? kata Martawang pada Lombok Post.

Meskipun dinilai sepi penumpang, mantan kepala Bappeda ini berharap agar BRT bisa tetap dimanfaatkan oleh pelajar se-Kota Mataram untuk proses antar jemput ke sekolah.

a�?Semua butuh proses, tidak bisa langsung sim salabim,a�? ungkapnya.

Terpisah, Amrullah, salah watu warga Kota Mataram mengaku minimnya pemanfaatan BRT ini dipengaruhi oleh gaya hidup pelajar yang kerap menggunakan kendaraan pribadi.

a�?Kita tidak bisa menyalahkan BRT ini, bisa saja para pelajar telah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, sehingga malas menaiki BRT,a�? kata Amrullah.

Walau sepi penumpang, ia berharap agar pemerintah lebih intens melakukan sosialiasi ke sejumlah sekolah. a�?Sosialiasasi itu wajib, kalau bisa langsung turun ke sekolah. Saya rasa hal itu bisa lebih efektif untuk meningkatkan jumlah penumpang BRT,a�? pungkasnya. (tea/r3)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost