Lombok Post
Headline Selong

Lumpuh, Ibu dan Anak Hidup di Gubuk Reot

PEDULI MASYARAKAT: Babinkamtibmas Desa Tanjung Luar Bripka Arwandi menjenguk Fatimah yang megalami lumpuh total di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak belum lama ini.

SELONG-Nasib malang dialami dua orang warga Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak. Fatimah, 80 tahun, hidup bersama anaknya Zulkarnain, 40 tahun dalam keadaan lumpuh total. Warga Kampung Muhajirin Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak ini pun hidup hanya mengharap belas kasihan orang setiap harinya karena tak banyak bisa berbuat apa-apa.

Zulkarnain lumpuh dan tuna wicara sejak kecil. Selama lumpuh, hanya mengharap belas kasihan tetangga yang ikhlas datang mengantarkan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, ibu kandung Zulkarnain Fatimah atau Inaq Mahsun mengaku menderita kelumpuhan sejak dua tahun silam.

Kendati sama-sama cacat, dengan hati yang besar dan penuh kasih sayang, Fatimah memberikan anaknya yang juga lumpuh makan dengan menyuapinya. Kondisinya yang lumpuh total, tidak membuatnya menyerah dalam menjalani hidup dan merawat anaknya.

a�?Meski seperti ini saya selalu bersukur, dan saya tidak bisa menyerah begitu saja,a�? kata Fatimah. Selama ini sambung Fatimah, mereka tinggal gubuk reot dengan kondisi fisik yang terbatas. Mereka jarang dapat perhatian maupun bantuan dari pemerintah. a�?Hanya sekali saya dapat beras (Rastra) sebanyak 5 kg, kalau sebelumnya saya tidak dapat,a�? akunya.

Bahkkan, bantuan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) pun, ia tidak terdaftar bersama anaknya. Sehingga, seperti apapun kondisi sakitnya, tak pernah bisa pergi berobat. a�?Kalau penyakitnya lagi datang, kaki saya serasa mati, da tidak bisa bergerak. Begitu juga dengan anakku kalau sedang kumat, bisa membiru dan tak bisa apa-apa,a�? ceritanya.

Kabarnya, kondisi kelumpuhan yang dialam Fatimah dan anaknya akibat sering mengkonsumsi obat sembarangan. Namun ia mengaku hal tersebut tidak benar. a�?Gak pernah mau saya beli obat, a�? katanya.

Ia juga mengaku, meski mempunyai banyak anak, Namun sudah beberapa tahun belakangan, tak pernah dijenguk anak-anaknya. Meski pun itu saat lebaran Idul Fitri. Namun demikian, ia selalu memberikan doa agar anaka��anaknya tetap sehat. a�?Saya tetap mendoakan mereka, agar tetap sehat dan rezekinya lancar,a�? ucapnya.

Sementara itu, Kepela Desa Tanjug Luar Mukti Ali membantah kalau pemerintah desa tidak memberikan perhatian kepada warganya. Menurutnya, kepala desa sudah mengusulkan ke Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan dan Pemukiman agar warga ini mendapat bantuan.

a�?Dari kepala desa sebelumnya juga pernah di berikan bedah rumah, tapi diuangkan, sehingga bantuan itu tidak kelihatan, jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan tidak ada perhatian dari pemerintah desa,a�? katanya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah desa juga sudah mengusulkan bantuan penyandang disabilitas dari APBdes. Sehingga mereka bisa mendapat bantuan.a�? Tapi namanya pemerintahan, semua itu harus butuhA� proses, dan saat ini juga yang kita usahakan bagaimana pasrtisipasi masyarakat setempat memberikan bantuan keluarga ini, a�? katanya. (ton/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost