Lombok Post
Headline Kriminal

Mengenal Polisi Literasi, Bripda Muhammad Rivaldi Pradana

BELAJAR NGAJI: Bripda Muhammad Rivaldi Pradana saat mengajarkan anak-anak mengaji di Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, beberapa waktu lalu.

Dua tahun bertugas sebagai anggota Polri, kiprah Bripda Muhammad Rivaldi Pradana sebagai Bhabinkamtimas mampu membawa perubahan di Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Terobosannya bahkan berhasil mencuri perhatian Kapolda NTB, dan Bupati Bima.

== == == == == ==

Maret 2016 silam, Rivaldi, sapaan akrabnya, menginjakkan kaki pertama kali ke dana mbojo. Kepergiannya ke Bima, untuk menjalankan tugas penting. Pemuda yang tahun ini berusia 23 tahun tersebut, ditunjuk menjadi Bhabinkamtibmas.

Jauh dari keluarga dan tempat baru yang terasa asing, tidak membuat Rivaldi galau. Sebagai anggota Polri, tugas di mana pun, wajib hukumnya untuk dijalankan.

Apalagi sebagai Bhabin, Rivaldi memegang tugas paling penting dalam institusi Polri. Menjadi ujung tombak kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Termasuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya saat bertugas.

Di Polres Bima Kabupaten, Rivaldi ditempatkan di Polsek Donggo. Di sini, pria lulusan SPN Polda NTB 2014 lalu, langsung bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Mpili, Kecamatan Donggo.

Sebagai pendatang, Rivaldi cepat beradaptasi di tempat yang baru. Sifatnya yang sopan dan menghormati warga setempat, membuatnya dengan mudah diterima masyarakat Desa Mpili.

Yang semakin membuat dia dicintai di Desa Mpili adalah pengabdiannya untuk mengajar anak-anak mengaji. Kegiatan itu dilakukan saban hari, selepas salat Magrib hingga menjelang salat Isya.

Keputusannya untuk menjadi guru ngaji berangkat dari kegelisahannya. Setiap menjelang magrib, Rivaldi tak jarang melihat anak-anak bermain di luar rumah. Kegiatan itu dinilai kurang bermanfaat.

a�?Ngajarnya di rumah warga, kadang juga di masjid,a�? kata Rivaldi.

Rivaldi mengatakan, di Desa Mpili sebenarnya sudah banyak taman pendidikan Alquran (TPA). Begitu juga dengan guru ngajinya. Hanya saja, ketika musim panen tiba, banyak guru ngaji yang lebih banyak menghabiskan waktunya di sawah.

Pekerjaan itu membuat banyak guru ngaji kelelahan untuk mengajar di sore harinya. Rivaldi pun mengambil inisiatif sebagai pengganti mereka. Mengajari anak-anak Desa Mpili untuk mengenal huruf dalam Alquran.

a�?Saya yang memilih untuk mengisi kekosongan itu. Senin sampai Jumat di masjid, Sabtu dan Minggu bergiliran di masing-masing TPA,a�? terang dia.

Pilihan Rivaldi mengabdi sebagai guru ngaji, direspons baik para orang tua di Desa Mpili. Mereka menitipkan anak-anak mereka agar bisa mengaji. Bahkan, tak jarang orang tua ini meminta Rivaldi untuk tak segan memukul anaknya, kalau mereka tidak mau mengaji.

a�?Tapi, tidak sampai begitu. Saya pasti ajak anaknya baik-baik,a�? ujarnya lantas terkekeh.

Rutinitas sebagai guru ngaji tidak membuat Rivaldi kering ide. Di sela-sela mengajar ngaji, pria kelahiran 24 November 1995 ini kembali membuat terobosan baru. Dia menggagas perpustakaan keliling desa. Ide itu diwujudkan dengan motor operasional Bhabinkamtibmas.

Awalnya, kata Rivaldi, hanya 10 buku bacaan yang dia bawa berkeliling desa. Buku-buku itu ditawarkan ke sejumlah anak yang tengah asyik bermain di sudut desa.

Perpustakaan keliling ini juga berangkat dari kegelisahan hati Rivaldi melihat kondisi anak-anak di Desa Mpili. Kata dia, setiap musim panen, banyak orang tua yang mengajak anaknya untuk bekerja. Mereka kerap menomorduakan pendidikan.

a�?Kalau musim panen, sekolah itu nomor dua. Anak-anak diminta untuk membantu orang tua panen,a�? kata Rivaldi yang pernah bertugas di Ditsabhara Polda NTB ini.

Buku-buku yang dibawa Rivaldi, dengan cepat a�?dilahapa�� anak-anak Desa Mpili. Minat baca mereka ternyata cukup tinggi. Alasan itu yang membuat Rivaldi memutar otak untuk bisa menambah buku bacaan.

Dia mulai membagikan kegiatannya melalui media daring. Mengajak masyarakat untuk menyumbangkan buku bacaan anak-anak ke Desa Mpili. Upaya itu membuahkan hasil. Ratusan buku disumbangkan.

a�?Sekarang sudah ada lebih dari 400 buku bacaan. Itu sumbangan dari masyarakat luar yang peduli literasi di Desa Mpili,a�? terang dia.

Masalah anak-anak yang lebih sering diajak ke sawah untuk membantu panen, dimasuki Rivaldi dengan perpustakaan keliling itu. Kata dia, setiap panen, dia turut mendatangi warganya. Tentunya dengan membawa buku bacaan. Di sana, anak-anak diajaknya untuk membaca. Sementara Rivaldi, tak jarang membawa orang tua untuk ikut panen.

a�?Bukunya saya bawa ke sawah. Kadang juga langsung ke sekolah-sekolah. Jadi ketika istirahat, mereka bisa membaca,a�? kata pria lulusan SMAN 1 Lingsar, Lombok Barat ini.

Aparatur Desa Mpili rupanya mengapresiasi terobosan Rivaldi. Mereka bahksa memfasilitasi rumah singgah, ketika melihat Rivaldi kesulitan dalam menaruh ratusan buku bacaannya. a�?Ada satu rumah dijadikan tempat singgah. Saya taruh buku di sana, karena tidak mungkin sekali jalan untuk membawa semuanya,a�? tuturnya.

Setiap membawa buku, Rivaldi selalu mengenakan seragam polisi. Ada alasan dibalik seragam yang terus dikenakannya saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas. Ketika pertama kali datang ke Desa Mpili, warga mengenal polisi sebagai sosok yang menakutkan.

a�?Mereka kenal polisi itu tugasnya cuma nangkap penjahat aja. Pokoknya seram,a�? katanya.

Citra itu perlahan diubah Rivaldi. Melalui pendekatan sebagai guru ngaji dan perpustakaan keliling, Bripda Rivaldi mengenalkan seorang sosok polisi yang humanis. Mengabdi kepada masyarakat dengan ikhlas.

Upaya itu diganjar penghargaan dari Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan Brigjen Pol Firli (saat itu masih menjadi Kapolda NTB, Red), akhir Desember lalu. Rivaldi dinilai mampu membuat perubahan yang lebih baik di tempatnya bertugas.

Brigjen Firli saat itu mengatakan, penghargaan yang diberikan negara, mungkin tidak seberapa dari andil yang diberikan mereka. Namun, ini merupakan wujud perhatian, cinta dan kepedulian yang tinggi terhadap jasa mereka.

a�?Diharapkan ada lagi sosok lain seperti Bripda Rivaldi, yang mampu membangun dan mencerdaskan anak bangsa, sekaligus bisa menjaga kamtibmas di wilayahnya,a�? tandas Firli.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Berita Lainnya

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost