Lombok Post
Headline Politika

Ali BD: Pemimpin Harus Menjaga Kemurnian Jiwanya

Ali BD

SELONG-Dua periode memimpin Lombok Timur, calon gubernur NTB independen Ali BD jauh dari pemberitaan mengenai korupsi. Maklum, pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini tergolong sebagai pemimpin yang bersih.

Bukannya korupsi, justru ia melakukan penghematan semaksimal mungkin terhadap uang daerah. Ia tidak ingin uang daerah terbuang sia-sia. Sebisa mungkin, uang daerah yang ada untuk pembangunan daerah dan mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin.

Di Lotim, kiprah dan sepak terjang Ali BD sudah tidak asing di kalangan pejabat birokrasi yang dipimpinnya. Tidak ada uang daerah yang terbuang sia-sia untuk hura-hura pejabat. Untuk itulah ia kemudian membuat Perbup setiap pejabat yang keluar daerah harus atas persetujuan atau izin bupati.

a�?Uang daerah itu sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan untuk pembangunan dan mengatasi kemiskinan. Jadi kalau uang daerah yang kecil ini tidak bisa diamanfaatkan dengan baik, kita tidak akan bisa membangun apa-apa,a�? ucap Ali BD.

Dasar pemikiran inilah yang kemudian membuat pria yang dikenal sebagai Sang Pendobrak ini tidak bisa a�?dikibulia�� siapa pun dalam persoalan anggaran. Termasuk dalam urusan pengadaan proyek pembangunan. Prinsipnya selalu menjaganya untuk jauh dari niat memimpin untuk mencari keuntungan pribadi.

a�?Keliru besar kalau seorang calon kepala daerah hanya ingin menjadi pemimpin untuk mendapat kekayaan atau mencari keuntungan. Dia hanya membuang-buang waktunya,a�? tegasnya.

Niat menjadi seorang pemimpin selalu ditegaskan Ali BD haruslah untuk mewujudkan pikiran dan visinya untuk melahirkan perubahan dan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Keliru niat seorang calon pemimpin, maka keliru pula ia dalam menjalankan roda pemerintahan.

Untuk itu, Ali BD juga selalu menegaskan kepada semua pejabatnya untuk tidak a�?bermain-maina�� dalam menjalankan pembangunan di daerah. Ia selalu berupaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan mengawasi langsung kinerja bawahannya.

Ali BD turun langsung mengecek pekerjaan anak buahnya. Mulai dari proyek jalan, jembatan, hingga proyek pengadaan bantuan kepada masyarakat selalu ia kontrol.

Sehingga, ketika menemukan ketidakberesan ia akan selalu mengontrol para pejabat tersebut dengan mengumpulkan mereka dalam rapat evaluasi bulanan.

Ketika rapat, ia akan menanyakan sejumlah pekerjaan yang dianggapnya tidak beres dan sudah ditinjaunya langsung. Sehingga tidak ada alasan bagi pejabat yang melaksanakan proyek tersebut untuk berkilah. Jangan heran jika Ali BD secara blak-blakan kerap menyemprot pejabat daerah yang dinilainya tidak beres bekerja.

Ia menjelaskan saat ini banyak proyek pemerintah yang tidak beres karena keuntungan dari pejabatnya terlalu besar. Mereka bekerja sama dengan pihak kontraktor untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari proyek yang dijalankannya.

a�?Itu makanya saya menjauhkan diri dari kontraktor. Saya bukan kepala daerah yang senang bertemu dan bergaul dengan pemborong. Saya menjaga diri saya,a�? ungkapnya.

Sehingga, ketika ia menemukan pekerjaan seorang kontraktor tidak beres, maka Ali BD dengan tegas meminta pejabat daerah untuk memutus kontrak kerja sama. Karena ia tidak ingin pembangunan daerah melibatkan kontraktor yang bekerja tidak beres. Namun dipercaya karena memberikan a�?feea�� kepada pejabat tertentu.

Kebiasaan semacam inilah yang menurut Ali BD harus dihindari oleh kepala daerah. Karena, sangat tidak baik jika kepala daerah sudah terlalu dekat dengan pemborong atau rekanan. Bahkan sangat celaka jika seorang kepala daerah dikatakannya mendapat aliran dana dari kontraktor.

Itu yang kemudian digunakan untuk membayar mahar partai atau biaya untuk pencalonannya. a�?Jika ini terjadi, mereka telah menjual daerahnya sebelum mereka memimpinnya,a�? ungkapnya.

Untuk itu, ia menegaskan seorang pemimpin atau calon kepala daerah harus menjaga kemurnian jiwanya. Menjadi pemimpin ditegaskannya bukan untuk niat mencari keuntungan pribadi, kelompok atau golongannya.

a�?Menjadi pemimpin daerah bukan untuk mencari kekayaan atau ingin dipuja. Tetapi untuk mengamalkan pengalaman dan ilmu untuk mewujudkan cita-cita dalam pikirannya yang hanya bisa dilakukan ketika mendapatkan kekuasaan. Seorang pemimpin harus menjaga kemurnian jiwanya,a�? pungkas pria yang juga karib disapa Amaq Kake itu. (ton/r8/*)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost