Lombok Post
Headline Selong

Polisi Klarifikasi Pejabat Lotim Terkait Dugaan Korupsi Pusuk Sembalun

DIMINTAI KETERANGAN: Asisten I Pemkab Lotim, Khairil Anwar berjalan usai dimintai keterangan oleh Unit Tipikor Polres Lotim, kemarin (12/4).

SELONG–Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lombok TimurA� (Lotim) terus berupaya merampungkan kasus dugaan kasus korupsi Pusuk Sembalun. Kemarin (12/4), penyidik tipikor meminta keterangan Asisten I Pemkab Lotim, Khairil Anwar.

Dia datang ke Polres Lotim sekitar pukul 09.00 Wita. Chairil tidak mengenakan pakaian dinas melainkan menggunakan pakaian batik dengan corak hitam dan putih.

Ketika dikonfirmasi Khairil Anwar mengatakan, dirinya hanya dimintai keterangan terhadap beberapa kekurangan data yang ada. Semua sudah dia jelaskan secara rinci ke penyidik.a�? Sudah saya terangkan kok semua apa yang ditanyakan oleh penyidik,a�? kata Khairul usai diperiksa penyidik, kemarin (12/4).

Khairul mengaku, di proyek pembangunanA� pusuk sembalun tersebut dia menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan merangkap selakuA� Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). a�?Ya, saya sebagai KPA dan PPK-nya,a�? akunya.

Dia juga mengaku, saat pelaksanaan proyek tersebut dia serahkan ke Kepala Bidang Objek danA� Destinasi Dinas Pariwisata, L Hariawan periode 2016. Saat ini, L HariawanA� menjabat sebagaiA� Kabid Pajak di Bappenda Kabupaten Lotim. a�?Tapi, hari ini beliau (L Hariawan, Red) dikabarkan meninggal dunia di Jakarta,a�? kata dia.

Rencananya, jenazahnya akan dimakamkan di Lombok Tengah (Loteng). Jadi, semua terkait data dipegang oleh almarhum. a�?Semua saya serahkan ke dia,a�? ucapnya sambil cengar-cengir.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Joko Tamtomo mengatakan, Khairil diperiksa sebagai saksi. Dia dimintai keterangan untuk melengkapi data-data yang belum lengkap. a�?Kita masih terus melengkapi data yang dianggap kurang,a�? ujarnya.

Ketika ditanyakan terkait substansi pemeriksaan, Joko tak ingin membeberkannya. a�?Alah, mulai mancing-mancing dah ni,a�? tutupnya.

Diketahui, proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun menelan anggaran Rp 2 miliar. Dari total anggaran tersebut, Rp 1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik.

A�Seperti, pembangunan Pembuatan Gapura di Sebau, Penataan Pusuk Sembalun, dan Pembuatan Gerbang Selamat Datang di Sembalun Lawang. Pengerjaan proyek tersebut dinilai janggal sehingga aparat kepolisian mengusut kasus tersebut. (arl/r2)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost