Lombok Post
Bima - Dompu

Debat Publik Putaran Pertama Berjalan Lancar

DEBAT: Para calon wali kota dan wakil wali Kota Bima saat debat publik di Parugana’e Convention Hall Kota Bima, Selasa (17/4).

KOTA BIMA a�� Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, Bukhari A�menegaskan kegiatan debat publik pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali Kota Bima putaran pertama, Selasa (17/4) berjalan lancar. Tidak ada kendala yang dijumpai selama kegiatan berlangsung.

Diakui Bukhari, berdasarkan undangan, kegiatan debat publik rencananya dimulai pukul 09.00 Wita di Paruganaa��e Convention Hall Kota Bima. Namun, sempat molor beberapa menit dari jadwal yang ditentukan.

Menurutnya, lancarnya pelaksanaan kegiatan tersebut berkat dukungan semua pihak. KPU hanya memfasilitasi pelaksanaan debat dan paslon menaati peraturan yang sudah disepakati bersama.

a�?Sejauh ini tidak ada gangguan, tidak ada laporan yang kami terima. Secara umum kegiatan berjalan sukses dan lancar,a�? tegasnya, usai debat publik, kemarin (17/4).

Lanjut Bukhari, durasi pelaksanaan debat publik 90 menit. Kemudian dibagi dalam enam segmen. Hal itu sudah sesuai dengan peraturan KPU.

a�?Durasi waktu debat, jumlah segmen dan jedah iklan itu bukan kami yang mengada-ada. Tapi itu sesuai dengan petunjuk yang ada dalam PKPU,a�? ujarnya.

Untuk metode debat kedua nanti, Bukhari memastikan akan seperti ini. KPU hanya akan menyempurnakan beberapa hal yang dinilai masih kurang.

a�?Model kegiatannya tidak jauh beda kok. Kami hanya menyempurnakan beberapa hal yang dianggap masih kurang,a�? katanya.

Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Made Winarta usai kegiatan tersebut mengaku, debat publik berjalan lancar dan aman. Semua berjalan sesuai rencana dan pelaksanaan kegiatan cukup tertib. Penempatan petugas keamanan di tiga ring berjalan maksimal. Mulai dari titik kumpul masing-masing paslon hingga tiba di lokasi kegiatan.

a�?Alhamdulillah semua berjalancar. Sistem pengamanan ring satu sampai ring tiga berjalan maksimal,a�? katanya. sementaraituA� para pengamat menilai debat publik tersebut dinilai membosankan dan tidak memberikan sesuatu yang lebih bagi pemilih.

a�?Tidak ada sesuatu yang bisa dipegang oleh pemilih dari apa yang dilontarkan tiga kandidat. Debat itu sama sekali tidak menarik, bosan jadinya,a�? ujar akademisi Bima Dr Syarif Ahmad.

Soal debat yang terkesan membosankan, Syarif melihat titik kelemahan ada pada penyelenggara yakni KPU Kota Bima. Sementara kandidat, hanya sebagai ornamen dalam debat tersebut yang diatur dan mengikuti konsep penyelenggara.

a�?Pertanyaan-pertanyaan yang disajikan tidak memberikan jaminan atau garansi yang bisa dipegang oleh pemilih nantinya, jika kandidat tersebut terpilih. Semuanya tetap samar, tidak ada yang spesifik,” kritik Syarif.

Menurutnya, kapasitas penyelenggara yang berkualitas bisa tercermin dari kegiatan yang digelar. Harusnya, dalam debat publik tersebut, paslon menghadirkan gagasan atau ide besar, sehingga pemilih tidak memilih kucing dalam karung.

Syarif berharap, pada debat terbuka kedua nanti, penyelenggara lebih kreatif menyusun pertanyaan. Sehingga para kandidat bisa terpancing kemampuannya menguji program yang ditawarkan.

a�?Semoga yang kedua nanti lebih kreatif lagi, tidak datar dan monoton seperti sekarang,a�? katanya. (yet/tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara