Lombok Post
Selong

Mitra Bulog Keluhkan Surveyor Beras

CEK BERAS: Sejumlah surveyor saat mengecek kondisi beras mitra Bulog di Pergudangan Sakra kemarin (17/4).

SELONG-Sejumlah mitra dari Koperasi Bulog kemarin (17/4) mengeluhkan tenaga surveyor yang ada di Gudang Bulog. Lantaran,A� tenaga surveyor saat ini dinilai kurang kompeten sehingga menyebabkan kesulitan bagi mitra. Kondisi surveyor yang kurang kompeten ini pun dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas beras Bulog yang rendah.

a�?Terus terang kami sempat mengalami kendala dalam proses memasok beras. Karena tenaganya tidak ahli dan kinerja mereka lamban. Mengakibatkan kami hampir tidak bisa memproses pencairan uang di Bank,a�? ungkap salah seorang mitra dari Koperasi Bulog Muhammad Risamsi.

Padahal, pencairan uang dibutuhkan untuk membayar beras para petani. Namun, karena kinerja para surveyor yang lamban, ini justru menghambat mekanisme proses yang sudah terbangun dengan baik selama ini. Para surveyor dinilai lamban memasukkan rekap data ke gudang Bulog. Mengakibatkan data yang harusnya masuk secara online ikut terhambat. Ini yang kemudian berdampak pada pencairan uang mitra Bulog di Bank.

Tidak hanya itu, secara teknis para surveyor baru ini juga dikatakan terlihat tidak profesional. a�?Mereka mengecek beras dengan timbangan dan alat yang tidak seharusnya. Mereka justru menanyakan kepada kami cara yang benar. Setelah kami tanyakan, mereka ternyata memang baru dilatih dua hari dan langsung terjun ke lapangan. Ini kan sangat disayangkan,a�? sesalnya.

Diketahui, tenaga surveyor baru ini berasal dari PT Sucopindo. Bukan dari anak perusahaan Bulog yang sebelumnya yakni PT Ujastasma. Perusahaan surveyor ini diketahui didatangkan dari pusat untuk menggantikan PT Ujastasma.

Terpisah Kepala Bulog Pegudangan Lotim Slamet Hariyanto mengonfirmasi keluhan mitra Bulog. Ia mengakui memang terjadi seikit persoalan antara mitra bulog dengan petugas surveyor dari PT Sucofindo. Lantaran, pihak mitra mengaku petugas surveyor dinilai kurang profesional. a�?Mereka (petugas surveyor, Red) memang ditraining selama dua hari. Itu yang membuat mereka belum mampu melakukan pengecekan,a�? akunya.

Para tenaga surveyor ini dikatakan merupakan petugas PT Sucopindo yang menggantikan PT Ujastasma per 16 April lalu. Ini merupakan kebijakan dari Bulog pusat. Dimana, untuk wilayah NTB, PT Sucofindo ini bertugas memeriksa kualitas beras di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Lotim.

a�?Mereka di Sucofindo itu merekrut tenaga baru. Petugas ini dididik dan dibina selama dua hari. Pada saat pengecekan mereka tidak didampingi seniornya, ini yang kemudian mungkin menimbulkan persoalan karena mereka belum kompeten,a�? ungkapnya.

Namun demikian, Selamet sapaannya tidak bisa berbuat banyak. Karena penggantian surveyor ini merupakan keputusan pusat sebagai pelaksana. Namun demikian, persoalan ini menurutnya sebenanrnya bisa diatasi dengan pendampingan petugas survei senior.

a�?Karena petugas baru ini memotret saja, nanti yang menentukan kualitas beras kepala gudang. Namun mereka kerjanya memang agak lamban karena detraining hanya dua hari, ini menyebabkan keterlambatan,a�? bebernya. a�?Ya kami hanya berharap ketika mereka bekerja harusnya memang didampingi seniornya. Kami di Bulog hanya menerima mereka sebagai pelaksana karena itu sudah ketentuan pusat,a�? imbuhnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost