Lombok Post
Selong

Dengan Program BAKSO, Warga Lotim Bisa Urus KTP Online

MASKIMALKAN PELAYANAN: Pjs Bupati Lotim H Ahsanul Khalik saat memaparkan upaya pelayanan publik kepada masyarakat saat kegiatan finalisasi SOP program BAKSO di aula Kantor Bupati Lotim kemarin (18/4).

SELONG-Pemkab Lombok Timur (Lotim) terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Khsusunya dalam kepengurusan administrasi kependudukan. Pemkab Lotim menggandeng Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) kemarin (18/4) menggelar kegiatan finalisasi SOP untuk progam Bikin Administrasi Kependudukan Secara Online atau disingkat BAKSO.

a�?Ini cita-citanya adalah bagaimana Dinas Dukcapil sebagai perwujudan dari pemerintah daerah melalui pemerintah desa bisa memberikan pelayanan cepat kepada warga. Terutama untuk persoalan administrsi kependudukan,a�? terang Distrik Koordinator KOMPAK Nanik Muntohiyah.

Karena selama ini disinyalir dalam pembuatan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP hingga akta kelahiran masyarakat kerap dibebankan biaya. Hingga kemudian muncul juga persoalan dugaan Pungli, petugas mempersulit masyarakat dan masalah lainnya. Sehingga dengan adanya program BAKSO ini sebagai salah satu cara agar masyarakat yang sedang membuat Adminduk bisa lebih mudah.

A�a�?Mereka itu tidak harus datang ke Dukcapil. Tidak harus mengeluarkan biaya dan antre. Ini mendekatkan pelayanan Dukcapil ke desa,a�? terangnya.

Program BAKSO ini juga kerap disebut dengan istilah membuat loket-loket Dukcapil di desa. Sehingga warga yang membutuhkan pelayanan Adminduk itu cukup di desa. Mekanismenya inilah yang kemudian harus disesuaikan agar pemerintah desa bisa terintegrasi dengan Dukcapil. Dengan catatan, setiap desa yang ada di Lotim harus punya data valid warganya yang tidak punya Adminduk. Baik itu Kartu Kelauraga, akta kelahira, KTP dan sejenisnya.

Data tersebut bisa diupdate dengan beberapa cara. Yang pertama yakni Dinas Dukcapil mengirimkan data warga desa yang belum punya adminduk kepada pemerintah desa. Baru kemudian pemerintah desa melalui perangkat desa akan mem-follow up untuk verifikasi.

a�?Ketika data rilnya sudah ada, desa akan mengupload link-nya yang sudah tersambung dengan Dukcapil. Desa akan barter dengan Dukcapil, dimana desa menyerahkan data dan dukcapil menyerahkan dokumen adminduk itu,a�? paparnya.

Sementara Pjs Bupati Lotim H Ahsanul Khalik juga mendukung program ini. Bahkan, Khalik langsung hadir memberikan pemaparannya mengenai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mengingat, saat ini Lotim masih berada di lemah untuk pelayanan publik.

a�?Kami ingin memaksimalkan pelayanan administrasi kependudukan di Lotim, untuk mempercepat pencapaian target persentase jumlah masyarakat yang terlayani. Sebagai wujud dari pemenuhan hak masyarakat,a�? jelas Khalik.

Konsep ini disebutnya dengan Government to Citizen, yakni bagaimana pelayanan Adminduk ini menjadi sangat dekat dengan masyarakat. Salah satunya melakui aplikasi bersifat online.

Namun demikian, Khalik juga mengatakan program ini juga membutuhkan integritas aparatur pelayanan. Sehingga aparat pemerintah yang memberikan pelayanan merasakan kewajibannya melayani masyarakat. a�?Integritas ini juga mengurangi terjadinya penyelewengan dalam pelayanan. Termasuk mencegah Pungli dan penumpukan pada loket pelayanan Dinas Dukcapil,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost