Giri Menang

Ayo, Merdekakan Petani dari Tengkulak

GIRI MENANG-Permodalan kerap kali menjadi masalah utama dalam memulai usaha. Tidak terkecuali usaha pertanian.

Akta ini membuat para petani sangat sulit “merdeka” dari jeratan tengkulak. a�?Kelemahan petani kita saat ini masih dalam sisi finansial atau modal,a�? kata Kepala Dinas Pertanian Lobar H Muhur Zokhri usai menghadiri launching aplikasi dan penghargaan Pemustaka Teraktif perpustakaan di kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Lobar, kemarin (19/4).

a�?Sementara kebutuhan keluarga mereka tetap jalan, untuk memenuhi ini (kebutuhan) meminjam uang sebelum panen tiba ke sana (tengkulak),a�? tambahnya.

Menurutnya, dengan imbal hasil panen sebagai pengganti uang yang dipinjam petani, maka hasil pertanian dikuasai tengkulak. Bila terus terjadi, maka para petani termasuk kalangan buruh tani akan sulit sejahtera atau meningkatkan perekonomiannya. a�?Sebab kalangan petani seringkali dirugikan terkait kehadiran tengkulak,a�? ucapnya.

Lantas bagaimana peran pemerintah dalam membebaskan petani dari jerat tengkulak? Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah berupaya dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Petani yang mencakup kondisi permodalan petani.

a�?Bagaimana dukungan finansial dari pemerintah kemudian ke pusat bagi petani, khususnya hasil-hasil pertanian milik petani kita,a�? ungkapnya.

Tidak hanya itu, dinas juga terus berkomunikasi dan bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan. Untuk ikut berperan memberi perlindungan kepada petani. Yakni melalui asuransi usaha tani. Perbankan pun ikut berperan menyiapkan produk usaha hasil pertanian.

a�?Kita tetap fasilititasi selama masih ada usulan dan kebutuhan dari petani,a�? imbuh Muhur. a�?Yang kita harapkan sekarang petaninya pro aktif dalam produk ini,a�? tambahnya.

Perlu diketahui, luas lahan pertanian sawah di Lobar pada tahun 2016 mencapai 17.386 hektar (ha). Namun, adanya konversi membuat lahan ini terus menyusut. Meski penyusutannya masih relatif kecil dan diyakini belum mempengaruhi tingkat produktivitas hasil padi. (ewi/r5)

Related posts

Pemkab Tidak Serius Kelola Aset

Redaksi Lombok post

Harta Fauzan Bertambah

Redaksi Lombok Post

Ada Protes di Balik Mutasi

Redaksi Lombok post