Lombok Post
Headline Metropolis

Investor Dilarang a�?Kotoria�? Kota Religius

RAZIA: Sejumlah perempuan tengah diperiksa Pol PP Kota Mataram dan Polres di salah satu hotel yang memiliki fasilitas karaoke, Rabu (18/4) malam. Bayu For Lombok Post

MATARAM-Satpol PP Kota Mataram patut diapresiasi. Kali ini, mereka langsung bereaksi terkait banyaknya tempat karaoke keluarga yang menyediakan patners song (PS).

Rabu malam, Pol PP Kota Mataram bersama Polres Kota Mataram melakukan razia ke sejumlah tempat karaoke. a�?Setelah kami dapat informasi bahwa ada PS di sejumlah karaoke di dalam hotel berbintang, kami bersama Polres langsung turun ke lokasi itu,a�? kata Komandan Satuan (Dansat) PP Kota Mataram Bayu Pancapati pada Lombok Post, kemarin (19/4).

Bayu mengaku, operasi gabungan yang dilakukannya bersama Polres sebenarnya bermula dari isu terkait minuman oplosan di sejumlah tempat karaoke. Namun, yang didapatkannya di lapangan tidak hanya izin minuman yang kedaluwarsa, melainkan menemukan puluhan PS di dalam karaoke. Salah satunya di layanan karaoke yang ada di dalam salah satu hotel di Rembiga, Mataram.

a�?Banyak (PS) di sana,a�? jelasnya.

Usai menemukan puluhan PS di dalam karaoke di salah satu hotel berbintang itu, Bayu mengaku tidak akan diam. Ia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai penegak perda.

a�?Saya tidak ingin buat gaduh ya, saya bekerja sesuai tupoksi yang ada,a�? tegas mantan Lurah Banjar itu.

Terkait indikasi izin usaha yang disalahgunakan, Bayu mengaku tempat karaoke di hotel tersebut harus sesuai dengan tujuan awalnya. Yakni diperuntukkan untuk karaoke keluarga dan para tamu. Namun, sayangnya, keberadaan tempat itu sangat jauh dari tujuan awalnya.

a�?Kalau saya lihat ini bukan karaoke keluarga lagi, yang masuk pun bukan saja tamu hotel melainkan orang luar. Apalagi saat masuk, mereka langsung ditawari perempuan cantik-cantik dan berpakaian tipis,a�? tuturnya kesal.

Bayu mengaku, tidak melarang para investor datang ke Mataram. Mereka boleh berinvestasi, namun harus tetap sesuai dengan aturan yang ada. a�?Kami tidak melarang pengusaha berusaha, tapi mari bekerja sama dengan baik,a�? jawabnya.

Untuk meminimalisir para PS yang ada di sejumlah karaoke yang ada di berbagai hotel berbintang, Bayu mengaku telah menurunkan anggotanya untuk melakukan pemantauan setiap hari. a�?Saya sudah ploting anggota di sejumlah titik,a�? pungkasnya.

Menanggapi maraknya PS di tempat karaoke ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq berkomentar. a�?Yang namanya karaoke keluarga, ya peruntukkannya hanya untuk tamu keluarga, bukan malah ada PS,a�? sesal Fuad, kemarin.

Fakta adanya PS itu cukup menganggu daerah berjargon Maju, Religius, dan Berbudaya ini. a�?Harus selalu dipantau,a�? tegas politisi PDIP tersebut.

Serupa dengan Fuad, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Parhan berharap agar Pol PP Kota Mataram berani melakukan penertiban. a�?Ini melanggar aturan, dan intinya harus ditindak tegas. Harus ada pemantauan lebih jauh,a�? kata Parhan.

Terkait merebakknya pemberitaan perizinan karaoke yang dinilai telah menyalahi aturan itu, Dinas Penanaman Modan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram mengaku belum mengetahui terkait izin yang dimiliki salah satu karaoke yang berada di salah satu hotel berbintang.

a�?Kalau masalah itu, silakan tanya ke kepala dinas saja. Saya tidak tahu menahu,a�? kata Sekretaris DPMPTSP Bambang Juni Wartono Lombok Post, kemarin.

Sementara Kepala DPMPTSP Cokorda Sudira Muliarsa mengaku akan berkoordinasi dengan sejumlah OPD terkait pemberitaan PS dan izin karaoke. a�?Hari ini akan saya koordinasikan dengan pihak Dinas Pariwisata dan Pol PP Mataram. Terkait izin, izinnya ada (ruang bernyanyi itu),a�? kata Cok sapaan akrabnya pada Lombok Post, kemarin. (tea/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost