Lombok Post
Headline Politika

Oknum PNS Lombok Barat Diduga Terlibat Kampanye

Ketua Panwascam Lingsar Kardina

GIRI MENANG a�� Panwascam Lingsar memanggil kepala dusun (kadus) Murpeji dan oknum aparatur sipil negara (ASN) untuk dimintai klarifikasi terkait keterlibatannya dalam kegiatan kampanye. Klarifikasi ini dilakukan kemarin (18/4) di kantor Panwascam Lingsar.

Kadus Murpeji diduga turut serta dalam kampanye pasangan calon nomor tiga bupati dan wakil bupati Lombok barat H Fauzan Khalid-Hj Sumiatun (ZAITUN). Saat melakukan pengawasan, hadirnya kadus di tengah-tengah kampanye sempat tak disadari oleh Panwascam.

a�?Sebelumnya kita tidak tahu, setelah ada laporan, segera kita panggil beliau untuk dimintai klarifikasi,a�? kata Ketua Panwascam Lingsar Kardina, kemarin (18/4).

Saat itu kampanye dilakukan di pinggir jalan sehingga banyak orang yang sengaja turun untuk melihat. Kampanye itu merupakan bentuk silaturahmi Fauzan di Dusun tersebut . Pada hari itu pula, tim panwas yang berada di sana terhalang oleh beberapa sekat. Sehingga saat kampanye berlangsung, kadus tersebut tak sempat dicegah untuk ikut bergabung. Sebelumnya beberapa kadus dan kepala desa (kades) yang hendak mendekat, telah dicegah agar tidak hadir dalam acara tersebut.

a�?Yang lain sempat kita cegah tapi pas itu sedikit luput dari pengawasan kita,a�? ujarnya.

Pada hari yang sama Panwascam Lingsar juga memanggil salah satu ASN yang diduga menyediakan tempat bagi calon wakil gubernur NTB HL Gede Sakti untuk melakukan kegiatan yang terindikasi kampanye. Disebut berindikasi kampanye karena saat kunjungan pada salah satu asrama santri putri, terdapat spanduk calon yang dipasang.

a�?Sempat kami larang jangan memasang alat peraga kampanye dan bahan kampanye karena itu diindikasikan sebagai kampanye, tapi tetap tidak mau diturunkan,a�? ucapnya.

Para tim pemenangan bersikeras tetap memasang dengan alasan kedatangan calon hanya untuk silaturahmi. Sehingga oleh panwas diberi waktu 15 menit saja untuk melakukan silaturahmi tersebut.

Terkait aktivitas calon wakil gubernur dari independen itu, panwas patut mencurigai A�dan meminta klarifikasi dari oknum tersebut. Meski hanya terindikasi kampanye, kejelasan mengenai kedatangan calon ke asrama tersebut perlu diperjelas.

a�?Nanti akan kita tanya dia, bagaimana kronologisnya sampai seperti itu,a�? jelasnya.(cr-eya/r4)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost