Lombok Post
Metropolis

Pemkot Mataram Pasang Alat a�?Mata-Mataa�? Seharga Rp 3,6 Miliar

Ilustrasi/Net

MATARAM-Sebuah alat super canggih tengah dipasang di Kota Mataram. Alat ini dinamai Area Traffic Control Sistem (ATCS). Keunggulan alat ini selain mengamati secara realtime dan mengkomparasikan dalam bentuk data tingkat kepadatan arus lalu lintas di sebuah titik pengamatan, juga mampu a�?mengambil aliha�� kendali lampu merah.

Alat mahal ini akan dipasang di jalan-jalan kota dalam bentuk CCTV dan traffic light. Sedangkan master kontrolnya diletakan di pusat pengawasan dalam bentuk banyak monitor di kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram.

a�?Ini alatnya sudah mau di-drop,a�? kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H Khalid.

Harga alat ini secara keseluruhan disebut mencapai Rp 3 miliar. Namun Pemkot menambah lagi Rp 600 juta untuk pemugaran di satu titik. Yakni di simpang Bank Indonesia perwakilan NTB. Sehingga jika dihitung di atas kertas, alat ini menghabiskan biaya Rp 3,6 miliar.

a�?Rp 3 miliarnya kita dapat dari bantuan kementerian perhubungan, sedangkan dana pendamping APBN dari APBD sebesar Rp 600 juta,” terangnya.

Rp 3 miliar itu sudah termasuk perangkat hardwere room control ATCS. Ditambah lima buah CCTV yang akan dipasang di titik-titik kota yang selama ini krodit oleh kemacetan.

a�?Ada di Ampenan, Sayang-Sayang, Rembiga, Selagalas, dan jalan TGH Faisal. Sedangkan untuk di simpang BI dari dana pendamping,a�? terangnya.

Alat ini akan sangat membantu memudahkan pihak Dishub mengurai kemacetan di kota. Selain bisa mengamati secar realitme kemacetan di berbagai titik, traffic light yang selama ini bekerja berdasarkan timer bisa dikontrol secara manual melalui room control ATCS di Dishub.

a�?Kita sudah siapkan roomnya dan sekarang sedang bersih-bersih,a�? jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dinas Peruhubungan Kota Mataram Mahfuddin Noor, menjelaskan cara kerja alat ini. Melalui CCTV berbagai tempat akan diawasi. Selanjutnya tempat-tempat yang dimata-matai menggunakan CCTV akan ditampilkan melalui banyak monitor di room control ATCS. Jika sebuah tempat dirasa mengalami kemacetan yang cukup krodit operator ATCS bisa mengambil alih kontrol otomatis berdasarkan timer traffic light, ke manual.

Sehingga antrean kendaraan yang lebih panjang bisa diberi waktu lebih lama a�?hijaua�� dibanding dengan antrean yang pendek.

a�?Sedangkan petugas dari dishub dan kepolisian bisa kita koordinasikan untuk membantu mengurai kemacetan,a�? terangnya.

Dengan adanya pengendalian manual ini, harapannya kerja kepolisian dan dishub jauh lebih mudah. Terutama di jam-jam macet. Sayangnya alat ini belum bisa seperti ATCS di Bandung yang dilengkapi pula dengan pengeras suara. Sehingga para pengendara yang melanggar bisa a�?diteriakia�� melalui microphone. a�?Belum ada (pengeras suara),a�? kata Fuddin.

Tapi, untuk memutakhirkan alat, pengeras suara bisa jadi bagian berikutnya yang akan melengkapi sistem ATCS di Kota Mataram. Demi mewujudkan tertib lalu lintas di Kota Mataram. (zad/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost