Lombok Post
Headline Praya

Sengketa Lahan Mandalika, ITDC Minta Aparat Turun Tangan

MENUNJUKKAN BUKTI: I Gusti Lanang Bratasuta (kiri), General Affair KEK Mandalika, saat menunjukkan bukti salinan surat keterangan BPN Praya, kemarin (19/4).

PRAYA-ManajemenA� Indonsia Tourism Development Corporations (ITDC) mempertanyakan keaslian sertifikat lahan eks Hotel Lombok Baru di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah. Itu setelah, ITDC memegang salinan dokumen surat keterangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Praya tertanggal 1 November 2013.

a�?Sertifikat diduga tidak teregistrasi di BPN,a�? ungkap General Affair KEK Mandalika Resort I Gusti Lanang Bratasuta, kemarin (19/4) dikantornya.

Ia pun mempersilakan aparat penegak hukum, melakukan penyelidikan atas dugaan pemalsuan dokuman yang dimaksud. Karena, ITDC tidak memiliki kewenangan. Kecuali, ingin mempertahankan hak atas lahan yang sedang dikelola. Terlebih, areal yang diklaim tersebut akan dibangun Hotel X2.

a�?Tolong jangan halangi para investor. Karena mereka sudah percaya untuk berinvestasi,a�? harapnya.

Aksi yang warga, menurut Bratasuta justru mengurangi niat investor untuk berinvestasi. Bisa-bisa satu per satu investor membatalkan programnya masing-masing. Untuk itulah, pihaknya meminta jangan ada lagi aksi perusakan pagar dan fasilitas yang dimiliki ITDC.

Sebaiknya, saran Bratasuta setiap masalah yang ada, dapat diselesaikan secara baik-baik, apakah melalui musyawarah atau jalur hukum. a�?Kendati demikian, kami sudah berjanji kepada investor, untuk mengawal pembanguannya sampai tuntas,a�? katanya, didampingi Deputi Project Director KEK Mandalika Adi Sujono Prawoto.

Lebih lanjut, pihaknya pun memberikan dua opsi kepada warga yang mengklaim lahan. Pertama, segera bersurat ke BPN, guna membuktikan keaslian sertifikat. Kedua, dipersilakan menempuh jalur hukum atau pengadilan. a�?Kalau diakui BPN, maka kami siap melakukan penawaran harga,a�? kata Bratasuta.

Sebaliknya, tambah Bratasuta jika palsu, maka warga sebaiknya angkat kaki dan tidak menghalang-halangi pembangunan. a�?Karena masalah ini, pekerjaan pun tertunda,a�? sesal Deputy Project Director KEK Mandalika Adi Sujono Prawoto.

Seharusnya, beber Adi peletakan batu pertama hotel X2 akan berlangsung. Bersamaan dengan hotel dan restoran yang sudah mendatangani kerja sama land utilization development agreement (LUDA). a�?Yang jelas, banyak dirugikan gara-gara hal itu,a�? sesalnya lagi.

Terkait tudingan ini Ikhsan Ramdani anggota tim advokasi keluarga besar Minarni selaku pemilik lahan Hotel Lombok Baru member jawaban. Menurutnya ITDC tidak berhak mengatakan dokumen yang dipegang pemilik Hotel Lombok Baru palsu tanpa ada keputusan dari BPN atau pengadilan.

a�?Jangan seenaknya mengeluarkan pernyataan dan keputusan sepihak,a�? ujar Ramdani.

Karena itu menurutnya apa yang dilakukan keluarga besar Minarni atas lahan lahan seluas 1,7 hektare tersebut memiliki dasar yang kuat. Menurutnya lahan tersebut merupakan hak milik pribadi yang dikuatkan dengan bukti kepemilikan yang sah. a�?Dan dapat dipertanggungjawabkan,a�? sambungnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post