Lombok Post
Headline Selong

Dinas Pertanian Lotim Bantah Isu Pupuk Langka

TERUS DITANAM: Kondisi tanaman bawang putih di luar musim tanam di wilayah Sembalun Kamis (19/4) lalu.

SELONG-Dalam debat Pilkada yang diselenggarakan KPU Lombok Timur (Lotim), Rabu (18/4) lalu, isu kelangkaan pupuk menyeruak. Kelangkaan pupuk dikatakan banyak dialami petani dan ini harus menjadi perhatian para calon bupati dan wakilnya. Namun demikian, Kepala Dinas Pertanian Lotim M Zaini kepada Lombok Post membantah adanya kelangkaan pupuk di Lotim.

a�?Pupuk itu selalu tersedia setiap saat,a�? tegasnya.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, Zaini menerangkan pada akhir puncak tanam yakni di Bulan Januari, Februari dan Maret pupuk selalu tersedia. Jika pupuk pada masa ini aman, maka sudah tidak ada persoalan lagi. a�?Dan kita selalu di akhir tahun diberikan tambahan kuota untuk tahun berikutnya. Makanya saya bilang tidak usah khawatir untuk ketersediaan pupuk. Setiap kita minta pasti akan dikasih oleh pemerintah pusat,a�? papar Zaini.

a�?Jadi tidak ada alasan pupuk langka,a�? imbuhnnya.

Ia membantah adanya anggapan di kalangan petani ada persoalan rebutan pupuk tahun ini. a�?Itu hanya dibikin isu,a�? cetusnya.

Karena bisa saja jelang Pilkada, kondisi kelangkaan pupuk dibuatA� seperti itu. Saat ini Zaini menjelaskan Harga Eceran Tertinggi Pupuk (HET) urea Rp 180 ribu per kuintal.

Meski membantah adanya kelangkaan pupuk di Lotim, Zaini tidak menampik adanya kemungkinan petani yang meributkan persoalan pupuk. Lantaran pupuk yang dipersoalkan bukanlah pupuk subsidi. a�?Mungkin itu pupuk non subsidi. Baru kemungkinan peluang harganya di atas HET. Kalau itu memang harganya jelas di atas itu (HET, Red),a�? terangnya.

Tapi Zaini menjelaskan tidak ada keharusan petani membeli pupuk non subsidi. Karena itu memang dihajatkan untuk perusahaan yang tidak terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). a�?Setiap petani yang masuk RDKK itu sudah punya jatahnya berapa. Sesuai dengan luas lahan,a�? ucap dia.

Jika kemudian ada petani yang mengeluhkan ada harga pupuk jauh di atas harga subsidi, itu berarti mereka tidak masuk dalam RDKK. a�?Kalau ada petani yang tidak masuk dalam RDKK, pantas mereka tidak kebagian. itu yang mungkin kemudian bikin rebut,a�? duganya.

Sehingga, untuk mengatasi persoalan pupuk dan lainnya, tahun ini pemerintah akan membuat kartu tani. Sejenis kartu ATM yang bisa digesek untuk petani mengambil kuota jatah pupuknya. a�?Bisa juga sebagai bahan ketika ada Bansos, bantuan KUR atau yang lainnya bisa menggunakan itu. Antisipasi penyelewengan pupuk,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost